OTODRIVER – Salah satu yang menarik perhatian di IMX 2026 adalah kehadiran mobil dengan pengecatan yang ditaburi butiran kristal. Salah satunya adalah Suzuki Katana Long yang dipajang di pameran tersebut.
Warna dasarnya putih, dipadukan dengan ornamen kuning, oranye, hingga merah yang berkilauan berkat taburan glitter. Efeknya mirip serbuk kristal, sehingga tampilan “Katana Long” alias “Kalong” ini jadi lebih menarik dan beda.
Sebenarnya cat mobil berkilau bukan hal baru di dunia modifikasi. Jauh sebelum efek glitter ramai dipakai pada mobil kontes modern, teknik ini sudah menjadi bagian dari revolusi custom paint di Amerika Serikat pada akhir 1950-an.
Dari Metalflake ke Lowrider
Dalam dunia otomotif, efek tersebut dikenal sebagai metalflake, yakni penggunaan partikel reflektif pada lapisan cat untuk menghasilkan kilauan kuat saat terkena cahaya. Teknik ini kemudian menjadi ciri khas budaya lowrider, terutama di komunitas Chicano atau warga keturunan Meksiko-Amerika.
Mengutip artikel Modern Rodding, metalflake mulai mendapat perhatian pada 1959, ketika desainer otomotif Stefan Boran melihat potensi serpihan aluminium berukuran sangat kecil yang diproduksi Dobeckmun, perusahaan pembuat material foil dan kemasan. Boran kemudian bekerja sama dengan perusahaan tersebut untuk mengembangkannya sebagai bahan pengecatan mobil custom.
Pada 1960, teknik ini mulai diperkenalkan ke publik dan memperluas pilihan finishing bagi penggemar modifikasi. Sebelumnya, warna Candy Apple Red dan pearl white sudah lebih dulu mendapat tempat di kalangan pembangun mobil custom.
Kehadiran metalflake membawa pendekatan baru. Cat tidak lagi sekadar pelapis bodi atau penentu warna, tetapi juga elemen artistik
Identitas Lowrider
Popularitas cat berkilau berkembang bersama kultur lowrider di California Selatan. Berakar dari komunitas Meksiko-Amerika setelah Perang Dunia II, lowrider dikenal lewat mobil-mobil yang dibuat rendah dengan detail modifikasi yang dikerjakan teliti.
Menurut National Museum of American History, tradisi ini tumbuh sebagai bentuk ekspresi kreativitas, kebanggaan budaya, keluarga, dan komunitas. Pada era 1960-an dan 1970-an, identitas Chicano semakin tercermin dalam karya seni pada mobil lowrider.
Di sinilah metalflake punya tempat istimewa. Efek kilau sering dipadukan dengan candy paint, lapisan warna transparan yang menghasilkan kesan dalam, serta mural dan pinstriping, yaitu garis-garis dekoratif yang dikerjakan secara artistik.
Hasilnya bukan sekadar mobil bercat mencolok. Bodi kendaraan menjadi kanvas yang bisa memuat potret keluarga, bunga, simbol keagamaan, hingga motif yang merepresentasikan identitas pemiliknya.
Salah satu contoh paling dikenal adalah Gypsy Rose, Chevrolet Impala 1964 berwarna merah muda dan merah dengan detail bunga mawar serta dekorasi rumit. Mobil ini menjadi ikon lowrider Los Angeles dan ikut memperkenalkan budaya tersebut ke masyarakat luas lewat serial televisi Chico and the Man pada 1970-an.
Tradisi ini juga menunjukkan bahwa modifikasi lowrider bukan pekerjaan singkat. Pemilihan warna, pengecatan, pemasangan aksesori, hingga pengerjaan interior membutuhkan waktu, biaya, dan keterampilan yang tidak sedikit.
Berkembang Mengikuti Teknologi Cat
Seiring perkembangan teknologi, pilihan cat berkilau makin beragam. Metalflake kini tersedia dalam berbagai ukuran partikel dan warna, sementara sistem cat modern memungkinkan efek reflektif digabungkan dengan lapisan transparan untuk tampilan yang lebih kompleks.
Candy paint juga tetap populer pada mobil dan motor custom. Kombinasi lapisan dasar metalflake dengan warna transparan di atasnya bisa menghasilkan warna yang tampak berubah mengikuti sudut pandang dan pencahayaan.
Masih menurut Modern Rodding, dikabarkan bahwa metalflake masih menjadi bagian dari praktik pengecatan custom. Pengaplikasiannya bahkan terus dieksplorasi dengan sistem clear coat modern, termasuk produk berbasis air.
Di luar lowrider, efek serupa juga dipakai pada hot rod, motor custom, kendaraan pameran, hingga proyek modifikasi berkonsep futuristis. Perbedaannya ada pada komposisi warna, ukuran partikel, dan karakter akhir yang ingin dicapai.
Meski begitu, glitter dekoratif tidak bisa sembarangan dicampurkan ke cat mobil. Partikelnya harus kompatibel dengan sistem cat otomotif agar hasilnya merata, tahan lama, dan bisa dilapisi clear coat dengan baik.
Kini, ketika modifikasi kendaraan semakin dekat dengan dunia seni dan gaya hidup, cat glitter tetap punya daya tarik tersendiri. Teknik yang dulu lahir dari eksperimen pembangun mobil custom Amerika ini bertahan bukan hanya karena kilauannya, tetapi juga karena mampu menjadikan bodi kendaraan sebagai medium ekspresi personal. (SS)
