OTODRIVER - Terobosan teknologi mobil listrik terus dilakukan, terutama dalam menghadirkan teknologi baterai yang digunakan.
Salah satu adalah kehadiran baterai solid-state yang digadang-gadang mampu menghadirkan baterai yang lebih stabil, bertenaga dan juga punya ukuran yang lebih kompak.
Namun akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Ouyang Minggao memberikan pendapatnya agar masyarakat jangan terlalu berharap dengan kehadiran baterai solid state dalam waktu dekat.
Mengutip dari Carnewschina, Ouyang mengatakan perlunya pengujian dan pengembangan lebih lanjut dari teknologi baru ini. Setidaknya harus bersabar untuk dua tahun ke depan.
“Beberapa kendaraan akan mulai menguji baterai solid-state pada akhir tahun ini dan memasuki tahun depan. Meskipun ada pemasaran untuk produk baterai solid-state, produk tersebut belum benar-benar dijual dan untuk berjaga-jaga, sebaiknya tidak dijual dalam dua tahun ke depan,” kata Ouyang pada “Forum Pertukaran Media Pakar Institut Penelitian EV100 Tahunan 2026.

Ouyang memberi keyakinan bahwa teknologi baterai saat ini sudah sangat bagus, sedangkan untuk solid-state masih harus melakukan pengkajian lebih lanjut.
Ia menekankan bahwa pengembangan solid-state harus dilakukan selangkah demi selangkah daripada terburu-buru dipasarkan.
Menurut Ouyang pengembangan teknologi membutuhkan waktu dan penelitian yang lebih detail.
“Baterai solid-state merupakan teknologi revolusioner dengan hambatan masuk yang tinggi dan tantangan teknis yang lebih besar. Mereka membutuhkan solusi komprehensif yang menangani material kunci, interface, elektroda, dan sel,” jelasnya.
Baterai solid state mulai menarik industri otomotif di seluruh dunia. Sedangkan pada 2024, Tiongkok mulai agresif mengejar teknologi ini.
Pada 2025, perusahaan-perusahaan Tiongkok menguasai 44 % dari paten baterai solid-state, sehingga telah melampaui Jepang. (SS)











