BUS-TRUCK – Era elektrifikasi di dunia kendaraan komersial semakin mengemuka, mengawali tahun 2026 hadir lagi Farizon yang merupakan kampiun di kendaraan komersial asal Tiongkok. Diboyong oleh PT Arista Auto Elektrindo sebagai APM.
Peluncuran perdana Farizon SV pekan ini di Jakarta (23/1), juga menandai kolaborasi global antara Arista Group dengan Zhejiang Farizon New Energy Commercial Vehicle Group (Farizon Auto). Farizon Auto sendiri merupakan anak perusahaan Geely Holding Group.
Secara global, Farizon menempati posisi terdepan sebagai merek kendaraan niaga listrik nomor satu di Tiongkok dan dunia dalam segmen commercial EV.
Sepanjang 2025, Farizon mencatatkan penjualan kumulatif di atas 160.000 unit dengan pangsa pasar yang secara konsisten sejak tahun 2020 berada di posisi teratas.
Selain Farizon SV, juga ada beragam model kendaraan komersial seperti truk angkut berat, truk angkut, truk kecil, van, sampai bus.
“Farizon hadir bukan sebagai konsep, melainkan sebagai solusi nyata yang siap digunakan oleh pelaku usaha di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan komitmen ARISTA Group untuk menghadirkan kendaraan niaga listrik yang relevan dengan kebutuhan operasional bisnis saat ini,” buka Director PT. Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny Ng, seperti dikutip dari keterangan resminya.
Farizon SV dikonsepkan sebagai kendaraan niaga listrik yang dirancang untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari secara berkelanjutan, yang mengutamakan efisiensi kerja, keandalan kendaraan, dan kenyamanan pengemudi.
Farizon SV dirancang untuk memenuhi kebutuhan transportasi penumpang, termasuk layanan shuttle bus, kendaraan operasional, hingga mobilitas komersial berkapasitas besar. Dengan konfigurasi 16 kursi, kendaraan ini menawarkan ruang kabin yang lega dan tata letak ergonomis demi kenyamanan penumpang dan pengemudi.
Baca juga: Farizon Auto Gandeng Arista Group Jajakan MPV Niaga EV
Baca juga: Memperkenalkan Farizon, Raksasa Kendaraan Niaga Non Fosil
Desain tanpa pilar B yang inovatif
Selain dilengkapi ruang bagasi belakang yang luas, desain tanpa pilar B sangat inovatif untuk menghadirkan kendaraan dengan akses keluar-masuk kabin yang semakin mudah dan efisien.
Desain tersebut dibangun tanpa mengurangi kekuatan struktur bodi yang telah memenuhi standar kendaraan komersial di wilayah Eropa. Dari sisi teknologi dan keselamatan, Farizon SV dikembangkan menggunakan arsitektur GXA-M yang merupakan bagian dari Geely Global Modular Architecture.
Struktur bodi memadukan material aluminium dan baja berkekuatan tinggi, sehingga mampu memenuhi standar keselamatan Eropa.
Kendaraan yang dilabel harga Rp698 juta (OTR Jakarta) itu dilengkapi 30 fitur keselamatan dan sistem bantuan berkendara, termasuk teknologi pengereman, kontrol stabilitas, hingga fitur bantuan aktif yang dirancang untuk memberikan keamanan selama penggunaan operasional.
Guna menunjang performa, Farizon SV yang berpenggerak roda depan ini dibekali motor listrik dengan daya hingga 226,5 hp dan torsi puncak 336 Nm. Van berpenggerak roda depan ini mengadopsi baterai buatan Gotion berkapasitas 82.883 kWh dengan voltase 400 Volt.
Komposisi dimensinya termasuk lapang untuk ukuran van kelas menengah; 5.995 mm (panjang), 1.980 mm (lebar), 2.500 mm (tinggi). Wheelbase 3.850 mm. (EW)
