OTODRIVER – Mobil listrik kian menjamur. Jika Anda merupakan salah satu konsumen yang beralih dari mobil bermesin konvensional ke mobil listrik, tentu ada beberapa adaptasi yang perlu dilakukan dan salah satunya adalah tekanan angin ban.
Mobil listrik alias EV rata-rata memiliki anjuran tekanan angin ban yang lebih tinggi dibandingkan ICE. Lantas, benarkah hal tersebut?
“Betul, jadi dalam kondisi normal, kita ambil contoh Xpeng X9 yang ban-nya menggunakan Michelin e-Primacy. Itu anjuran tekanan angin bannya 39 PSI di stiker bawaan pabriknya,” jelas Alfons Abikaryono selaku Customer Engineering Support Michelin Indonesia ketika diwawancarai di Jakarta Pusat, Jumat (20/1).
Kemudian, Alfons juga menyebutkan bahwa bobot kendaraan yang menyebabkan tingginya tekanan angin ban pada mobil listrik.
“Secara mobil, EV kan battery pack-nya itu yang menjadi kontribusi berat terbesar, Jadi akhirnya secara bobot mobilnya sendiri sudah relatif diatas mobil ICE,” tambahnya.
Lebih lanjut, Alfons menyebutkan bahwa tekanan angin ban pada mobil listrik 10-40 persen lebih tinggi dibandingkan ICE.
“Kalau saya coba lihat di beberapa informasi itu antara 10-40 persen di atas umumnya mobil ICE. Jadi memang akhirnya tekanan anginnya juga sudah perlu disesuaikan dengan bobotnya,” tutup Alfons.
Sebagai gambaran, rata-rata tekanan angin ban pada mobil bermesin bensin konvensional berkisar antara 30-35 PSI. Sedangkan mobil listrik rata-rata di atas 36 PSI. (AW)
