OTODRIVER – Biasanya mobil konsep hanya berakhir sebagai pajangan di ajang otomotif. Setelah mendapat tepuk tangan, mobil tersebut kemudian masuk gudang dan perlahan dilupakan. Namun, nasib Acura Nexera Vision sepertinya bisa berbeda.
Konsep sport car dua pintu ini memang belum dijanjikan untuk diproduksi. Acura sejak awal menyebut Nexera Vision sebagai gambaran arah desain mereka di masa depan. Bahkan, beberapa elemen desainnya akan dipakai pada model baru Acura, termasuk generasi berikutnya RDX.
Namun menariknya, sejumlah petinggi Acura justru terang-terangan mengaku menyukai ide untuk membawa mobil ini ke jalan raya.
Saat ditanya Motor Trend mengenai kemungkinan Acura membuat mobil sport seperti Nexera Vision, Direktur Kreatif Acura, Yasutake Tsuchida, memberikan jawaban sederhana: "Yes."
Jawaban yang pendek, tetapi cukup menarik.
Nexera Vision sendiri punya penampilan yang memang sulit diabaikan. Bentuknya rendah dengan kap mesin panjang, menggunakan pintu model butterfly, pelek center-lock berukuran 22 inci, rem carbon-ceramic, serta spoiler belakang aktif.
Bagian lampunya juga dibuat sangat khas. Lampu berbentuk huruf V menjadi salah satu elemen desain yang disebut akan diteruskan ke mobil produksi Acura di masa depan.
Menariknya, Acura belum mengungkap mesin yang digunakan Nexera Vision. Tetapi melihat bentuk kap mesinnya yang rendah dan desain keseluruhannya, mobil ini terlihat seperti konsep yang sangat cocok menggunakan tenaga listrik.
Namun, ternyata tidak semua orang di Acura menginginkan mobil ini menjadi EV.
Presiden sekaligus CEO American Honda, Eiji Fujimara, justru mengaku secara pribadi lebih senang jika Nexera menggunakan mesin konvensional. Meski begitu, keputusan akhirnya tetap akan melihat kondisi pasar. Artinya, mesin bensin, hybrid atau listrik masih mungkin dipertimbangkan.
Tidak Mau Asal Bikin Sport Car
Meski para bosnya terlihat tertarik, Acura tentu tidak bisa begitu saja membuat mobil sport mahal hanya karena desainnya menarik.
Pasarnya memang semakin kecil. Contohnya sudah terlihat pada Acura NSX generasi kedua. Mobil tersebut punya teknologi canggih dan performa tinggi, tetapi penjualannya tidak bisa dikatakan sukses besar.
Karena itu, kalau Nexera benar-benar masuk jalur produksi, Acura harus punya alasan bisnis yang kuat.
Mobil ini juga bisa menjadi bagian dari upaya Acura membangun kembali citra mereknya. Fujimara menyebut tiga sampai empat tahun ke depan akan menjadi periode penting bagi Acura untuk memperkuat kembali posisi mereka.
Jadi, Nexera Vision bisa saja bukan sekadar latihan desain.
Hybrid Lebih Menarik daripada PHEV
Untuk urusan elektrifikasi, Acura tampaknya masih melihat hybrid sebagai pilihan yang lebih masuk akal dibandingkan plug-in hybrid atau PHEV.
Gary Robinson, Vice President Automotive Strategy Acura, bahkan mengatakan kepada Motor Trend bahwa PHEV tidak berhasil di pasar mereka.
Sementara itu, mobil listrik murni tetap masuk dalam rencana jangka panjang Acura. Hanya saja, Honda belakangan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah rencana mobil listriknya.
Situasi ini membuat Nexera Vision semakin menarik. Jika suatu hari benar-benar diproduksi, Acura masih punya beberapa pilihan untuk menentukan jantung pacunya.
Dan kalau melihat komentar para petingginya, rasanya terlalu cepat kalau Nexera Vision langsung dimasukkan ke "kuburan mobil konsep."
Siapa tahu, beberapa tahun lagi mobil yang sekarang hanya bisa dilihat di ajang otomotif ini justru benar-benar meluncur dari showroom Acura. (SS)
