OTODRIVER - Pernahkan Anda mendengar kasus mobil tiba-tiba mogok saat melintas lintasan kereta api?
Tidak ada hubungannya dengan kisah kasih dedemit penunggu lintasan kereta, melainkan disinyalir kuat dikarenakan terdapatnya medan magnet pada jalur kereta tersebut.
Medan magnet ini tercipta lantaran ada gesekan antara rel kereta dengan roda kereta yang juga terbuat dari besi.
Sebagian orang berpendapat bahwa hal tersebut adalah mitos, seperti halnya yang dikutip dari Kompas.com yang memuat pendapat Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan rel kereta, baik yang menggunakan listrik maupun tidak, tidak menghasilkan medan magnet yang cukup kuat untuk mempengaruhi sistem kendaraan.
Namun ada juga sebaliknya. Seperti dikutip dari laman Daihatsu.co.id, yang mengunggah pendapat dari Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, yang mengatakan bahwa rel kereta memiliki emisi elektromagnetik yang sering kali tidak kompatibel dengan sistem eletronik kendaraan, hal ini disinyalir mengganggu sistem pada mobil.
Bahkan di sisi lain, PT KAI pun mengatakan mengenai adanya medan magnet yang salah satunya dihasilkan dari dinamo lokomotif yang bahkan bisa mencapai radius satu kilometer. Dijelaskan lebih lanjut, karena hal inilah palang pintu ditutup bahkan ketika jarak kereta masih jauh dari lintasan.
Amankah mobil dari gelombang elektromagnatik?
Pada kesempatan ini kita tidak akan membahas kontroversi mengenai medan magnet tersebut. Anggap saja ada medan magnet besar di luar mobil. Apakah medan magnet tersebut akan benar-benar jadi ancaman bagi pengguna mobil terutama mobil listrik?
Sustainability Mobility Expert dan co-Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar pun angkat suara.
“Pada dasarnya mobil konvensional maupun EV tidak rentan terhadap gangguan elektromagnetik,” ujar pria yang akrab disapa Gofar ini saat dihubungi Otodriver, Rabu (29/04/2026).
“EV itu harus memenuhi standara uji electromagnetic interference (EMI) sebagai bagian dari type approvalnya. Standarnya UNECE R10 untuk type approvalnya, untuk komponen elektronik ada ISO 11451 dan 11452 untuk imunitas komponen dan kendaraan,” sambungnya.
Lebih jauh lagi Gofar menjelaskan bahwa semua bodi mobil itu sebetulnya menjadi Faraday Cage.
“Ia mampu melindungi dari gelombang elektromagnetik bahkan sampai disambar petir sekalipun,” lanjut pria yang pernah berkarir di salah satu brand Eropa ini.
Gofar menegaskan bahwa mobil listrik aman terhadap elektromagnetik dan elektrostatik.
“Satu tadi karena fungsi Faraday Cage tadi. Tapi juga semua EV diuji, setiap pabrikan punya laboratorium EMC (electromagnetic compatibility),” tutupnya. (SS)
