Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Dari Semua Mesin Konfigurasi V, Mesin V4 Paling Jarang Ditemui. Ini Sebabnya

Mesin V16 yang lebih besar dan komplek malah lebih populer
Berita
Selasa, 22 September 2026 21:50 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Engine bay Ford taunus dengan mesin V4 (Foto :otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Mesin V6, V8, V10, bahkan V12 dan V16 menjadi mesin yang jamak digunakan mobil. Walau pun V16 menjadi mesin yang langka, karena umumnya digunakan pada mobil super mewah di era 30-an dan juga mobil eksotik modern seperti Buggati Tourbillon yang memang sangat ekslusif.  Tapi coba bandingkan dengan mobil dengan mesin V4. Maka jumlah V16 justru jauh lebih banyak.

Padahal, secara teori V4 punya kelebihan menarik. Karena empat silinder dibagi menjadi dua bank, mesin ini bisa dibuat lebih pendek dibanding mesin empat silinder segaris atau inline-four (I4).

Lalu kenapa tidak populer?

Jawabannya justru ada pada I4 itu sendiri.

BACA JUGA

Mesin I4 sudah cukup sederhana, kompak dan murah dibuat. Hanya ada satu cylinder head dan satu rangkaian valvetrain. Sementara V4 konvensional membutuhkan dua cylinder head dan konstruksi yang lebih rumit.

Road & Track mencatat, penggunaan V4 pada mobil produksi memang sangat terbatas. Beberapa nama yang pernah menggunakannya antara lain Lancia dan Ford. 

Menariknya, V4 memang lebih pendek, tetapi lebih lebar. Padahal ruang mesin mobil modern umumnya masih cukup untuk menempatkan I4.

Artinya, pabrikan harus membuat mesin yang lebih rumit demi mendapatkan keuntungan dimensi yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

 Konfigurasi mesin V4 (Foto : otodriver)

Bukan berarti V4 jelek

Justru V4 punya beberapa kelebihan teknis. Crankshaft-nya lebih pendek sehingga berpotensi lebih kaku dan kompak.

Lancia bahkan pernah memanfaatkan karakter ini. Lancia Fulvia menggunakan V4 dengan sudut antarbank hanya sekitar 13 derajat. Desainnya sangat kompak dan menjadi salah satu contoh V4 paling menarik dalam sejarah mobil.

Ford juga pernah memiliki Taunus V4 yang kemudian digunakan Saab pada beberapa model, termasuk Saab 95, 96 dan Sonett.

Bahkan di era modern, Porsche 919 Hybrid menggunakan mesin V4 2,0 liter turbo untuk balap ketahanan. Porsche menyebut mesin tersebut sebagai bagian dari sistem hybrid yang dirancang untuk mendapatkan performa tinggi dengan packaging yang kompak.

Jadi masalahnya bukan V4 tidak bagus.

V4 hanya kalah masuk akal dibanding I4 untuk kebanyakan mobil jalan raya.

Dan ketika jumlah silinder naik menjadi enam, ceritanya berbeda. V6 menawarkan keuntungan packaging yang jauh lebih besar dibanding mesin enam silinder segaris.

Itulah sebabnya V6 bertahan, sementara V4 lebih banyak menjadi catatan menarik dalam sejarah otomotif. (SS)

Mobil yang Pernah Menggunakan V4

Model

Mesin

Catatan

Lancia Fulvia

V4 1.1–1.6 liter

V4 narrow-angle

Ford Taunus

V4 1.2–1.7 liter

Dipakai sejak 1960-an

Saab 95/96

Ford V4 1.5–1.7 liter

Menggantikan mesin dua-tak

Saab Sonett

Ford V4

Mobil sport Saab

Porsche 919 Hybrid

V4 2.0 turbo

Mobil balap Le Mans

Di era modern mesin V4 pernah digunakan oleh Porsche 919 di balap Le Mans 2018(Foto : otodriver)

Tags Terkait :
S
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait









Terkini

Terkini