OTODRIVER – Changan Lumin menjadi salah satu mobil listrik mungil yang baru hadir di Indonesia. Kedatangannya menantang beberapa model existing seperti Wuling Air EV, VinFast VF3, dan juga Seres E1.
Namun ada yang menarik dari produk yang satu ini. Sebelum diketok palunya regulasi tentang regulasi pemerintah mengenai insentif mobil listrik, pihak Changan sudah menetapkan harga jual dari Lumin.
Diketahui pemerintah memang telah menyatakan menghentikan sejumlah insentif untuk mobil listrik tahun ini. Dukungan fiskal yang dicabut berlaku untuk produk completely knock down (CKD) dan impor completely built up (CBU).
Soal impor CBU, pemerintah memastikan tak akan memperpanjang insentif per 31 Desember 2025.
Setiawan Surya selaku CEO Changan Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya enggan terjebak dalam dilemma regulasi yang disebut ‘ayam dan telur’.
“Kalau kita terus-terusan menunggu regulasi, nanti akhirnya jadi seperti 'ayam dan telur', siapa yang mau tunggu-tungguan? Efeknya susah, kita jadi tidak bisa memberikan kepastian bagi konsumen yang ingin melakukan order. Jadi, kami putuskan untuk melakukan penyesuaian harga sekarang juga,” jelasnya di Jakarta Selatan saat momen Media Test Drive Changan Lumin, Kamis (21/1),
Menurut Setiawan, regulasi tersebut terkesan mengambang. Daripada terus menunggu, pihaknya langsung memberikan kepastian kepada konsumen dengan membanderol harga Changan Lumin sebaik mungkin.
"Kami fokus memikirkan periode Januari dahulu. Transaksi khusus di bulan ini untuk NIK 2026, harganya kami buka di Rp 183 juta. Kami ingin memberikan kesempatan bagi teman-teman yang tidak ingin menunda lagi untuk beralih ke mobil listrik," tambahnya.
Changan Lumin sendiri merupakan mobil listrik yang dikategorikan ke segmen mini. Namun saat kami mencoba mobil ini, impresi berkendaranya terasa mengejutkan.
Saat mencoba Changan Lumin untuk pertama kalinya, EV imut ini ternyata punya wheelbase dan wheeltrack yang lebih proper dibandingkan para rivalnya yaitu Wuling Air EV dan VinFast VF3. Karakter suspensinya terasa dewasa layaknya mobil normal, peredamannya cukup smooth, serta handlingnya yg cukup agile. (AW)
