OTODRIVER – All New Mitsubishi Pajero terlahir di atas sasis tangga yang dikembangkan dari Triton, sang pikap. Di Australia, kiprah Pajero Sport berakhir pada 2025, dan menurut CarExpert, kehadiran Pajero langsung mengisi kekosongan itu. Sementara Triton masih dipertahankan di Negeri Kanguru tersebut.
Lalu, apakah kehadiran “The Real Pajero” ini akan membawa perubahan dramatis pada Triton generasi berikutnya? Jawabannya datang dari Kunitoshi Itagaki, Chief Product Specialist Pajero, kepada media Australia dan Thailand.
“Untuk saat ini, tidak ada rencana. Fitur-fitur ini semacam pengembangan khusus untuk Pajero sebagai flagship kami,” ujarnya, dikutip dari Drive.com.au.
Pajero Punya Fitur Sendiri
Meski berbagi banyak komponen, Pajero punya beberapa hal yang tidak dimiliki Triton. Rem belakangnya sudah memakai cakram, sedangkan Triton masih mengandalkan tromol. Kabinnya dilengkapi dua layar 14,3 inci, jauh lebih besar dari layar infotainment 9 inci dan panel instrumen 7 inci milik Triton.
Mesin 2,4 liter yang diperbarui juga hadir di Pajero, dan itu satu-satunya yang dipastikan ikut dipakai Triton.
Berbeda dari Pernyataan Sebelumnya
Jawaban Itagaki terasa berbeda dari komentar tiga tahun lalu. Saat Triton diperkenalkan di Thailand, Yoshiki Masuda, chief product specialist Triton, menyebut rem belakang masih tromol. Menurutnya, rem cakram dibutuhkan agar kompatibel dengan fitur keselamatan aktif (ADAS) dan parkir otomatis yang lebih lengkap, sekaligus demi performa.
Masuda juga mengatakan rem cakram belakang “pasti” direncanakan pada pembaruan Triton di masa depan, dan menyebut panel instrumen digital 12,3 inci sebagai tambahan potensial. Facelift pertengahan siklus Triton sendiri diperkirakan hadir pada 2027 atau 2028.
Entah rencana Mitsubishi memang berubah, atau para eksekutif sengaja menahan informasi saat peluncuran Pajero.
Tromol Bukan Berarti Ketinggalan
Rem cakram belakang kini dipakai sebagian besar pikap laris, setidaknya di beberapa tingkat varian. Isuzu D-Max, Mazda BT-50, dan Nissan Navara yang berbasis Triton termasuk yang masih bertahan dengan tromol. Bahkan Pajero Sport generasi sebelumnya sudah memakai cakram, tapi fitur itu tak pernah sampai ke Triton.
Meski begitu, tromol bukan sekadar teknologi tua. Menurut situs Engineering Fix, alasan utamanya bukan semata murah atau ketinggalan zaman. Pikap harus sanggup membawa beban berat, bekerja di lingkungan keras, dan tetap ekonomis. Rem tromol punya bidang kontak pengereman yang lebih besar sehingga tidak membutuhkan tekanan sebesar rem cakram untuk menghasilkan daya henti yang setara.
Artinya, absennya rem cakram di Triton belum tentu soal ketertinggalan. Namun bagi pembeli yang menginginkan fitur keselamatan lebih lengkap, penjelasan teknis ini mungkin kurang menghibur jika Mitsubishi memang menyimpan fiturnya hanya untuk Pajero. (SS)
