BUS-TRUCK - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengemukakan jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta meningkat secara tahunan, yakni masing-masing 3,64 persen; 11,71 persen; dan 4,37 persen pada Februari 2026.
Seperti diungkapkan oleh Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, pekan ini (1/4).
Meski begitu, seperti dikutip dari Antara, sempat ada tren penurunan jumlah penumpang dibandingkan jumlah penumpang pada bulan Januari.
Untuk penumpang Transjakarta ada penurunan 7,02 persen, tetapi secara kumulatif pencapaiannya tetap tinggi yaitu 32,88 juta orang.
Sedangkan jumlah bus Transjakarta yang beroperasi tercatat sebanyak 4.598 unit, mengalami penurunan secara bulanan maupun tahunan masing-masing sebesar 0,54 persen dan 6,58 persen.
Di lain kesempatan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengapresiasi kinerja Transjakarta yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Kota Jakarta, dengan nominal mencapai Rp73,8 triliun.
Menurutnya, TransJakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi sistem transportasi di Jakarta.
Bahkan, berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan di Asia berada di posisi kedua setelah Singapura.
Pernyataan itu disampaikannya di sela peringatan 12 tahun beroperasinya PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) di Halte Transjakarta Tosari, Menteng, Jakarta Pusat (27/3).
Sejurus kemudian dijabarkan lagi oleh Gubernur Jakarta bahwa investasi pada sektor transportasi melalui Transjakarta juga telah membawa dampak ekonomi yang signifikan.
Setiap Rp1 triliun investasi mampu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun.
Sebagai catatan, penguatan layanan transportasi publik di wilayah Jakarta perwujudannya melalui alokasi untuk Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp4,8 triliun, atau sekitar 5,99 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Lebih lanjut, diingatkannya lagi soal pentingnya menjaga kualitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, sehingga diperlukan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan disiplin operasional dan keselamatan layanan.
Baca juga: Transjakarta Menambah 10 Ribu Bus Sampai 2029
Baca juga: Ini Rute Mikrotrans Jaklingko Di Lima Wilayah Kota Jakarta
Ada ratusan pengemudi baru untuk armada Jaklingko serta Mikrotrans
Salah satu upaya untuk meningkakan pelayanan dalam ekosistem Transjakarta adalah perhatian serius terhadap operator serta pramudi secara konsisten. Termasuk penindakan jika terjadi kelalaian dalam hal operasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, dalam kesempatan yag sama juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan peremajaan pramudi Mikrotrans atau JakLingko guna meningkatkan kualitas sopir serta kenyamanan pengguna.
Menurutnya telah diseleksi sejumlah kandidat melalui program Transjakarta Academy dan telah terpilih 125 orang pramudi yang siap mengoperasikan armada.
Untuk 125 orang pranudi itu sudah melewati sesi pelatihan intensif selama 6-8 minggu dalam program tersebut mencakup teknik mengemudi defensif, penanganan situasi darurat, pelayanan pelanggan, serta pengetahuan dasar perawatan bus.
Selain keterampilan teknis, akademi juga mengajarkan soft skill, di antaranya komunikasi efektif, manajemen stres, dan etika berkendara. (EW)
