Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Space Age, Ketika Mobil Amerika Ingin Terlihat Seperti Roket

Ada suatu era di mana teknologi ruang angkasa dan roket mendapatkan tempat dan jadi trend desain khususnya mobil-mobil dari Amerika
Berita
Minggu, 23 Agustus 2026 09:02 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Cadillac 1959 (Foto :general motors)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Desain mobil khususnya dari Amerika pada era 1950-an hingga awal 1960-an, ada satu hal yang langsung terasa. Mobil-mobil tersebut seperti tidak dibuat untuk sekadar melaju di jalan raya, tetapi seolah siap diluncurkan ke luar angkasa.

Bodi besar, sirip belakang menjulang, bumper berbentuk roket penuh krom hingga lampu belakang yang menyerupai nosel roket menjadi ciri khas desain pada masa itu. Namun tentunya kondisi ini bukan berarti ada hubungan erat antara dunia otomotif dengan dunia aviasi, atau malah mengidamkan mobil yang bisa terbang. Namun itulah yang terjadi di suatu era di mana industri otomotif Amerika sedang berada di tengah suatu masa yang kemudian dikenal sebagai Jet Age dan Space Age.

Mengutip dari americanhistory.si.edu, setelah Perang Dunia II berakhir, Amerika memasuki periode kemakmuran. Di saat yang sama, perkembangan pesawat jet, rudal dan program antariksa membuat teknologi masa depan menjadi bagian dari imajinasi masyarakat. Desainer otomotif pun ikut terpengaruh.

Salah satu contoh paling terkenal adalah sirip belakang Cadillac. Elemen tersebut mulai muncul pada Cadillac 1948 setelah desainer Franklin Quick Hershey terinspirasi bentuk ekor pesawat tempur P-38 Lightning. Awalnya kecil, tetapi ukurannya terus berkembang hingga menjadi salah satu ciri paling ekstrem mobil Amerika akhir 1950-an.

BACA JUGA

Menjelang akhir dekade, sirip tersebut bahkan sudah terlihat seperti sayap kecil. Cadillac Eldorado 1959 menjadi salah satu contoh paling ekstrem. Bukan hanya sirip, desain lampu, ornamen, grille dan garis bodinya juga dibuat seolah mengambil bahasa visual dari pesawat jet dan roket.

General Motors bahkan membawa imajinasi tersebut lebih jauh melalui Motorama. Ajang yang berlangsung dari 1949 hingga 1961 ini menjadi panggung bagi berbagai mobil konsep futuristis. Salah satunya GM LeSabre 1951 yang menggunakan banyak elemen desain pesawat jet. GM juga memperkenalkan keluarga konsep Firebird dengan desain dan teknologi yang secara terang-terangan mengambil inspirasi dari dunia penerbangan.

Chrysler tidak mau ketinggalan. Melalui desainer Virgil Exner, mereka memperkenalkan bahasa desain Forward Look pada pertengahan 1950-an. Bodi dibuat lebih rendah, panjang dan ramping dengan sirip belakang yang semakin dramatis. Desain tersebut kemudian menjadi salah satu identitas Chrysler pada era tersebut.

Cadillac 1948 pencetus demam roket dan pesawat pada desain mobil dunia(Foto : general motors)

Gaya bukan fungsi

Menariknya, bentuk-bentuk tersebut sebenarnya tidak selalu memiliki fungsi aerodinamika yang serius. Bahkan bisa dikatakan malah mengganggu aerodinamika.

Secara fungsi, sirip-sirip itu lebih banyak berperan sebagai bahasa desain sekaligus alat pemasaran. Produsen membutuhkan cara agar mobil keluaran tahun berikutnya terlihat berbeda dari model sebelumnya.

Karena itu, perubahan desain menjadi sangat cepat. Konsumen yang sudah memiliki mobil tetap dibuat tergoda untuk membeli model baru hanya karena tampilannya berbeda. Smithsonian bahkan mencatat bahwa perubahan styling tahunan menjadi bagian dari strategi design obsolescence industri otomotif Amerika.

Namun tren ini tidak hanya terjadi di Amerika. Semangat Jet Age dan futurisme juga menyebar ke berbagai belahan dunia. Desainer Eropa dan Jepang mulai mengeksplorasi bentuk yang lebih rendah, aerodinamis dan futuristis, meski biasanya dengan pendekatan yang lebih sederhana tak seheboh jika dibandingkan mobil Amerika.

Pada akhirnya, era mobil bersirip besar mulai berakhir. Selera konsumen berubah dan desain yang terlalu penuh ornamen mulai ditinggalkan. Memasuki 1960-an, bentuk mobil perlahan menjadi lebih bersih, sederhana dan sporty.

