OTODRIVER - Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok atau Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) baru saja merilis draf persetujuan standar nasional baru.
Regulasi anyar ini dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2027 dan secara tegas menghapus seluruh konten teknis yang berkaitan dengan setir model setengah lingkaran (yoke steering). Langkah ini mengindikasikan sikap hati-hati regulator terhadap desain kemudi non-konvensional.
Dilansir dari Carnewschina.com (13/2), sebagai gambaran, standar keselamatan kemudi yang saat ini berlaku, yakni GB 11557-2011, sudah digunakan lebih dari satu dekade.
Namun, regulasi tersebut dinilai tak lagi memadai untuk mengevaluasi teknologi terbaru seiring pertumbuhan pesat kendaraan listrik. Karena itu, pembaruan aturan ini memperketat sejumlah aspek krusial.
Dibanding versi sebelumnya, standar anyar ini menyelaraskan diri dengan regulasi internasional dengan menurunkan batas gaya horizontal pada pengujian modul manusia menjadi 11.110 N, mengikuti spesifikasi UN R12. Selain itu, ditetapkan pula ambang batas ketat untuk pergerakan kolom setir ke arah atas dan belakang saat terjadi benturan.
Poin penting lainnya, standar terbaru ini menghapus pengecualian uji benturan terhadap tubuh manusia yang sebelumnya masih diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Artinya, seluruh model kendaraan tanpa terkecuali wajib lolos pengujian verifikasi ini.
Di sisi lain, setir model setengah lingkaran menghadapi tantangan besar untuk memenuhi regulasi baru. Standar mensyaratkan pengujian benturan pada sepuluh titik spesifik di lingkar setir, termasuk “titik tengah area terlemah” dan “titik tengah area tanpa penopang terpendek.”
Pada desain setir yang bagian atasnya hilang, sejumlah titik krusial tersebut secara fisik memang tidak ada. Konsekuensinya, model kemudi seperti ini praktis mustahil memenuhi standar nasional terbaru.
Data kecelakaan yang dikutip Autohome menyebutkan sekitar 46 persen cedera pengemudi berasal dari mekanisme kemudi. Setir konvensional berbentuk bulat dinilai mampu memberikan area penahan benturan yang lebih luas saat tubuh terdorong ke depan.
Sebaliknya, setir setengah lingkaran memungkinkan tubuh melewati area kemudi saat terjadi benturan sekunder, sehingga berpotensi meningkatkan risiko cedera secara signifikan.
Saat ini, ada beberapa model ternama yang mengandalkan setir dengan desain serupa. Seperti Tesla Plaid dan juga Lexus RZ 450e. (AW)
