OTODRIVER - SUV paling mentereng dan punya pengaruh besar di dunia otomotif salah satunya adalah Mercedes-Benz G-Class.
Tak terlalu berlebihan, sejak pertama kali hadir si ‘Jip Mersi’ ini langsung hadir sebagai salah satu SUV advance dengan multi peran. Ia digunakan di bidang militer hingga digunakan sebagai tunggangan mewah yang diminati kaum papan atas.
Tapi, tahukah Anda bahwa kelahiran SUV yang dibuat di fasilitas Magna Steyr di Graz, Austria ini punya hubungan sejarah yang erat dengan Iran?
Di awal 70'an, Shah Iran Mohammad Reza Pahlavi memberikan masukan pada Mercedes-Benz untuk membuat kendaraan militer segala medan yang handal, tangguh namun fleksibel digunakan untuk kendaraan harian. Ia menginginkan sebuah SUV segala medan untuk dibekalkan kepada Angkatan Perang Iran.
Selanjutnya request dari orang nomor satu di monarki Iran ini pun direalisasikan.
Pada 1972, kesepakatan pun menandatangani dengan Steyr-Daimler-Puch, sebagai minta strategis Mercedes-Benz untuk meracik dan membuat sebuah SUV seperti yang disarankan oleh Pahlavi.
Tim insinyur Mercedes-Benz dari Stuttgart bertanggung jawab untuk desain dan teknologi, sedangkan tim Steyr-Daimler-Puch menjalankan fungsi untuk pengembangan produksi.
Singkatnya pada tahun 1974, prototipe pertamanya berhasil dibuat. Serangkaian test berat dilakukan mulai dari ganasnya Padang Sahara hingga bekunya iklim ektrim di Artikel.
Rangkaian pengujian ini pun kemudian berujung dengan diproduksinya mobil yang kemudian menyandang nama sebagai G-Class ini. Peluncuran G-Class diluncurkan pada musim semi, Februari 1979 di Toulon, Perancis.
Saat itu, G-Class cukup menghebohkan dunia otomotif lantaran SUV ini hadir dengan mengantongi spek yang dianggap terlalu tinggi. Ia berdiri di atas sasis tangga dengan racikan suspensi coil spring pada roda depan dan belakang.
Selanjutnya ia dilengkapi dengan tiga different locker yang dijejalkan pada roda depan dan belakang serta pada transfercase. Selain itu, ia punya beberapa varian bodi yang bisa disesuaikan.
Namun ironisnya, sang pemesan, Shah Reza Pahlavi justru tidak bisa menikmati apa yang dipesannya. Gejolak politik di Iran menyebabkan sang Raja pun lengser dari tahtanya di Februari 1979. Pemesanan Angkatan Bersenjata Iran pun dibatalkan. (SS)
