OTODRIVER - Sektor kaki-kaki di mobil boleh disebut sebagai barisan komponen yang akan bekerja keras saat kendaraan berjalan.
Oleh karena itu jika didapati ada suara yang tidak biasa maka itu bisa menjadi sinyal adanya kerusakan komponen yang berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Jangan diabaikan karena merupakan potensi bahaya, karena mobil membawa penumpang dan juga barang melintasi jarak yang jauh.
Kaki-kaki mobil merupakan sistem yang terdiri dari berbagai komponen seperti shockbreaker, bushing arm, stabilizer link, maupun ball joint yang berfungsi menjaga stabilitas kendaraan dan kenyamanan saat berkendara.
Beberapa fungsi utama sistem kaki-kaki mobil antara lain; menjaga keseimbangan mobil saat melaju, menyerap getaran dari permukaan jalan, membantu kendaraan tetap stabil saat berbelok, dan tentu saja menjaga kenyamanan penumpang.
Penggawang Rotary Auto, Frans Andrian, dalam keterangan resminya menjabarkan sejumlah sinyalemen yang bisa ditengarai secara mudah saat terjadi kerusakan pada sektor kaki-kaki.
Jika bushing arm mulai aus atau pecah, mobil biasanya akan mengeluarkan bunyi seperti benturan besi secara berulang, terutama saat melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Kondisi ini muncul karena usia pakai komponen tersebut sudah berfungsi dalam waktu yang lama, bisa juga karena mobil kerap melewati jalanan yang rusak.
Contoh selanjutnya, kerusakan pada ball joint, kerusakan yang terjadi akan ditandai munculnya suara seperti retakan saat mobil dalam posisi belok.
Kondisi ball joint yang bermasalah itu pada banyak kasus, masih menurut Frans, bisa diiringi dengan kerusakan pada tie rod.
Tanda-tandanya yang paling mudah dikenali, tidak presisinya putaran setir dengan arah manuver kendaraan.
Kejadian yang umumnya muncul adalah setir akan terlalu sering digerakkan untuk counter arah laju mobil bahkan saat kecepatan rendah sekalipun.
Tanda lain adanya komponen kaki-kaki yang bermasalah, shockbreaker yang kondisinya melemah.
Penggawang bengkel spesialis kaki-kaki di sepuluh wilayah Jabodetabek itu menunjuk pada gerakan limbung pada mobil pada jalur lurus maupun berbelok.
Kerap juga disertai bunyi seperti benturan keras ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata, misalnya ketika melibas polisi tidur.
Meskipun akan mengganggu kenyamaan saat bepergian di musim libur Lebaran, Frans kembali mengingatkan, jika muncul gejala-gejala tadi diharapkan segera menyambangi bengkel terdekat yang kompeten.
Tindakan tersebut untuk menghindari adanya kemungkinan perjalanan yang seharusnya menyenangkan menjadi berhenti sama sekali akibat kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk sementara waktu. (EW)
