Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

XPeng X9 Punya Fitur Baru, Bantu Mobil Tetap Terkendali Saat Ban Pecah

XPeng X9 Facelift dilengkapi Flat Tire Stability Control yang mendeteksi kehilangan tekanan ban dan mengoreksi stabilitas melalui ESC serta pengaturan torsi agar kendaraan tetap terkendali.
Berita
Selasa, 11 Agustus 2026 13:15 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Xpeng X9 (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Perkembangan teknologi kendaraan tidak lagi semata mengejar performa, kenyamanan, ataupun efisiensi. Aspek keselamatan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan sebuah kendaraan, terlebih ketika teknologi elektronik memungkinkan mobil merespons kondisi darurat dalam waktu yang sangat cepat.

Hal tersebut salah satunya terlihat pada XPeng X9 facelift. MPV listrik ini mendapatkan tambahan fitur keselamatan yang menarik perhatian, yakni Flat Tire Stability Control.

Secara sederhana, fitur tersebut merupakan sistem yang dirancang untuk membantu menjaga kestabilan kendaraan ketika salah satu ban kehilangan tekanan secara mendadak, misalnya akibat pecah ban atau kebocoran besar.

“Update fitur keselamatan pada XPeng X9 yang menjaga kestabilan mobil jika amit-amit terjadi pecah ban. Sistem keselamatan ini langsung bekerja untuk menstabilkan mobil supaya tetap dapat dikuasai dan berhenti di tempat yang aman,” terang Vice President Marketing XPeng Indonesia, Hari Arifianto, saat ditemui beberapa waktu lalu.

BACA JUGA
Fitur Flat Tire Stability Control disematkan pada Xpeng X9 Facelift (Foto : Otodriver/Rangga D.A)

Cara Kerja Flat Tire Stability Control

Secara prinsip, sistem ini mengandalkan sejumlah sensor dan perangkat kontrol kendaraan yang bekerja secara simultan. Di antaranya sensor kecepatan roda, sensor sudut kemudi, sensor yaw atau gerakan rotasi bodi, sensor percepatan lateral, serta sistem Electronic Stability Control (ESC).

Lantas bagaimana sistem tersebut bekerja ketika ban mengalami masalah?

1. Mendeteksi perubahan pada roda

Ketika sebuah ban kehilangan tekanan secara signifikan, karakteristik putaran roda dan kontaknya dengan permukaan jalan ikut berubah.

Sensor kecepatan roda kemudian dapat membaca adanya perbedaan perilaku antara roda yang mengalami masalah dengan roda lainnya.

2. Membaca perubahan dinamika kendaraan

Informasi dari sensor tersebut kemudian diproses oleh komputer kendaraan.

Bukan hanya putaran roda yang dipantau. Sistem juga melihat perubahan arah kendaraan, sudut kemudi, yaw rate, serta percepatan lateral.

Dengan demikian, komputer kendaraan dapat mengetahui apakah arah gerak aktual mobil mulai tidak sesuai dengan arah yang diinginkan pengemudi.

3. ESC melakukan koreksi

Apabila kendaraan mulai mengalami kecenderungan menyimpang atau berputar akibat perubahan gaya pada ban, sistem kontrol kestabilan dapat melakukan pengereman secara selektif pada roda tertentu.

Intervensi tersebut bertujuan menghasilkan momen koreksi terhadap bodi kendaraan sehingga gerakan yaw dapat ditekan dan kendaraan tetap lebih mudah dikendalikan.

4. Mengatur torsi penggerak

Karena XPeng X9 merupakan kendaraan listrik, sistem kontrol kendaraan juga dapat berkoordinasi dengan pengaturan torsi motor listrik.

Ketika kondisi kendaraan dianggap tidak stabil, torsi penggerak dapat dikurangi sesuai kebutuhan. Tujuannya untuk menghindari tambahan gaya penggerak yang justru dapat memperburuk ketidakstabilan kendaraan.

Dengan kata lain, sistem tidak hanya mengandalkan pengereman, tetapi juga dapat mengatur respons sistem penggerak.

5. Memberikan waktu kepada pengemudi

Inilah tujuan utama Flat Tire Stability Control.

Sistem tersebut bukan untuk membuat mobil tetap bisa digunakan secara normal setelah ban pecah. Intervensinya ditujukan untuk mengurangi kecenderungan kendaraan kehilangan kendali, sehingga pengemudi memiliki kesempatan lebih besar mempertahankan arah kendaraan, mengurangi kecepatan, kemudian menepikannya di tempat yang aman.

Bukan Pengganti Ban Run-Flat

Ada satu hal yang perlu digarisbawahi.

Keberadaan Flat Tire Stability Control bukan berarti XPeng X9 dapat terus dikendarai dengan ban kempis atau pecah.

Fitur ini lebih tepat dipahami sebagai stability assistance ketika terjadi kehilangan tekanan atau kerusakan ban secara mendadak.

Jadi berbeda dengan ban run-flat yang secara konstruksi memang dirancang agar kendaraan masih dapat dikendarai dalam jarak dan kondisi tertentu setelah kehilangan tekanan.

Flat Tire Stability Control bekerja pada kendaraan, bukan membuat ban yang rusak kembali berfungsi normal.

Konsep Lama, Kemampuan Baru

Menariknya, konsep untuk mempertahankan kestabilan kendaraan ketika terjadi kondisi darurat pada ban sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.

