OTODRIVER – Bagi mayoritas keluarga Indonesia, mobil bukan hanya alat transportasi. Mobil punya banyak tugas: dipakai bekerja, antar-jemput anak, dan menembus kemacetan. Di akhir pekan, mobil yang sama mengantar liburan. Tugas strategis lainnya, mobil harus siap dipakai mudik melewati beragam jalan yang kondisinya bisa berubah-ubah. Mitsubishi mencoba menjawab semua kebutuhan itu lewat Destinator, model ketiga yang lahir di Indonesia dan dikembangkan sesuai kondisi jalanan Indonesia.
Dimensi dan Handling
Sebagai mobil keluarga serbaguna, Destinator punya dimensi ideal dengan panjang 4.680 mm, lebar 1.840 mm, dan tinggi 1.780 mm. Ukuran itu memberi ruang kepala, bahu, dan kaki yang lega.
Keunggulan lainnya ada pada setelan suspensi yang memberikan handling dan bantingan yang nyaman.
“SUV itu travel suspension-nya lebih panjang, ground clearance-nya lebih tinggi, dan badannya juga lebih bulky. Sekarang, orang selalu mencari mobil yang posisi duduknya lebih tinggi. Nah, Destinator itu punya kelebihan, ya memang posisi duduknya tinggi, tapi yang paling enak adalah headroom-nya yang lega. Headroom lega, shoulderroom lega, legroom belakang, tengah itu lega banget,” ujar Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Mobil yang dirakit di Cikarang ini punya ground clearance 214 mm, atau 244 mm saat under cover dilepas. Mitsubishi mengklaim angka tersebut tertinggi di segmennya. Dengan angka itu, genangan, jalan rusak, dan polisi tidur yang tinggi seharusnya tidak lagi jadi momok.
Untuk menambah kenyamanan, Mitsubishi membekali SUV ini dengan material penyerap dan isolasi suara agar kebisingan dari luar berkurang.
Menyesuaikan Jalanan Indonesia
Untuk menyiasati kondisi jalan yang beragam, Destinator dibekali lima mode berkendara: Normal, Wet, Gravel, Tarmac, dan Mud. Pengemudi bisa menyesuaikan karakter mobil dengan kondisi aspal kering, jalan licin sehabis hujan, jalan berbatu, hingga jalan berlumpur. Tentu, kemampuan melintasi medan tetap ada batasnya. Destinator tetap SUV keluarga, bukan kendaraan off-road murni.
Untuk sumber tenaga, Destinator sepenuhnya mengandalkan mesin pembakaran dalam turbo 1,5 liter yang menghasilkan 163 PS dan torsi 250 Nm, lengkap dengan water-cooled intercooler.
Impresi 1.200 Km
Tidak ada cara yang lebih jujur untuk menilai karakter sebuah SUV selain mengajaknya menempuh perjalanan jauh. Itulah yang dilakukan tim Otodriver dengan membawa Destinator melintasi rute Jakarta–Palembang pulang-pergi sepanjang sekitar 1.200 km.
Rute ini melewati Tol Trans Sumatera yang sebagian ruasnya bergelombang dan keriting. Handling Destinator layak diacungi jempol. Pada kecepatan sekitar 100 km/jam, ayunan suspensi terasa lembut dan handling-nya [lengkapi, mis. “tetap stabil dan terkendali”].
Tenaga mesin terasa melimpah dan selalu tersedia saat diajak berkendara agresif.
Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa Destinator bukan sekadar SUV kota yang dipaksakan tampil gagah, namun juga mampu memberikan ruang yang lega dan juga kinerja yang mumpuni. (SS)
