Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

PLN: Akhir Tahun 2024 Ada 3.000 SPKLU

Jumlah SPKLU diakui masih kurang banyak
Berita
Sabtu, 14 Desember 2024 19:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Jumlah SPKLU di rest area akan terus ditambah guna menekan potensi antrran


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Perusahaan Listrik Negara (PLN) yakin akan mampu melampaui target pembangunan 3.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga akhir tahun 2024.

Hal itu diutarakan oleh Executive Vice President Divisi Pengembangan Produk Niaga PLN, Ririn Rachmawardini, dalam sebuah pemaparan di Jakarta pekan ini (10/12). “Kalau jumlah saat ini sudah ada 2.667 (SPKLU), ini bisa dilihat di (aplikasi) PLN Mobile yang jumlahnya diperbaharui terus, dan target kami di akhir tahun 2024 mungkin kita bisa mencapai di 3.000-an,” urainya.

Sementara untuk tahun depan, Ririn mengungkap bahwa PLN punya target penambahan 1.100 SPKLU menjadi total sekitar 4.300 unit hingga akhir 2025 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Penambahan jumlah SPKLU itu juga mengacu pada data perbandingan antara ketersediaan SPKLU dengan kendaraan listrik, Ririn mengungkap perusahaan juga menargetkan praktik dasar seperti di Eropa yang telah mencapai satu banding 17 hingga satu banding 20.

BACA JUGA

Hingga saat ini, Ririn mengungkap ketersediaan SPKLU dibandingkan populasi EV di Indonesia mencapai satu banding 23.

Lebih lanjut, Ririn berharap ketersediaan SPKLU yang semakin luas dapat mengatasi kekhawatiran terbesar masyarakat Indonesia terhadap adopsi kendaraan listrik, yakni kehabisan baterai di tengah jalan.

“Berdasarkan survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga, keengganan atau kekhawatiran masyarakat dalam membeli kendaraan listrik itu paling awal adalah infrastruktur. Jadi diharapkan ini bisa menghilangkan kekhawatiran berkendara dengan kendaraan listrik,” ujar Ririn lebih lanjut. Seperti dikutip dari Antara.

Selain SPKLU, tahun ini PLN juga menargetkan pembangunan 2.182 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), 9.956 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), dan 14.524 Home Charging yang digunakan untuk pengisian daya kendaraan listrik.

Hingga Agustus 2024, PLN telah mengoperasikan total 1.582 unit SPKLU yang tersebar di 1.131 lokasi di seluruh Indonesia atau meningkat 157 persen dibandingkan semester I tahun lalu yang hanya sebanyak 616 SPKLU.

Jumlah penggunaan listrik SPKLU juga mengalami pertumbuhan hingga semester I tahun 2024, ditandai dengan konsumsi listrik yang meningkat sebesar 229 persen menjadi lebih dari 2.438,8 megawatt hour (MWh) dari sebelumnya sebesar 741,8 MWh di semester I tahun 2023.

Gandeng APM Mobil Listrik 

Punya target 3.000 SPKLU hingga akhir tahun 2024 tentu membuat PLN perlu menggalang kolaborasi dengan berbagai pihak. “Kolaborasi ke semua pemangku kepentingan itu terus dilakukan, khususnya juga kami membantu bagaimana meyakinkan para investor untuk penyediaan SPKLU ini,” ungkapnya menegaskan.

Salah satunya menyediakan ragam kerja sama dengan swasta seperti Agen Pemegang Merek (APM) otomotif serta penyediaan program potongan harga untuk penanam modal SPKLU dilakukan untuk mendongkrak penyebaran SPKLU.

“Untuk mempercepat adopsi ini kita juga memberikan relaksasi kepada pengusaha berupa diskon 50 persen untuk biaya penyambungan mesin pengisian daya, kemudian kita juga koordinasi dan mengawal untuk tarif curah kepada penyedia charger ini,” jabar wanita yang memulai karir di PLN sejak tahun 2007 itu. 

Ia memungkaskan bahwa hal ini bisa semakin mempercepat pertumbuhan penyediaan charger di Indonesia.” 

Stasiun pengisian daya milik APM umumnya sudah siap pasang, menunggu 'antrean' sambungan listrik dari PLN

Frekuensi ‘Ngecas’ di SPKLU naik lima kali lipat

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebutkan kendaraan listrik yang melakukan pengecasan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) meningkat dalam lima kali lipat.

"Kami melihat bahwa jumlah transaksi di SPKLU, stasiun pengisian kendaraan listrik umum kami itu meningkat lima kali lipat per tahun," kata Dramawan dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, beberapa waktu lalu (2/12).

Peningkatan itulah yang mendorong PLN sudah bersiap untuk menambah jumlah SPKLU di dalam negeri, sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di tahun 2025. "Maka di tahun 2025 ini kami sudah agak gemetaran ini, kalau meningkat lima kali lipat, kami sudah siap-siap memasang SPKLU di rest area dan di sekitarnya," ujar Darmawan lagi. Seperti dikutip juga dari Antara.

