Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Kini Giliran Suite Class Ditiru Bangladesh, Mirip Hingga Livery

Selain front fascia yang dicontek, bagian samping hingga panel kaca sampingnya juga mirip.
Bus
Minggu, 21 Februari 2021 12:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Sudah jadi rahasia umum jika trend karoseri di Bangladesh meniru bodi bus dari Indonesia. Dan yang terbaru adalah bus Legacy SR2 Suite Class dari Laksana yang dicontek.

Selain front fascia yang dicontek, bagian samping hingga panel kaca sampingnya juga mirip. List bodi dari bus tersebut juga jelas mengikuti karya dari karoseri asal Ungaran, Jawa Tengah tersebut.

BACA JUGA

Tak tanggung, bus milik perusahaan St. Martin Travels ini bukan cuma menyontek desainnya saja. Bahkan hingga livery awal saat Legacy SR2 Suite Class muncul di GIIAS 2018 silam ikut ditiru.

Hal tersebut terlihat dari grafis pelangi yang menghiasi bodi bus berwarna putih yang rencananya dirilis pekan ini.

Meski demikian, ada sederet perbedaan yang diperlihatkan oleh sosok contekan tersebut. Mulai dari kerapihan desain yang kurang, seperti pada panel headlamp dan pengecaran bodinya. Pun demikian dengan lampu belakangnya yang masih mengandalkan gaya Jetbus 2.

Serta mesinnya yang masih mengandalkan Hino AK yang bermesin depan. Hal tersebut membuat kenyamanan yang ditawarkan akan berbeda dari Legacy SR2 Suite Class yang khusus dibuat untuk bus-bus bermesin belakang.

Sedangkan di bagian dalam, meski sama-sama berjenis sleeper bus, namun keduanya punya interior berbeda. Pada Suite Class dari Laksana menghadirkan jok yang dapat direbahkan hingga 150 derajat. Pada bus Bangladesh ini, terdapat tempat tidur dengan konfigurasi 2-1 yang dilengkapi sekat tempat tidur berupa gorden saja.


Tags Terkait :
Bus Suite Class Karoseri Laksana Bus Bangladesh
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Duh, Ada Bus Laksana Suites Class Pakai Sasis Ashok Leyland

Bus Ashok Leyland ini menampilkan kelas sleeper dengan balutan bodi ala Legacy SR2 Suites Class garapan karoseri Laksana, Ungaran. Tentu bukan benar-benar buatan Indonesia.

5 tahun yang lalu


Bus
Kini Giliran Suite Class Ditiru Bangladesh, Mirip Hingga Livery

Selain front fascia yang dicontek, bagian samping hingga panel kaca sampingnya juga mirip.

5 tahun yang lalu


Bus
Seperti Ini Penampakan Sleeper Bus India, Tampang Jadul Interior Ala Hotel

Tampilannya malah mirip bus-bus di Indonesia pada awal 2000-an. Di mana ketinggian deknya standar, bukan berjenis high deck.

5 tahun yang lalu


Bus
Ini Bocoran Sleeper Bus dan Ultra High Deck Dari Tentrem

Dari foto-foto yang beredar, sleeper bus dari Tentrem akan berjuluk Avante H9 Priority dan ultra high deck berjuluk Avante D1.

5 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

1 hari yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

2 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

5 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

6 hari yang lalu