Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Aturan EV Malaysia Diperketat, Tak Boleh Impor Utuh Model Entry Level

Pemerintah Malaysia resmi memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap impor mobil listrik utuh atau Completely Built-Up (CBU).
Berita
Senin, 6 Juli 2026 17:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo
BYD Atto 3 dijual di Indonesia dan Malaysia. (Foto :adit)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Pemerintah Malaysia resmi memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap impor mobil listrik utuh atau Completely Built-Up (CBU). Kebijakan yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 ini diperkirakan akan mempersempit ruang gerak sejumlah produsen asal China, termasuk BYD, yang selama ini mengandalkan model-model berharga kompetitif di pasar kendaraan elektrifikasi Negeri Jiran.

Berdasarkan aturan baru dari Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI), setiap mobil listrik CBU yang diimpor ke Malaysia wajib memenuhi dua persyaratan utama, yakni memiliki nilai Cost, Insurance and Freight (CIF) minimal 200.000 ringgit Malaysia (sekitar Rp770 jutaan) serta tenaga motor listrik minimal 180 kW atau sekitar 241 hp.

Omoda E5 dijual di Indonesia dan Malaysia juga. (Foto : Adit)

Karena harga jual ke konsumen masih ditambah pajak, biaya operasional, dan margin keuntungan, kendaraan yang memenuhi syarat tersebut diperkirakan akan dipasarkan dengan harga jauh di atas 200.000 ringgit. Kondisi ini menjadi tantangan bagi merek-merek China yang selama ini mengandalkan produk dengan harga terjangkau.

Data Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia menunjukkan bahwa merek-merek asal China di luar Proton yang dimiliki Geely menguasai sekitar 60 persen pasar kendaraan energi baru (NEV) Malaysia sepanjang 2025. Namun, regulasi baru membuat banyak model populer tidak lagi memenuhi syarat untuk diimpor.

BACA JUGA

Sebagai contoh, BYD saat ini memasarkan tujuh model di Malaysia dan seluruhnya dibanderol dengan harga awal di bawah 200.000 ringgit. Beberapa model seperti BYD Dolphin dan varian dasar BYD Atto 3 juga memiliki tenaga di bawah batas minimum 241 hp. Selain itu, model lain seperti Zeekr 7X dan Chery Omoda E5 juga tidak lagi memenuhi ketentuan impor terbaru.

Sebagai alternatif, beberapa produsen China mempertimbangkan perakitan lokal (CKD). Namun, pemerintah Malaysia juga menetapkan syarat ketat bagi proyek manufaktur baru yang disetujui setelah 1 September 2025.

Pabrik tersebut wajib memproduksi kendaraan dengan harga minimal 100.000 ringgit (sekitar Rp385 jutaan), mengekspor sedikitnya 80 persen dari total produksi, sementara penjualan domestik dibatasi maksimal 20 persen. Selain itu, proses bernilai tambah seperti pengelasan, pengecatan, hingga perakitan akhir wajib dilakukan di Malaysia.

Rencana pembangunan pabrik CKD BYD di Tanjung Malim, Perak, yang memiliki luas sekitar 600.000 meter persegi, dikabarkan mengalami penundaan. Sejumlah analis menilai syarat ekspor sebesar 80 persen sulit dipenuhi mengingat BYD telah memiliki kapasitas produksi besar di Thailand, Indonesia, dan China.

Di sisi lain, beberapa merek China memilih memanfaatkan fasilitas manufaktur yang sudah ada seperti Leapmotor dan Xpeng yang telah memiliki fasilitas produksi sendiri dan telah berjalan sejak Juni 2026 ini. 

Sementara di Indonesia sendiri, hampir lebih dari 50 persen merek mobil Tiongkok dirakit di satu pabrik perakitan yakni PT Handal Indonesia Motor. Selebihnya, seperti BYD, Wuling, MG, dan merek asal Vietnam VinFast saat ini telah memiliki pabrik sendiri. (AW).


Tags Terkait :
EV Malaysia
A

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Aturan EV Malaysia Diperketat, Tak Boleh Impor Utuh Model Entry Level

Pemerintah Malaysia resmi memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap impor mobil listrik utuh atau Completely Built-Up (CBU).

1 bulan yang lalu


Berita
Aturan Mobil Listrik di Malaysia Tegas, Dilarang Jual Murah

Sekaligus untuk menghindari mutu mobil yang rendah serta lebih menjamin ekosistem industri otomotif lokal.

1 bulan yang lalu


Berita
Mengenal e³ Platform, Teknologi Canggih di Balik Merek DENZA

Teknologi e³ Platform DENZA Z9GT mengintegrasikan tiga motor independen, VMC, CTB, dan kemudi roda belakang untuk meningkatkan kestabilan serta kenyamanan berkendara.

1 bulan yang lalu


Berita
Ini Dia Produsen EV Baru Gabungan Perusahaan Tiongkok, Jepang, Dan Singapura

Emta Kei-Car EV rilis 2026 sebagai produk pertama dari kolaborasi perusahaan Tiongkok, Jepang, dan Singapura. Selain kei-car, tiga model EV lain direncanakan hingga 2029.

2 bulan yang lalu


Terkini

Mobil Listrik
Changan Tegaskan Mobil Listrik Nevo Q05 Bisa Parkir Paralel, Ini Caranya

Technical Support Changan Indonesia, Feri Nugroho, menjelaskan bahwa seluruh model Changan memiliki fitur yang memungkinkan mobil berada dalam kondisi netral sehingga tetap dapat didorong.

3 jam yang lalu


Berita
Teknologi Pemadam Api Berperforma Tinggi Bakal Hadir di IMX 2026, Harganya Mulai Rp 5 Juta

Sebagian besar kebakaran kendaraan tidak terjadi di area yang mudah dijangkau, melainkan muncul di balik intake manifold. Nah alat pemadam seperti ini bisa menjangkau semunya dengan cepat.

4 jam yang lalu


Berita
Ketika Chrysler Membuat Setir Tidak Lagi Bulat

Mobil-mobil Chrysler group di era 60-an punya bentuk setir yang unik yang disebut sebagai rounded off Square

6 jam yang lalu


Berita
BMW Passato Dilepas dari Museum Joang ’45, Siap Wakili Indonesia di SEMA Show 2026

BMW Passato SEMA Show 2026 dilepas dari Museum Joang ’45 untuk mewakili Indonesia di ajang aftermarket global di Las Vegas pada November 2026.

7 jam yang lalu


Berita
Plesir Ke Bandung Dengan Xforce HEV, Ini Keunggulan dan Konsumsi BBM-nya

Mitsuhishi Xforce HEV memiliki keunggulan yang membuatnya nyaman dan hemat untuk penggunaan ke luar kota. Berikut hasil pengetesan kami.

8 jam yang lalu