Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Subsidi Dicabut Pemerintah, Penjualan EV di Jerman Terjun Bebas

Pada awalnya pemerintah Jerman memberikan insentif untuk mobil listrik yang dijual di negara mereka. Namun akhirnya insentif tersebut dicabut per akhir tahun lalu.
Mobil Listrik
Minggu, 11 Februari 2024 15:40 WIB
Penulis : Ahmad Biondi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Penjualan mobil listrik (Electric Vehicle/EV) baru di Jerman anjlok hingga 54,9 persen akibat kebijakan insentif pajak EV yang dicabut oleh pemerintah.

Seperti kebanyakan negara lain di dunia, Jerman sebelumnya memberikan insentif pajak kepada warga yang membeli kendaraan listrik. 

Namun sejak Desember 2023, pemerintah memutuskan untuk mengakhiri program insentif itu, setelahnya penjualan kendaraan listrik langsung anjlok.

Seperti dilansir Carscoops, Sabtu (10/2) melaporkan, bahwa dibandingkan dengan Desember 2023, penjualan kendaraan listrik baru pada Januari 2024 turun 54,9 persen, sementara penjualan Plug-In Hybrid (PHEV) turun 19,6 persen.

BACA JUGA

Di sisi lain, pasar untuk kendaraan dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) naik lebih dari sembilan persen, yakni naik 9,1 persen untuk bensin, dan 9,5 persen untuk diesel.

Penjualan kecil kendaraan ICE tidak cukup untuk menopang pasar otomotif, yang menyusut 11,7 persen dibandingkan dengan Desember 2023.

Angka penjualan EV BMW di Jerman juga mengalami penurunan

Meskipun berakhirnya insentif pajak secara tiba-tiba tidak diragukan lagi menjadi penyebab penurunan penjualan kendaraan listrik, itu bukan satu-satunya alasan penurunan penjualan.

Constantin Gall, seorang ahli dari konsultan keuangan yang banyak menangani kasus industri otomotif Ernst & Young (EY), mengatakan bahwa ada masalah mendasar yang berkontribusi terhadap penurunan penjualan tersebut.

"Perekonomian yang lemah, biaya pembiayaan yang tinggi, dan ketegangan geopolitik yang cukup besar menyebabkan keengganan untuk membeli dari pihak individu dan perusahaan," kata Gall kepada Wall Street Journal.

Ia mengakui bahwa kurangnya insentif akan menjadi tantangan bagi para produsen mobil, dan 2024 kemungkinan akan menjadi tahun yang sulit bagi industri otomotif. (AB)


Tags Terkait :
Mobil Listrik Jerman EV
A

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Layu Sebelum Berkembang, LiDAR Perangkat Canggih Yang Justru Mulai Ditinggalkan Sebelum Mendunia

Alasan LiDAR ditinggalkan Tesla Xpeng Volvo karena biaya tinggi, keterbatasan cuaca, dan perkembangan kamera berbasis AI. Produsen otomotif mulai beralih dari sensor laser ini.

2 bulan yang lalu


Berita
Bos Xiaomi Puji Teknologi Tesla, "Kami Masih Banyak Belajar"

CEO Xiaomi, Lei Jun, memberikan pujian terbuka kepada teknologi Full Self-Driving (FSD) milik Tesla melalui akun Weibo miliknya.

1 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Penjualan EV Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Tesla Alami Penurunan Penjualan Terparah Sejak 12 Tahun Terakhir

Penjualan mobil listrik global menurun. Salah satu produsen terbesar EV yaitu Tesla, bahkan mengalami penjualan terparah sepanjang 12 tahun terakhir.

1 tahun yang lalu


Berita
Varian Termurah Cybertruck Diburu Konsumen Bikin Tesla Malah Stop Buka Pesanan, Ini Alasannya

Tesla Cybertruck varian termurah sudah tidak bisa dipesan karena dianggap terlalu banyak peminat.

1 tahun yang lalu


Berita
BYD Kembali Lewati Tesla Sebagai Penjual Mobil Listrik Terlaris di Dunia, Ini Buktinya

Penjualan mobil listrik Tesla kembali dilewati oleh BYD pada kuartal kedua 2024 ini.

2 tahun yang lalu


Berita
Setelah Supercar, Kini Polisi Pariwisata Dubai Pakai Tesla Cybertruck

Tesla Cybertruck dipercaya sebagai mobil dinas kepolisian di Dubai, Simak detailnya

2 tahun yang lalu


Berita
Tesla Akhirnya Bisa Pakai Search Engine Buatan Baidu

Untuk mendukung aktivasi fitur Full Self Driving di Cina

2 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Penjualan Tesla Lebih Buruk Dari Pandemi, Apa Masalahnya?

Tesla mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Apa masalahnya?

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Masih Simpan Dua Model EV Terbaru, Hyundai Raih 2.000-an SPK Di GIIAS 2026

Ada optimisme dari Hyundai bahwa kehadiran EV terbaru tetap ditunggu konsumen

47 menit yang lalu


Berita
Muncul di GIIAS 2026, ORA 5 Bukan Sekadar ORA 03 yang Dibesarkan

Debut GWM ORA 5 di GIIAS 2026 memperkenalkan SUV listrik dengan dimensi lebih besar dari ORA 03. Model ini memiliki panjang 4.471 mm dan wheelbase 2.720 mm.

2 jam yang lalu


Berita
Mazda CX-30 Jadi Rakitan Indonesia, In This Economy Harga Anjlok Rp86,5 Juta

Harga Mazda CX-30 CKD Indonesia kini Rp499 juta OTR Jakarta setelah dirakit lokal, turun Rp86,5 juta dari harga impor sebelumnya dengan penyesuaian spesifikasi tertentu.

3 jam yang lalu


Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

5 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

6 jam yang lalu