OTODRIVER – Masih ada anggapan kalau sistem hiburan di mobil listrik tidak bisa dinaikkan standarnya, meskipun untuk peranti speaker sekalipun.
Tapi pada kenyataannya, meskipun ada di segmen aftermarket, perkembangan peranti hiburan non OEM juga mengikuti perkembangan dari segmen utamanya sendiri.
Karea kini banyak tersedia di pasaran peranti seperti speaker, subwoofer, sampai layar monitor yang bisa dipasangkan ke mobil listrik.
Saat ditemui langsung beberapa waktu lalu (25/4), penggawang Cartens Audio, Eddie Soesanto, menyebutkan ada sejumlah syarat untuk mengganti peranti hiburan di mobil listrik.
Hal pertama yang perku diperhatikan adalah prinsip dasar dari sistem kelistrikan pada mobil listrik. Maksudnya perlu dicermati soal spesifikasi dari baterai yang ada di mobil listrik.
Karena paket kelistrikan yang ada di mobil listrik maupun hibrida sudah baku serta terintegrasi dengan berbagai peranti mobil maka pilihan untuk memasang paket car audio seperti speaker yang mutunya lebih bagus dipilih yang model plug and play.
Kalaupun ada keutuhan arus tambahan utuk peranti baru, wajib terhubung dengan baterai sebagai sumber daya listrik yang utama.
Selanjutnya, ini yang juga menurut Eddie banyak terabaikan, pemakaian kabel baru yang menghubungkan antara baterai dengan, misalnya, speaker baru harus sesuai dengan sesuai dengan pemakaian arus listrik di mobil alias spesifikasinya setara. Begitu juga soal mutu kabelnya.
Soal kabel yang tidak setara spesifikasinya itu juga yang menurut pria yang sudah bergelut di dunia car audio selama 26 tahun itu kemudian memicu arus pendek yang bisa menghanguskan mobil itu sendiri.
Tidak berhenti disitu saja, pemasangan sekring tambahan di titik tertentu juga wajib dilakukan.
Lagi-lagi bertujuan untuk mengamankan sistem kelistrikan di mobil secara keseluruhan.
Diingatkan lagi oleh Eddie yang buka gerai di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan itu, pemasangan peranti in car entertainment baru di mobil listrik juga perlu cermati arus kelistrikan bawaan pabrik.
Umumnya mobil listrik berada di kisaran 30-40 Ampere, ini sudah untuk menjalankan fungsi semua peranti bawaan pabrik.
Butuh kalkulasi akurat atas potensi arus tambahan jika memang peranti baru yang akan dipasang ternyata butuh arus lebih besar dari kemampuan standar mobil.
Oleh karena itu wajib dipasang alat penopang lain seperti capasitor bank atau baterai tambahan.
Tujuannya tidak lain supaya aki bawaan mobil listrik yang umumnya low voltage tidak malah terkuras tekor saat peranti car audio baru tadi berfungsi. (EW)