Sistem Electronic Stability Program (ESP) atau Electronic Stability Control (ESC) sendiri telah berkembang sejak dekade 1990-an. Teknologi tersebut menggunakan berbagai sensor untuk mendeteksi kecenderungan kendaraan mengalami kehilangan stabilitas, kemudian melakukan intervensi melalui pengereman individual dan pengaturan sistem penggerak.

Perkembangan teknologi elektronik dan komputasi kendaraan kemudian membuat kemampuan tersebut semakin cepat dan presisi.

Pada kendaraan listrik modern, kemampuan ini bahkan mendapatkan tambahan "senjata" berupa kontrol torsi motor listrik yang dapat dilakukan secara sangat cepat.

Saat terjadi kehilangan tekanan ban, sensor kendaraan dapat membaca perubahan pada karakteristik gerak roda dan dinamika kendaraan. Data tersebut kemudian diproses untuk menentukan intervensi yang diperlukan agar kendaraan tetap berada sedekat mungkin dengan arah yang diinginkan pengemudi.

Namun, angka waktu respons seperti kurang dari 10 milidetik sebaiknya dipahami sebagai klaim atau parameter sistem tertentu, bukan sebagai patokan universal seluruh teknologi Flat Tire Stability Control. Kecepatan deteksi dan intervensi dapat berbeda bergantung pada sensor, algoritma, arsitektur kontrol, serta kondisi kendaraan.

Yang jelas, perkembangan teknologi ini menunjukkan satu hal: ketika ban tiba-tiba kehilangan tekanan, mobil modern tidak lagi hanya "menunggu" respons pengemudi. Elektronik kendaraan dapat ikut membaca situasi dan melakukan koreksi untuk membantu mempertahankan kendali.

Dan pada XPeng X9 facelift, kemampuan tersebut dikemas secara khusus melalui Flat Tire Stability Control.(SS)


Tags Terkait :
Xpeng X9 Flat Tire Stability Control
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
XPeng X9 Punya Fitur Baru, Bantu Mobil Tetap Terkendali Saat Ban Pecah

Teknologi ini bekerja dalam hitungan milidetik untuk membantu pengemudi mempertahankan kendali kendaraan

1 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

4 hari yang lalu


Berita
Xpeng Recall Belasan Ribu Unit Di Cina Akibat Heatwave, Indonesia Sedang Investigasi

Xpeng resmi mengajukan program penarikan kembali (recall) kepada China State Administration for Market Regulation (SAMR) untuk mengatasi cacat pada sistem suspensi udara (air suspension).

2 minggu yang lalu


Berita
Beberapa Air Suspnesion Xpeng X9 Bermasalah Di Cina, Diduga Akibat Heatwave

MPV flagship Xpeng, yakni X9, tengah menjadi sorotan setelah sejumlah pemilik di Chongqing, China,

3 minggu yang lalu


Berita
Tidak Ada Model Baru Maxus Untuk GIIAS 2026

Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026 bakal dihelat sebentar lagi. Namun pesta otomotif ini tidak membuat Maxus ingin memperkenalkan model terbarunya.

4 minggu yang lalu


Berita
Xpeng X9 Facelift Banyak Perubahan, Harga Mulai Rp1,14 Miliar

Jadi lebih nyaman, bertenaga, dan jarak tempuh lebih jauh.

1 bulan yang lalu


Berita
Leapmotor D99 Resmi Dirilis, Jadi Rival Denza D9 Dan Xpeng X9

Leapmotor resmi memperkenalkan model terbarunya, D99, di pasar Tiongkok.

1 bulan yang lalu


Berita
GAC Aion Batal Luncurkan Dua Model Baru Di GIIAS 2026, Ini Alasannya

Pameran otomotif terbesar di Indonesia Gaikindo Indonesia International Auto Show alias GIIAS 2026 bakal dihelat sebentar lagi. Tapi Aion batal luncurkan mobil baru.

1 bulan yang lalu


Terkini

Berita
XPeng X9 Punya Fitur Baru, Bantu Mobil Tetap Terkendali Saat Ban Pecah

XPeng X9 Facelift dilengkapi Flat Tire Stability Control yang mendeteksi kehilangan tekanan ban dan mengoreksi stabilitas melalui ESC serta pengaturan torsi agar kendaraan tetap terkendali.

1 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Terios, Tetap jadi LSUV Idaman Pengguna Mobil Keluarga

Daihatsu Terios spesifikasi dan popularitas LSUV keluarga masih kuat di Indonesia sebagai pionir dengan mesin 1.5 liter dan basis konsumen loyal.

3 jam yang lalu


Berita
Ini Dia Mobil Tiongkok Terlaris Saat Ini Di Jepang

BYD Racco terlaris di Jepang setelah mencatat 1.002 pesanan dalam dua pekan peluncuran. Varian 300 Premium mendominasi dengan kontribusi 80 persen dari total pemesanan.

4 jam yang lalu


Komparasi
Toyota bZ4X Touring vs BYD Sealion 7, Adu SUV Listrik AWD Rp 800 Jutaan

Toyota bZ4X Touring vs BYD Sealion 7 AWD harga Rp 800 jutaan dibandingkan dari sisi dimensi, baterai, tenaga, ground clearance, dan jarak tempuh SUV listrik dual motor.

5 jam yang lalu


Berita
Lamborghini Temerario Siap Hadir di Indonesia, Penerus Gallardo dan Huracán

Peluncuran Lamborghini Temerario di Indonesia pada 13 Agustus 2026 di Jakarta memperkenalkan penerus Gallardo dan Huracán dengan teknologi elektrifikasi.

6 jam yang lalu