OTODRIVER – Konsumsi bensin 22–23 km/liter. Angka seperti ini mungkin biasa saja kalau didapat di jalan tol yang mulus atau macet kota yang datar. Namun angka ini didapat setelah Toyota Veloz Hybrid EV diajak menempuh 350 km dari Makassar ke Tana Toraja dengan rute yang justru 70 persen isinya tanjakan dan tikungan.
Pembuktian Keunggulan Hybrid
Perjalanan ini bagian dari program Epic Journey Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0, dibawakan trio Fitra Eri, Ridwan Hanif, dan Om Mobi. Sembilan jam di jalan, dari Makassar, mampir ke Parepare (sekalian ziarah ke Museum B.J. Habibie), lewat PLTB Sidrap yang bikin suasana makin "hijau", sampai akhirnya menanjak terus ke dataran tinggi Toraja.
Dalam perjalanan inilah kinerja motor listrik Veloz unjuk gigi. Torsi instan dari putaran awal membuat tarikan di tanjakan terasa spontan. Putaran mesin pun tak sampai meraung tinggi untuk mendapatkan dorongan. Ditambah transmisi e-CVT yang halus tanpa perpindahan gigi konvensional, momentum di jalur pegunungan jadi lebih gampang dijaga.
Walau sudah mengasup teknologi hybrid, secara natural jalanan pegunungan yang merupakan kombinasi tanjakan dan turunan membuat kinerja mesin menjadi lebih berat.
Tapi semua tak lantas membuat Veloz jadi mesin penghisap bensin yang handal. Sistem regenerative braking-nya memberikan kontribusi dalam melakukan pengisian daya secara otomatis. Setiap kali melewati turunan dan melakukan pengereman, energi kinetik yang biasanya terbuang malah dipulihkan menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai hybrid. Jadi, walau tanjakan menguras energi, turunan ikut membantu mengembalikannya dan semuanya telah diatur oleh sistem secara otomatis tanpa pengemudi perlu pusing.
Hasilnya? Setelah 250 km, indikator bensin baru berkurang satu bar.
Mengenai kenyamanan kabin, tentu tak perlu terlalu khawatir. Kabin pun tetap adem berkat AC bertenaga listrik yang bisa tetap bekerja meski mesin bensin sedang istirahat, plus fitur Long Sofa Mode buat penumpang yang mau selonjoran.
Sekeping Keindahan Eksotika Sulawesi
Selain membuktikan keandalan Veloz Hybrid, Epic Journey tak bisa dipisahkan dari perjalanan melintasi objek-objek alam Indonesia yang cantik.
Sesaat meninggalkan Makassar, paras cantik Celebes langsung menyapa. Garis pantai membentang luas dengan perairan Teluk Parepare yang tenang bagaikan danau raksasa. Warna biru laut yang jernih berpadu sempurna dengan semilir angin pesisir yang sejuk.
Di sisi lainnya, hamparan bukit hijau, pesawahan dan padang rumput memberikan ritme perjalanan yang santai dan penuh ketenangan.
Memasuki wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), bentang alam berubah menjadi pemandangan spektakuler yang langka di Indonesia. Di atas perbukitan hijau yang membentang luas, berdiri megah deretan 30 turbin angin raksasa dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap.
Baling-baling putih raksasa yang berputar perlahan ditiup angin kencang, dengan latar langit biru dan perbukitan hijau, menghadirkan pemandangan magis. Seolah membawa siapa pun yang melintas melompati benua menuju lanskap pedesaan New Zealand.
Selain itu, di sepanjang jalan, tampak rumah-rumah panggung tradisional yang berdiri kokoh di antara pepohonan rimbun, menambah kehangatan dan kearifan lokal dalam perjalanan.
Klimaks perjalanan visual ini terasa saat kendaraan mulai menanjak menuju ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan laut. Semilir udara yang perlahan berubah menjadi dingin dan segar pun mulai menyapa.
Saat malam mulai bertandang dengan kabut tipis yang menyelimuti, Tana Toraja menyambut dengan keheningan dan keanggunan alamnya.
Eksotika alam Sulawesi yang tersaji menjadikan perjalanan ini semakin sempurna sekaligus menyadarkan kita betapa beruntungnya memiliki semua ini. (SS)
