OTODRIVER – Steering by wire (StBW) merupakan sistem kemudi mobil canggih yang menghilangkan hubungan mekanis fisik antara lingkar kemudi ke perangkat pengerak arah roda di bagian depan.
Sebagai gantinya, koneksi antara lingkar kemudi dan ban diganti dengan kabel, aktuator motor listrik, sensor yang semuanya diproses melalui komputer (ECU).
Input dari setir diubah menjadi sinyal elektronik untuk menggerakkan aktuator dengan motor listrik yang ada pada sistem mekanikal kemudi di bagian bawah.
Nissan menjadi pabrikan pertama yang menggunakan sistem kemudi pintar ini pada 2013 yang diterapkan pada Infinity Q50.
Merupakan langkah besar dan berani dari Nissan saat merilis teknologi ini, bahkan beberapa media saat itu menggambarkannya seperti menyetir mobil dengan konsep ala game Grand Turismo.
Dalam pengujian lapangan sempat terdapat beberapa kelemahan yang menjadi kendala pada Q50 seperti tidak responsif, kurang wajar dan tidak terduka serta punya feel kemudi yang terlalu hambar dan datar.
Namun sisi positifnya, pengemudi merasakan kelembutan saat mengemudi.
Seiring waktu, sistem ini mengalami pengembangan semakin presisi, diklaim lebih aman dan efisien.
Penggunanya pun semakin luas, salah satunya adalah Xpeng. Pada sebuah kesempatan Otodriver mencobanya langsung saat sesi test drive untuk sistem Voice, Languange and Action (VLA) pada Xpeng P7.
Kami merasakan bahwa sistem kemudi StBW pada P7 memberikan feel yang natural dan presisi. Dan saat tombol otonomous diakifkan. Di sinilah StBW menampakkan keunggulan telaknya.
Cocok Untuk Sistem Otonomous
Hilangnya perangkat mekanikal dan digantikan dengan sistem elektrik dan sensor menciptakan integrasi yang mulus dengan sistem kemudi otonom atau semi otonom.
Sistem kemudi memberikan feedback yang cukup presisi dengan apa yang ditangkap oleh kamera pintar pada mobil dan memprosesnya sebagai output dengan cukup mulus.
Seorang instruktur dari Xpeng yang menemani kami dalam sesi test drive tersebut menjelaskan bahwa komputer berbasis AI pada mobil ini mampu mengambil penuh kendali kemudi dan memberikan feedback yang presisi dan menambahkan bahwa integrasi AI dan sistem StBW ini mampu meminimalisir kesalahan saat mengemudi.
“Pada penggunaan di mobil otonom, sistem StBW lebih unggul dibandingkan dengan sistem lama yang masih mengandalkan penggerak mekanikal. Sistem mampu bersinergi dengan input dari AI tanpa ada halangan dan jeda yang bisa saja terjadi jika menggunakan sistem lama,” jelasnya.
Senada dengan penjelasan dari instruktur tersebut, kutipan dari BSM North America memperkuat argumen tersebut.
Mengutip dari Bsma.com, membeberkan mengapa StDW ini cukup krusial untuk kendaraan otonom.
- Intergrasi penuh dengan sistem AI. Mobil otonom mengandalkan sensor dan komputer untuk bernavigasi. Sistem SBW menerima perintah digital dari Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) secara instan, memungkinkan manuver kemudi yang sangat cepat dan presisi.
- Keamanan yang Lebih Tinggi: Karena tidak ada poros kemudi mekanis, risiko kemudi terkunci secara fisik berkurang. Selain itu, sistem ini dirancang dengan redundansi (sistem cadangan) yang memastikan kendali tetap terjaga meskipun terjadi kegagalan elektronik.
- Respons Kemudi yang Dapat Disesuaikan: AI dapat menyesuaikan rasio dan kelembutan kemudi secara real-time berdasarkan kecepatan, kondisi jalan, atau kebutuhan darurat (misalnya menghindar dengan cepat).
- Fleksibilitas Desain Interior: Tanpa kolom kemudi konvensional, produsen memiliki kebebasan lebih dalam merancang kabin, bahkan memungkinkan roda kemudi dilepas atau dilipat saat mode otonom aktif.
- Kenyamanan yang Lebih Baik: Sistem ini menghilangkan getaran jalan yang tidak diinginkan pada kemudi, memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus dan tenang. (SS)
