OTODRIVER - Kemunculan Solid State Battery (SSB) bukan lagi jadi wacana belaka.
Pabrik otomotif dan baterai berlomba-lomba melakukan pengembangan jenis baterai ini untuk segera disematkan sebagai nyawa baru EV mereka. Dan kabar terbarunya, SSB tengah ditunggu-tunggu kedatangannya dan dianggap bakal menjadi nyawa baru bagi EV di masa depan.
Solid state battery dianggap punya kelebihan dibandingkan dengan lithium ferro phosphate (LFP) yang saat ini banyak digunakan khususnya pada otomotif China.
Ketertarikan industri pada solid state battery (SSB) lantaran keunggulan yang sebelumnya jadi kelemahan dari LFP. Menyitat dari Ecoflow, SSB memberikan efisiensi yang lebih bagus dan diklaim lebih aman.
Keunggulan SSB
- SSB menggunakan material yang menggantikan elektrolit pada LFP yang punya sifat tidak stabil sehingga mudah terbakar.
- Punya kepadatan energi yang lebih tinggi, Kepadatan energi SSB hingga 2-3 kali lebih baik berdasarkan berat dan volume. Sehingga memungkinkan jangkauan EV yang lebih panjang tanpa menambah ukuran baterai.
- Pengisian daya lebih cepat. Elektrolit padat memungkinkan tranfer ion yang efisien dan cepat. Sebagai gambaran pengisian 10% hingga 80% dapat diselesaikan dalam 10 hingga 15 menit.
- Lebih aman dari thermal runaway. Dengan menghilangnya cairan, resiko kebocoran, pelepasan gas dan kebakaran berkurang drastis
- Masa pakai lebih lama. SSB mengalami degradasi jauh lebih lambat daripada sel lithium-ion, berpotensi bertahan hingga 5.000 hingga 10.000 siklus pengisian daya.
Kekurangan SSB
- Biaya tinggi. Karena relatif baru, manufakurnya mahal dan tergantung pada proses yang kompleks dengan material yang langka.
- Memproduksi SSB secara massal dalam skala global punya tantangan logistik yang besar.
- SSB punya material eletrolit yang rigid. Umumnya meggunakan material keramik atau kaca sehingga kemungkinan lebih rentan terhadap benturan. Salah satu kendala yang tengah dicari solusinya.
SSB bukan konsep yang benar-benar baru
Mengutip dari Carbuzz, Michael Faraday pertama kali menemukan elektrolit pada pada 1830-an. Tapi ia tidak melakukan pengembangan apapun dengan penelitian tersebut. Pada 1986, Keiichi Kanehori membuat Solid State baterai tipis, tapi baterai tersebut tidak bisa memberikan daya pada perangkat yang lebih besar dari jam tangan, sehingga kemudian diabaikan.
Bapak SSB sejati yang sebenarnya adalah John Goodenough yang juga merupakan bapak lithium ion. Ia memperkenalkan konsep solid state battery pada 2017. Namun sayang pada 2023 beliau meninggal dunia. (SS)
