OTODRIVER - Chery Auto Malaysia memperluas kampanye pemeriksaan pada bagian as roda belakang Omoda 5 produksi sebelum facelift.
Sebanyak 8.878 unit masuk dalam kampanye yang diumumkan pada Oktober 2026 ini. Namun, masih ada pertanyaan mengenai hubungan temuan terbaru dengan masalah pengelasan yang sebelumnya ditemukan pada 2024.
Kala itu, Chery menyebut masalah disebabkan penggantian ujung alat las otomatis oleh pemasok tanpa kalibrasi ulang yang tepat. Kondisi tersebut membuat hasil pengelasan tidak menembus material secara sempurna.
Sementara itu, kampanye terbaru menemukan potensi kekuatan las yang tidak memadai pada sambungan lengan trailing arm as roda belakang. Kondisi ini berisiko menyebabkan sambungan las gagal ketika menerima tekanan selama kendaraan digunakan. Meski demikian, Chery belum menjelaskan apakah kedua temuan tersebut memiliki penyebab teknis yang sama.
Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ) juga telah menangguhkan sementara persetujuan tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) untuk Omoda 5 bermesin bensin versi sebelum facelift yang terdampak. Kebijakan ini membuat kendaraan baru tidak dapat didaftarkan menggunakan persetujuan tersebut selama proses investigasi dan penilaian keselamatan berlangsung.
Sebelumnya, pada April 2024, Chery menggelar pemeriksaan preventif terhadap 600 unit Omoda 5 yang dirakit di pabrik Inokom pada 14-17 Agustus 2023, menyusul laporan kegagalan pada bagian as roda belakang.
Dalam pernyataan pada 4 Mei 2024, Chery menjelaskan bahwa sebanyak 60 unit menggunakan komponen terdampak yang diproduksi pada 15 Agustus 2023. Masalah tersebut dikaitkan dengan penggantian ujung alat las otomatis tanpa kalibrasi ulang, sehingga penetrasi las tidak sempurna.
Indonesia juga pernah menggelar kampanye pemeriksaan terpisah pada 2024. Chery Sales Indonesia mengidentifikasi 420 unit Omoda 5 1.5T Z dan RZ yang berpotensi terdampak. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan nomor identifikasi kendaraan atau VIN, dengan penggantian komponen secara gratis apabila ditemukan masalah.
Angka tersebut merupakan bagian dari kampanye di Indonesia dan tidak termasuk dalam jumlah kendaraan yang diperiksa di Malaysia.
Chery menyatakan tengah melakukan penyaringan terhadap kendaraan di pasar ekspor lainnya yang menggunakan komponen dari kelompok produksi terdampak.
Namun, penerapan kampanye pemeriksaan akan ditentukan berdasarkan kendaraan dan komponen spesifik yang teridentifikasi, bukan semata-mata berdasarkan nama model atau negara pemasarannya.
Sementara di Indonesia sendiri pihak Chery Sales Indonesia belum menyebutkan adanya kasus serupa hingga artikel ini disusun.
“Kami telah menerima informasi mengenai program recall yang dikeluarkan oleh Chery Auto Malaysia terkait insiden OMODA 5. Kami terus berkoordinasi dan menunggu hasil investigasi dari Chery global. Hingga saat ini, kami belum menerima laporan insiden serupa di Indonesia. Namun untuk memberikan rasa tenang, bagi konsumen yang ingin memeriksakan kendaraanya dapat menghubungi Customer Care atau langsung mengunjungi bengkel resmi Chery Indonesia." terang Chery Sales Indonesia. (AW)