Upaya untuk menekan potensi antrean isi ulang daya listrik itu salah satunya didorong oleh peningkatan penggunaan kendaraan listrik salah satunya mobil listrik pabrikan asal Tiongkok di Indonesia.

Berdasarkan data PLN, peningkatan transaksi di SPKLU PLN terhitung sejak momen Lebaran tahun 2023 yang tercatat sebesar 2.500 transaksi. Sedangkan pada Lebaran tahun 2024 jumlah transaksi di SPKLU meningkat 5 kali lipat menjadi 12.600 transaksi.

Selanjutnya diproyeksikan oleh PLN pada lebaran tahun 2025 mendatang, transaksi di SPKLU akan mencapai 64.600 transaksi.

Di sisi penjualan listrik di SPKLU milik PLN juga tercatat terus meningkat. PLN menghitung penjualan listrik di SPKLU pada lebaran tahun 2023 sebesar 49 MWh. Kemudian meningkat hingga lima kali lipat pada lebaran tahun 2024 sebesar 253 MWh.

Sedangkan, proyeksi penjualan listrik SPKLU pada momen lebaran tahun 2025 juga akan meningkat lima kali lipat mencapai 1.340 MWh. (EW)

Ada indikasi SPKLU di rest area dijadikan lahan parkir mobil listrik

Tags Terkait :
Spklu Pln Kendaraan Mobil Motor Listrik Apm
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Berapa Jumlah Ideal SPKLU Di Indonesia Untuk Akselerasi Elektrifikasi Nasional? Ini Jawaban Ahlinya

SPKLU di area umum yang sangat dibutuhkan saat ini banyak sekali. Ini targetnya.

6 bulan yang lalu


Berita
SPKLU Mobil Listrik Di Seluruh Indonesia Sudah Ada 3.772 Unit, Dari Pulau Jawa Hingga Kalimantan

Home charging jumlahnya sudah tiga puluhan ribu unit

6 bulan yang lalu


Berita
Ini Daftar Charging Station Mobil Listrik Wuling Saat Masa Mudik

Ada banyak charging station saat mudik lebaran nanti, salah satu brand yang aktif menambah pengisian daya EV ialah Wuling. Ketahui lokasinya di mana saja.

7 bulan yang lalu


Berita
PLN: Akhir Tahun 2024 Ada 3.000 SPKLU

Jumlah SPKLU diakui masih kurang banyak

11 bulan yang lalu


Berita
Periklindo Eletric Vehicle Show (PEVS) 2024 Berikan Gambaran Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia

PEVS selalu mengalami peningkatan dan perkembangan dari tahun ke tahun

1 tahun yang lalu


Berita
Lebih Dari 20 Ribu Orang Ramaikan GIIAS 2019 Seri Terakhir

Tidak kurang dari 20.096 pengunjung meramaikan GIIAS Medan 2019.

6 tahun yang lalu


Berita
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Hampir Rampung, Produksi Perdana Ditargetkan Awal 2026

DESK

1 hari yang lalu


Berita
PLN Sudah Siapkan 4.514 SPKLU Di Libur Nataru

Semua SPKLU saat ini sudah dalam kondisi terpasang dan bisa dioperasikan

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Fakta Yang Bikin Mobil EREV (Extender Range Electric Vehicle) Disebut Solusi Masa Depan

Renault EREV masa depan EV Eropa: CEO François Provost soroti range extender dengan mesin bensin generator untuk jarak tempuh lebih jauh.

10 menit yang lalu


Berita
Denza Z9GT Meluncur Semester II, Bagaimana BYD M6 PHEV?

Denza Z9GT dipastikan meramaikan pasar Indonesia. Selanjutnya BYD M6 PHEV kemungkinan juga melantai.

39 menit yang lalu


Berita
Insentif EV Dicabut? BYD Masih Tidak Naikkan Harga Mobilnya

BYD pertahankan harga mobil listrik sampai Q1 2026 meski insentif impor EV dicabut per 1 Januari. Atto 1 tetap Rp199 juta OTR Jakarta.

1 jam yang lalu


Berita
Epic Journey : Toyota Veloz Hybrid EV 2026, Tembus 1:20

Ekspedisi Epic Journey ungkap konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid EV 2026 capai 20 km/liter di jalan datar, 17 km/liter menanjak, hingga 30 km/liter menurun.

2 jam yang lalu


Berita
DFSK Segera Luncurkan Model Baru, Ini Bocorannya

DFSK bocorkan peluncuran model baru NEV 2026 di semester II. Petinggi sebut kualitas, penampilan, dan harga menarik, spesifikasi masih dirahasiakan.

3 jam yang lalu