Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Transmisi Triptonic Tak Awet Ketimbang Matic Konvensional?

Transmisi otomatik Triptonic adalah penyempurnaan dari transmisi otomatik konvensional yang memungkinkan pengemudi melakukan pemilihan gigi percepatan secara manual, namun tidak membutuhkan kopling.
Tips
Senin, 29 Oktober 2018 10:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Seiring perkembangan zaman, mobil pun kini dilengkapi teknologi canggih untuk mendukung beberapa aspek kemudahan pengemudi. Salah satunya transmisi otomatik yang telah dilengkapi Triptonic untuk mendukung gaya mengemudi sporty.

Transmisi otomatik Triptonic sendiri merupakan penyempurnaan dari yang konvensional dan memungkinkan pengemudi melakukan pemilihan gigi percepatan secara manual, namun tidak membutuhkan kopling. Menurut bengkel spesialis transmisi otomatik, jenis transmisi ini ternyata memiliki umur pemakaian yang lebih singkat ketimbang model konvensionalnya.

“Transmisi otomatik non-Tripronic dengan yang sudah dilengkapi Triptonic cenderung lebih awet non Triptonic,” ujar Hermas Efendi Parbowo selaku Owner bengkel Worner Matic saat diwawancarai di bengkelnya (19/10).

Hermas juga mengungkapkan penyebab tidak awetnya transmisi otomatik dengan teknologi Tritonic tersebut. “Hal tersebut dikarenakan mobil yang telah dilengkapi dengan Triptonic pengemudinya cenderung memiliki gaya berkendara yang lebih sporty. Tentunya umur transmisi menjadi tidak awet, dikarenakan kerja clutch lebih berat ketimbang transmisi matic non-Triptonic,” tambahnya.

Masih menurut Hermas, penggunaan transmisi Triptonik disarankan secara bijaksana. “Sebenarnya boleh-boleh saja memainkan Triptonic. Namun perlu diingat, agar transmisi lebih awet, jangan gunakan Tritonic secara agresif. Pakai secukupnya saja dan operasikan secara halus,” tutup Hermas.

Sejatinya, transmisi otomatik didesain sedemikian rupa oleh pabrikan agar menghasilkan tingkat mengemudi yang halus dan nyaman. Berbeda dengan transmisi Dual Clutch yang diciptakan untuk mengejar performa mesin sebuah mobil.


Tags Terkait :
Transmisi Otomatik Bengkel
A

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ternyata Gampang Cara Merawat Transmisi D-CVT

Cukup 2 hal yang harus di pastikan dalam merawat D-CVT

3 tahun yang lalu


Berita
Generasi Mendatang Toyota Agya dan Daihatsu Ayla Akan Dibekali Mesin Turbo

Agya-Ayla akan buat lompatan besar di segmennya

3 tahun yang lalu


Berita
Penerus Agya-Ayla Gunakan Struktur DNGA dan Transmisi D-CVT?

Proyek ECCC akan lahirkan mobil-mobil kecil baru

3 tahun yang lalu


Berita
Ini Detail Toyota HyRyder, Siap Debut 1 Juli 2022

SUV Toyota Hyryder sendiri hadir dengan teknologi hybrid, yang ditegaskan melalui logo di bagian pintu mobil

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Edisi Khusus Toyota Corolla Untuk Ultah 60 Tahun

Mobil ini sayangnya hanya tersedia untuk pasar Jepang.

2 jam yang lalu


Berita
Ini Sebab Bungkus Jok Mobil Modern Mulai Meninggalkan Bahan Kain

Desainer otomotif jelaskan sebab jok mobil modern beralih ke kulit sintetis: efisiensi produksi, mudah dibersihkan, aman dari api. Kain lebih nyaman tapi kurang praktis.

3 jam yang lalu


Berita
Sebentar Lagi Meluncur, BYD M6 PHEV Bawa Teknologi Anyar Diklaim Sangat Efisien

Kemungkinan BYD M6 PHEV akan boyong versi DM-i yang lebih berfokus pada penghematan bahan bakar.

3 jam yang lalu


Berita
Jumlah SPKLU Di Seluruh Indonesia Saat Ini 4.892 Unit

Target nasional 2030 harus ada 62 ribuan unit SPKLU

3 jam yang lalu


Berita
Vinyl Roof, Model Atap Populer Yang Kini Telah Ditinggalkan

Jenis atap ini pernah populer di era 60-80an lalu kemudian ditinggalkan.

10 jam yang lalu