OTODRIVER – Masuknya BYD Racco ke pasar Jepang seolah menjadi salah satu cara baru produsen China dalam melakukan penetrasi pasar di negeri Sakura. Salah satunya dengan masuk ke segmen kei car, kategori mobil mungil yang selama ini menjadi salah satu kekuatan pabrikan lokal di negeri para samurai itu.
Setelah BYD, kini Chery mengambil ancang-ancang menapaki jalan yang sudah dibuka Racco. Pabrikan asal Wuhu, Anhui, China ini merangsek ke segmen tersebut melalui merek Emta.
Mengutip CarNewsChina (28/10/2026), Electric Mobility Technologies (EMT), perusahaan patungan yang melibatkan Chery, berencana meluncurkan kei car listrik pertamanya di Jepang pada 2027.
Kehadiran Emta akan menambah persaingan di segmen kei car listrik yang selama ini didominasi merek Jepang. Model tersebut juga bakal berhadapan langsung dengan BYD Racco, serta sejumlah produk lokal seperti Nissan Sakura dan Suzuki e-Sky.
Langkah BYD dan Chery ini cukup menarik. Pasalnya, kei car merupakan segmen yang sangat penting di Jepang. Berdasarkan data JATO Dynamics, penjualan kei car mencapai sekitar 1,55 juta unit sepanjang 2025. Angka tersebut setara dengan 38 persen dari total penjualan kendaraan di Jepang.
BYD Racco sendiri menjadi salah satu pembuka jalan bagi merek asing untuk masuk ke segmen tersebut. Mobil ini dikembangkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen Jepang, termasuk karakter bodi tinggi dengan pintu geser elektrik di kedua sisi.
Bahkan, Racco menjadi model pertama BYD yang dikembangkan khusus untuk satu negara. Kehadirannya sekaligus menandai langkah penting produsen China dalam mencoba masuk ke segmen yang selama ini dikuasai pabrikan lokal.
Berdasarkan gambar patent, sepertinya Emta akan membuat pembeda dari BYD. Mereka tak hanya mempersiapkan mobil perkotaan, namun juga disiapkan dalam gaya SUV. Hanya saja belum ada keterangan lebih lanjut apakah SUV Kei car Emta ini bakal dilengkapi dengan kemampuan off-road seperti Suzuki Jimny JB64.
Asal Nama dan Kolaborasi Chery dengan Perusahaan Jepang
Emta berada di bawah Electric Mobility Technologies (EMT), perusahaan patungan yang melibatkan lima perusahaan, yakni Chery Automobile, Jiangsu Yueda Automobile Group, Autobacs Seven, Gotion, dan Anest Iwata. Artinya perusahaan ini bukan murni dari China, namun juga ada unsur Jepangnya melalui Autobacs Seven dan Anest Iwata.
Nama Emta sendiri disebut sebagai singkatan dari “Easy, Made To All”, yang mencerminkan upaya menghadirkan mobil listrik yang mudah diakses semua kalangan. Meski demikian, sejumlah media seperti CarNewsChina melaporkan bahwa pihak perusahaan menyebut Emta sebagai nama merek, bukan singkatan.
Dalam kolaborasi ini, Chery bertugas menyediakan teknologi kendaraan, termasuk platform, sistem penggerak listrik, serta teknologi bantuan berkendara.
Sementara itu, produksi kendaraan akan dilakukan di pabrik Yueda yang berada di Yancheng, China. Gotion bertanggung jawab memasok baterai, sedangkan Autobacs Seven akan menangani jaringan penjualan di Jepang. Adapun Anest Iwata memberikan dukungan terkait kualitas produk.
Menariknya, desain Emta dikerjakan oleh tim asal Jepang yang memiliki latar belakang bekerja di Honda dan Mazda. Emta juga tidak hanya menyiapkan satu model. Setelah kei car pertamanya, mereka berencana menghadirkan tiga kendaraan lain berupa hatchback, SUV, dan MPV.
Jika bisnisnya berkembang sesuai harapan, EMT bahkan mempertimbangkan untuk membangun fasilitas produksi di Jepang setelah 2030.
Langkah ini memperlihatkan bahwa produsen China tidak hanya ingin menjual mobil di Jepang dengan membawa produk yang sudah tersedia di negaranya. Mereka mulai mencoba memahami karakter pasar lokal, bahkan masuk ke kategori kendaraan yang memiliki regulasi dan kebutuhan sangat spesifik. (SS)