Meski begitu, warisan Space Age masih terasa sampai sekarang. Banyak mobil konsep modern tetap menggunakan bahasa desain yang terinspirasi pesawat, roket dan teknologi masa depan.

Bedanya, kalau dulu desainer membuat mobil terlihat seperti roket karena manusia sedang bermimpi pergi ke luar angkasa, kini mobil justru benar-benar membawa teknologi yang dulu hanya ada dalam bayangan tersebut.(SS)


Tags Terkait :
Space Age Rocket Age
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Space Age, Ketika Mobil Amerika Ingin Terlihat Seperti Roket

Ada suatu era di mana teknologi ruang angkasa dan roket mendapatkan tempat dan jadi trend desain khususnya mobil-mobil dari Amerika

1 jam yang lalu


Berita
Meet & Greet OtoDriver Selalu Jadikan Booth Solar Gard di GIIAS 2017 Selalu Dipadati Pengunjung

Tak cuma membuat berkesan para Subscribers OtoDriver, sebuah Mercedes-Benz GLA 200 AMG yang mengaplikasi kaca film Solar Gard  turut meramaikan booth ini.

8 tahun yang lalu

First Drive
Media Test Drive Changan Nevo Q05, Rasakan Kenyamanan Kabin hingga Performa di Tanjakan

OtoDriver berkesempatan merasakan Nevo Q05 sebagai penumpang di bangku belakang maupun mengemudikannya secara langsung. Bagaimana impresinya?

1 hari yang lalu


Bus
Hino Terus Handover Sampai Pekan Terakhir GIIAS 2026

Bukti komitmen sinergi pabrikan, karoseri, dan operator

2 hari yang lalu


Berita
Audi Q5 Terbaru Seharga Rp1,7 Miliaran Hadir di GIIAS 2026

Tampil dengan identitas SUV premium untuk keluarga. Intip keunggulannya.

5 hari yang lalu


Berita
Maxus Mifa 9 Hadir di GIIAS 2026, MPV Listrik Premium dengan Definisi Baru Quiet Luxury

Maxus Mifa 9 hadir di GIIAS 2026 sebagai MPV listrik premium dengan konsep quiet luxury. Harga Maxus Mifa 9 OTR Jakarta Rp958 juta dilengkapi baterai 90 kWh dan fitur kabin mewah.

5 hari yang lalu


Bus
PO Bagong Borong 61 Unit Bus Hino Di GIIAS 2026

Dilakukan untuk penambahan armada serta peremajaan unit.

1 minggu yang lalu

Bus
Hino Hadirkan Bus RM 280 ABS Retarder, Makin Aman dan Nyaman

Spesifikasi Hino RM 280 ABS Retarder mencakup electromagnetic retarder, sistem ABS, sasis space frame, dan air suspension untuk peningkatan keselamatan serta kenyamanan.

1 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Space Age, Ketika Mobil Amerika Ingin Terlihat Seperti Roket

Ada suatu era di mana teknologi ruang angkasa dan roket mendapatkan tempat dan jadi trend desain khususnya mobil-mobil dari Amerika

1 jam yang lalu


Berita
Mercedes Jip Indonesia Sepuluh Hari Menyusuri Jejak Sejarah Nusantara Hingga ke Bali

Sepenggal cerita dari keseruan acara touring Mercedes Jip Indonesia dari Jakarta hinga ke Bali. Banyak pengalaman menarik.

4 jam yang lalu


Berita
Tahun Depan Geely Luncurkan Baterai Baru, Lebih Kecil dan Lebih Jauh Jangkauannya

Geely sedang mengembangkan baterai solid-state berteknologi baru yang membuatnya bakal berukuran compact, namun tetap memiliki jarak tempuh yang jauh.

13 jam yang lalu


Berita
Mazda Punya Cara Baru Atasi Kelemahan Mesin Rotary

Mesin rotary, masih menjadi sesuatu yang tetap sensual bagi Mazda. Kelemahan struktural pada model lawas sepertinya sudah bisa dipecahkan oleh pabrikan Hiroshima ini

16 jam yang lalu


Berita
Jatah 125 Unit Full Booked, Honda Super One di Australia Ludes Sama Seperti di Indonesia

Di Indonesia kuota Honda Super One hanya 100 unit. Lantas di Australia jatahnya 125 unit. Sama seperti di Indonesia, penjualan di pasar Australia juga sudah habis dipesan konsumen.

17 jam yang lalu