Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.
Berita
Senin, 23 Maret 2026 09:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo
Lanzador (Foto :paultan.org)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030. 

Sementara itu, model keempat mereka yang akan datang, Lanzador, kabarnya bakal dibekali powertrain plug-in hybrid (PHEV), seperti dilaporkan Autocar.

CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menjelaskan bahwa pernyataannya yang sempat ramai dikutip menyebut investasi EV sebagai “hobi mahal” yang sebenarnya diambil di luar konteks. 

Ia menegaskan bahwa pabrikan supercar asal Italia tersebut tidak sepenuhnya meninggalkan rencana elektrifikasi. 

“Saya tidak mengatakannya seperti itu. Saya hanya ingin meluruskan,” ujar Winkelmann.

Lanzador (Foto : paultan.org)

Alih-alih menghentikan pengembangan EV, Lamborghini justru menggeser target peluncuran mobil listrik pertamanya ke akhir dekade ini. 

Langkah ini diambil sembari mereka mencari formula agar EV tetap menarik bagi pelanggan setianya, di tengah melambatnya permintaan mobil listrik segmen mewah dan sport.

Meski jadwal EV mundur, Lamborghini tetap menargetkan versi produksi Lanzador meluncur sebelum 2030. 

Namun, bukan lagi sebagai mobil listrik murni seperti rencana awal, melainkan hadir dalam format plug-in hybrid.

BACA JUGA

Versi final Lanzador nantinya disebut akan mengalami sedikit perubahan dari sisi desain bodi dibanding konsepnya, namun tetap mempertahankan konfigurasi dua pintu dengan layout 2+2. 

Model ini akan menjadi lini keempat Lamborghini, posisinya di bawah Urus. 

PHEV terbaru ini juga diperkirakan akan berbagi banyak komponen dengan Urus, termasuk penggunaan turunan mesin V8 twin-turbo yang sudah dipadukan dengan sistem hybrid.

“Jadwalnya jelas setelah 2030. Kami akan memantau dengan sangat dekat bagaimana tingkat penerimaan mobil listrik di masa depan, khususnya dari pelanggan kami. Kami tetap mengembangkan semua hal yang diperlukan agar siap menghadirkan mobil listrik, tapi ini soal emosi, bukan sesuatu yang bisa dijelaskan secara rasional,” jelas Winkelmann.

Ia juga menyoroti bahwa tingkat penolakan terhadap mobil listrik murni justru meningkat, yang berpotensi memengaruhi penjualan EV Lamborghini ke depan. 

“Orang tidak membeli Lamborghini hanya untuk berpindah dari titik A ke B setiap hari. Mereka membeli Lamborghini karena itu adalah impian masa kecil, atau pencapaian dari kerja keras seumur hidup sesuatu yang melampaui ekspektasi,” lanjutnya.

Dengan waktu pengembangan yang lebih panjang, Lamborghini akan mempelajari bagaimana kompetitor menciptakan mobil listrik yang tetap emosional. Salah satu aspek penting adalah suara kendaraan.

“Masalah terbesar dari ‘penolakan’ terhadap mobil listrik adalah tidak adanya suara. Suara mesin adalah salah satu alasan utama orang membeli mobil seperti ini,” ujarnya. (AW)


Tags Terkait :
Lamborghini Lanzador
A

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Supercar BYD Ini Mobil Termahal Di China, Tembus Rp 51 Miliar

BYD mengonfirmasi bahwa supercar listrik ekstrem mereka, Yangwang U9 Xtreme,

2 minggu yang lalu


Berita
Xiaomi Bikin Pusat Riset EV Di Eropa, Bosnya Mantan Desainer BMW

Xiaomi Auto resmikan pusat riset EV di Munich, Jerman. Dipimpin mantan desainer BMW Rudolf Dittrich, tim ahli kembangkan performa tinggi untuk YU7 GT.

3 minggu yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

1 bulan yang lalu


Berita
Holiday In Style 2025, Hyundai Ioniq 5 N Jadi Mobil Paling Kencang

Hyundai ioniq 5 N menjadi pilihan Aditya Widiutomo pada ajang libur tahunan Holiday In Style 2025/2026.

4 bulan yang lalu


Berita
McLaren Siapkan Penantang Urus dan Purosangue

McLaren bakal meluncurkan SUV berperforma tinggi yang akan berhadapan langsung dengan Ferrari Purosangue.

6 bulan yang lalu


Berita
Ferrari Testarossa Lahir Kembali, Kami Saksikan Langsung

Ferrari akhirnya merilis kembali nama Testarossa. Ini liputan langsung kami di Italia.

8 bulan yang lalu


Berita
Mobil Xiaomi Berdesain Futuristik, Ada Andil Ex Desainer Lamborghini

Pertanda mobil listrik semakin premium desainnya

8 bulan yang lalu


Berita
BYD Atto 1 Meluncur Di GIIAS, Harga Mulai 195 Juta Dan Jadi EV Termurah BYD Saat Ini

BYD resmi meluncurkan Atto1 sebagai pesaing Binguo EV dan Neta V. Simak spesifikasinya.

9 bulan yang lalu


Terkini

Berita
GWM Perkenalkan Tank 500 Diesel Yang Serba Hitam

GWM resmi memperkenalkan varian baru dari Tank 500 yakni Black Warrior.

3 jam yang lalu


Berita
Toyota Veloz Hybrid Dapat Respon Positif Dari Konsumen Indonesia, SPK Tembus 10.000 Unit

Sejak dirilis November 2025 lalu, Toyota Veloz Hybrid terus mendapatkan respon positif dari Masyarakat.

8 jam yang lalu


Berita
Aki Varta Perkenalkan Kemasan Baru Untuk Identifikasi Produk

Varta memperkenalkan kemasan baru aki Varta untuk identifikasi produk melalui warna berbeda dan kode otentifikasi digital di Indonesia.

18 jam yang lalu


Berita
Perkuat Kepemimpinan Era Elektrifikasi, BYD-Denza Rilis Teknologi Baru

Teknologi DM BYD Dual Mode elektrifikasi diperkenalkan sebagai jembatan transisi menuju kendaraan listrik di tengah dominasi ICE di Indonesia.

18 jam yang lalu


Mobil Listrik
Porsche Pionir Teknologi Hybrid Yang Berevolusi Jadi REEV

Porsche pionir teknologi hybrid series REEV melalui Lohner-Porsche Mixte 1901, yang menjadi dasar evolusi sistem range extender modern seperti Chevrolet Volt dan Nissan e-Power.

19 jam yang lalu