OTODRIVER – Citroën punya cara unik untuk menghidupkan kembali mobil legendarisnya. Setelah memperkenalkan konsep 2CV listrik, pabrikan asal Prancis itu turut memamerkan 2CV Fourgonnette Concept di Paris Motor Show 2026.
Sesuai namanya, mobil ini merupakan versi van dari Citroën 2CV. Bentuknya masih mempertahankan bagian depan khas 2CV yang membulat, lengkap dengan fender menggembung. Namun, bagian belakangnya dibuat memanjang dan ditambahkan boks untuk membawa barang.
Konsep ini bukan ide yang benar-benar baru. Dikutip dari Jalopnik, 2CV Fourgonnette asli diluncurkan pada 1951 dan diproduksi hingga 1977, sebelum digantikan Acadiane yang berukuran lebih besar. Fourgonnette sendiri berarti van dalam bahasa Prancis.
Model ini disebut sebagai van pengantar barang kecil pertama yang menggunakan penggerak roda depan. Dari bagian B-pillar ke depan, bentuknya sama dengan 2CV biasa, lengkap dengan mesin mungil yang memang tidak dibuat untuk ngebut, tetapi pas untuk gesit di jalanan kota Eropa.
Kotak Bulat di Belakang
Versi barunya mengikuti ide yang sama. Di belakang B-pillar, Citroën menambahkan kotak dengan sudut membulat yang menyatu mulus dengan atap. Panjangnya diperkirakan sedikit melebihi 2CV standar yang berukuran sekitar 148 inci (sekitar 3,76 meter), dan bobotnya kemungkinan juga lebih berat.
Akses kargo tersedia lewat panel di sisi pengemudi, sedangkan pintu belakang berkaca besar dilengkapi dua jendela dan lampu belakang yang tipis. Soal penggerak listrik, Citroën belum membuka spesifikasinya, baik untuk 2CV maupun Fourgonnette. Sebagai pembanding, 2CV asli butuh sekitar 28 detik untuk berakselerasi dari 0 hingga 60 mph (sekitar 97 km/jam) dalam pengujian Motorweek, sehingga performa versi listrik hampir pasti jauh lebih baik.
Masih Sebatas Proyek Passion
Produksi 2CV baru sudah dikonfirmasi, tetapi Fourgonnette untuk sementara hanya berstatus konsep. Citroën menyebutnya sebagai passion project. Dalam rilis resminya, konsep ini disebut tidak mewakili model produksi dalam waktu dekat, namun membuka kemungkinan baru dan menunjukkan bahwa semangat 2CV Fourgonnette masih relevan.
Jika suatu saat diproduksi, posisinya diperkirakan berada di bawah Citroën Jumpy, baik sebagai kendaraan niaga maupun mobil listrik bernuansa nostalgia.
CEO Citroën dan DS Automobiles, Xavier Chardon, menegaskan bahwa Fourgonnette bukan sekadar alat kerja. Menurutnya, mobil ini punya sesuatu yang jarang dimiliki kendaraan niaga, yaitu jiwa. Ia menambahkan bahwa menjadi berguna tidak harus berarti biasa saja.
Di tengah kendaraan niaga yang cenderung kaku dan polos, Fourgonnette mengingatkan bahwa mobil kerja pun bisa tampil menyenangkan. Tinggal menunggu apakah Citroën tergoda mengubahnya dari konsep menjadi kenyataan. (SS)
