Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

GWM Tegaskan Tidak Tertarik Kembangkan EREV

GWM tolak kembangkan EREV karena efisiensi rendah 13% dibanding direct-drive pada kecepatan menengah-tinggi, ungkap Presiden Mu Feng saat peluncuran platform GWM One.
Mobil Listrik
Selasa, 14 April 2026 09:30 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
EREV (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Extended Range Electric Vehicle (EREV) saat ini mulai dilirik sebagai model hybrid yang memberikan solusi berkendara ala mobil listrik (BEV) tanpa kehadiran range anxiety (kekhawatiran akan jarak tempuh). 

Kehadiran mesin bakarnya dipresentasikan sebagai generator yang memberi suply listrik saat baterai besarnya mulai kehilangan kapasitas listrik karena pemakaian.

Belakangan trend EREV atau dikenal juga sebagai Range Extender Electric Vehicle (REEV) ini pun mulai diadaptasi pada berbagai brand, mulai dari brand asal China hingga AS.

Namun ternyata, GWM, salah satu raksasa otomotif dari China punya pandangan lain. Pabrikan yang bermarkas besar di Baoding, China ini mengatakan tidak akan mengembangkan EREV sebagai bagian dari strategi teknologi masa depannya.

BACA JUGA

Pengumuman ini dilakukan dilakukan saat GWM meluncurkan platform globalnya GWM One pada awal tahun ini.

GWM one, multy platform tanpa EREV (Foto : carnewschina)

Mengutip dari Carnewchina, Presiden GWM, Mu Feng menjelaskan sikap perusahaannya terhadap teknologi EREV itu. 

Ia mengatakan bahwa EREV tidak menghadirkan hambatan teknis yang berarti, namun membawa kerugian inheren dibandingkan solusi penggerak langsung, terutama dalam kondisi mengemudi yang sensitif pada efisiensi.

Lebih jauh lagi Mu Feng membeberkan bahwa sistem EREV bergantung pada mesin pembakaran internal untuk menghasilkan listrik, yang kemudian melewati beberapa sistem kontrol sebelum disalurkan pada motor penggerak dan diubah jadi energi mekanik untuk memutar roda.

Mu Feng mengatakan, transisi energi yang panjang ini mengakibatkan kerugian efisiensi berlapis terutama saat digunakan pada kecepatan menengah dan tinggi. 

Selanjutnya ia mengatakan bahwa pengujian internal GWM menunjukkan bahwa EREV 13% tidak efisien jika dibandingkan dengan sistem penggerak langsung (direct-drive) dalam skenario ini.

Perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan direct drive ini adalah penggerak hybrid di mana mesin bakar secara langsung memberikan suport untuk menggerakkan kendaraan (hybrid pararel). 

Hal ini yang tidak ditemui pada sistem EREV yang menganut konsep hybrid seri yang mengandalkan penggerak murni dari motor listrik (electric driven).

Secara tidak langsung GWM akan lebih fokus dalam penggembangkan PHEV yang sering disebut sebagai alternatif lain dari EREV. (SS)


Tags Terkait :
GWM EREV PHEV GWM One
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Mobil Listrik
GWM Tegaskan Tidak Tertarik Kembangkan EREV

GWM tolak kembangkan EREV karena efisiensi rendah 13% dibanding direct-drive pada kecepatan menengah-tinggi, ungkap Presiden Mu Feng saat peluncuran platform GWM One.

1 bulan yang lalu


Berita
BAIC Arcfox Perkenalkan MPV Mewah, Rival Denza D9

Arcfox, sub-brand dari Beijing Automotive Group (BAIC), resmi membuka masa pre-sale untuk MPV mewah terbarunya, Wendao V9.

4 minggu yang lalu


Berita
Eks Desainer Nio Dan GWM Ungkap Kesalahan Desain Ferrari Luce

Mantan desainer Nio dan GWM, Alexey Semenov, menilai Ferrari Luce memiliki sejumlah kelemahan mendasar dari sisi desain eksterior.

1 hari yang lalu

Berita
GWM Akui Tak Khawatir Harga Diesel Meroket

Harga BBM diesel di Indonesia saat ini meroket. Namun GWM tak khawatir dengan itu.

5 hari yang lalu


Berita
GWM Belum Minat 'Hadirkan PHEV Di Indonesia

Merek Tiongkok terus merangsek pasar otomotif tanah air.

1 minggu yang lalu


Berita
GWM Perkenalkan Tank 500 Diesel Yang Serba Hitam

GWM resmi memperkenalkan varian baru dari Tank 500 yakni Black Warrior.

1 minggu yang lalu


Berita
Chery QQ Dari Waktu Ke Waktu

Versi pertamanya sempat dianggap produk contekan.

2 minggu yang lalu


Berita
GWM Pastikan Kehadiran Mobil Diesel Hybrid

GWM bergabung dengan Mercedes-Benz, Audi dan Chery dalam penggunaan mesin diesel hybrid.

3 minggu yang lalu


Terkini

Bus
Tarif Transjabodetabek Akan Naik Signifikan

Akan diawali tarif baru untuk rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

29 menit yang lalu


Berita
Jetour Targetkan 1.000 Unit T1 Terjual

Harga Jetour T1 Rp 388 juta ditawarkan untuk 500 konsumen pertama di Indonesia. Jetour menargetkan penjualan 1.000 unit SUV T1 yang diluncurkan dengan pilihan mesin bensin dan PHEV.

7 jam yang lalu


Berita
SPBU Terapkan Bensin Campur Etanol Mulai Juli 2026, Aman Dipakai Jangka Panjang?

Mulai Juli 2026 seluruh SPBU di Jawa wajib menjual bensin campuran etanol 5 persen atau E5. Apakah aman untuk mobil dalam jangka panjang? Simak penjelasan ahli ITB.

8 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Berhasil Jual Belasan Ribu Unit Bulan Mei, Gran Max Terlaris Disusul Sigra dan Ayla

Penjualan Daihatsu Mei 2026 tercatat 12.531 unit, naik 25 persen dari tahun sebelumnya. Gran Max menjadi model terlaris, diikuti Sigra dan Ayla dengan mayoritas produk lokal.

20 jam yang lalu


Truk
Peran Karoseri Bagi Mercedes-Benz Tak Hanya Identik Untuk Bus

Pasang bodi tambahan di atas sasis truk juga butuh penanganan khusus.

20 jam yang lalu