Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaFirst Drive

FIRST DRIVE: Toyota C-HR AT 2018

Inilah impresi kami saat mendapatkan kesempatan mencoba C-HR dalam jangka pendek.
First Drive
Kamis, 17 Mei 2018 09:00 WIB
Penulis : Hariawan Arif


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Toyota Indonesia belum lama ini meluncurkan sebuah crossover baru yaitu C-HR. Crossover ini digadang-gadang masuk di segmen yang sama dengan Honda HR-V, Nissan Juke, Mazda CX-3 dan Chevrolet Trax namun dengan banderol harga yang tergolong paling mahal.

Untuk menghilangkan rasa penasaran ini karena tingginya harga C-HR yang mencapai Rp 488,5 hingga Rp 490 juta ini, Toyota mengadakan kegiatan bernama “Media First Impression Toyota C-HR” di kawasan Ancol, Jakarta Utara (2/5). OtoDriver tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk bisa mengetahui apa saja yang ditawarkan C-HR ini setelah peluncurannya yang langsung dicap “mahal” oleh netizen. 

Untuk itu kami langsung saja mencoba mobil yang memiliki platform terbaru ini yaitu Toyota New Global Architecture (TNGA) yang diklaim memiliki fungsi untuk meningkatkan efisiensi sistem produksi model-model terbaru agar satu platform bisa digunakan ke lebih banyak model Toyota. Tidak hanya itu, Toyota juga menjanjikan kesenangan berkendara serta ikatan emosional terhadap mobil berplatform TNGA.

Begitu masuk ke dalam kabinnya, kami langsung mendapatkan posisi duduk di kursi pengemudi yang terbilang rendah untuk sebuah compact SUV atau crossover. Mencari posisi yang pas untuk mengemudi sayangnya tidak secara elektrik pengaturannya. Ternyata ada maksud khusus dari Toyota yang membuat posisi duduk cenderung rendah, yaitu demi mendapatkan low center of gravity sehingga rasa yang dinamis saat berkendara harusnya kian maksimal.

Tidak mau berlama-lama, mesin berkubikasi 1.800 cc langsung kami nyalakan dengan memencet tombol Start Stop Button. Saat dapur pacu sudah menyala, getarannya nyaris tidak terasa di dalam kabin apalagi saat pintu tertutup.

Sesaat duduk di posisi pengemudi, memang desain coupe a like ini membuat C-HR memiliki sedikit masalah dengan blind spot pada sisi pilar C, visibiltasnya yang rendah akan mempersulit Anda saat parkir mundur.

Akhinya untuk pertama kali C-HR versi Indonesia pun kami bawa jalan. Karakter dari transmisi otomatik Continous Variable Transmission (CVT) terasa halus, nyaman saat digunakan stop-and-go di tengah padatnya lalu lintas. Namun dengan catatan saat itu kami posisikan di mode berkendara Eco-Mode.

Namun ternyata pemilihan mode berkendara ini cukup unik, karena untuk mendapatkan mode yang kita ingingkan, Anda harus sedikit effort dengan membuka pengaturan di MID (Multi Information Display) menggunakan tombol di lingkar kemudi. 

Komputer dari C-HR ini diklaim memiliki pengaturan khusus untuk CVT-nya, yaitu saat perpindahan gigi yang terasa natural seperti transmisi otomatis reguler biasa. Toyota menyebut putaran mesin akan terasa berubah setiap perpindahan ke gear lebih tinggi. Umumnya pada transmisi berteknologi CVT, putaran mesin selalu bertahan di atas.

Untu mengeksplorasi performanya, kami pun sempat menggunakan mode Sport. Namun ternyata pengaturan untuk mendapatkan rasa natural untuk transmisi CVT membuat mobil ini terasa kurang responsif ketika berakselerasi. 

Kami kembali melesatkannya dengan menggunakan mode perpindahan manual pada transmisi, saat peda gas diinjak habis, mesin langsung merespons namun ada jeda terasa di putaran 2.000 rpm, sebelum kemudian meninggi dan memberikan torsi maksimalnya.

Untuk suspensi, peredamannya terasa dalam kombinasi yang seimbang antara kaku dan lembut. Karakter ini memberikan kesan mobil yang lebih mewah dibanding segmennya saat melalui jalan bergelombang. Saat diajak bermanuver cukup kencang pun, suspensinya mampu menahan gejala body roll sehingga handlingnya nyaris mendekati sebuah hatchback.

Kelebihan:

  1. Tampilan yang menarik 
  2. Suspensi dinamis
  3. Kekedapan kabin tergolong baik

Kekurangan:

  1. Performa yang biasa saja
  2. Blind spot di pilar C mengurangi pandangan ke belakang
  3. Build quality biasa saja
  4. Harga yang tinggi di kelasnya

Spesifikasi:

Toyota C-HR

Harga: Rp 488,5 - Rp 490 juta

Kapasitas Mesin: 1.800 cc 4 silinder

Tenaga maksimum: 141 ps/6.400 rpm

Torsi maksimum: 170 Nm/4.000 rpm

Transmisi: Otomatik CVT


Tags Terkait :
Toyota C-HR
H

Hariawan Arif

Reporter

r

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Prius Plug-in Hybrid Dua kali Lebih Irit

Dalam perjalanan Banyuwangi-Bali sepanjang 380 km, Toyota Prius PHEV mencatatkan angka konsumsi bahan bakar 55 km/liter.

6 tahun yang lalu


Berita
GIIAS 2018: Tak Ada Mobil Baru, Toyota Pamer Berbagai Mobil Masa Depan

Toyota pamerkan 3 kendaraan konsep di GIIAS 2018.

7 tahun yang lalu


Berita
Toyota Astra Motor Melihat Potensi Ekspor Mobil Listrik Sedan

Padahal ada Toyota C-HR hybrid yang sejak GIIAS 2017 sudah tampil dan di GIIAS 2018 mendatang juga dipastikan akan kembali muncul.

7 tahun yang lalu


Berita
Toyota C-HR Versi Hybrid Dipastikan Muncul di GIIAS 2018, Tapi...

Jangan harap bisa memesan apalagi membeli Toyota C-HR hybrid di GIIAS 2018.

7 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mobil Misterius Gazoo Racing Ini Hadirkan Spekulasi Kelahiran Kembali Toyota MR2

Spesifikasi Toyota MR2 generasi baru Gazoo Racing masih dirahasiakan. Prototipe mid-engine ini memunculkan spekulasi kehadiran model sport dengan sistem AWD dan mesin 2.0 liter.

11 jam yang lalu


Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

12 jam yang lalu


Tips
Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

Benarkah nitrogen mampu menjaga tekanan ban lebih stabil? Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

13 jam yang lalu


Berita
Brand ‘O’ Siap Debut di Indonesia, Diduga Omoda O4 Meluncur 27 Juli 2026

Brand O dari Chery akan debut di Indonesia. Peluncuran Omoda O4 27 Juli 2026 Indonesia dijadwalkan dengan desain futuristis untuk konsumen muda.

13 jam yang lalu


Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

15 jam yang lalu