Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pertumbuhan Mobil Listrik Indonesia Makin Cepat

Peran insentif sangat pentin
Berita
Jumat, 22 Maret 2024 08:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Head of Industrials Asia Pacific HSBC Global Banking, Misi Tang, memperkirakan penetrasi kendaraan listrik (EV) di Tanah Air bisa lebih cepat mengingat berbagai potensi besar yang sudah dimiliki Indonesia.

"Menurut saya, Indonesia bisa lebih cepat (untuk penetrasi EV, Red). Karena Indonesia memiliki teknologi existing, sumber daya mineral, dan dinamika geopolitik yang mendukung. Jadi, saya pikir ini akan terjadi lebih cepat," kata Misi dalam HSBC Investment Forum di Jakarta, pekan ini (19/3).

Dia mencontohkan penetrasi mobil listrik di Tiongkok hanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk tumbuh dari lima persen menjadi 35 persen. Misi pun memperkirakan penetrasi mobil listrik di Cina dapat meningkat menjadi 53 persen di 2025.

Ketika penetrasi sudah mencapai 35 persen, Misi mengatakan bahwa sebagian besar penawaran produk baru yang tersedia di pasar pada dasarnya adalah model EV dan tidak banyak model combustion engine atau ICE yang tersedia.

BACA JUGA

Maka, walaupun subsidi pemerintah nantinya dihapuskan, dia memproyeksikan penetrasi EV akan terus meningkat di Cina.

Belajar dari Negeri Tirai Bambu, Misi mengatakan bahwa pemberian insentif dari pemerintah memang sangat penting di saat industri mulai dan aktif sebagai akselerator dalam pengembangan EV. Selain itu, peran ekosistem baterai EV juga sangat penting.

Pentingnya Rantai Pasok Baterai EV

Senada dengan Misi, Managing Director Wholesale Banking HSBC Indonesia, Riko Tasmaya, mengatakan dukungan terhadap rantai pasok baterai EV menjadi salah satu fokus perseroan saat ini, di samping proyek di sektor ESG lainnya.

Dia mencontohkan Merdeka Battery Materials serta joint venture antara LG dan Hyundai yang akan memproduksi sel baterai di Indonesia.

"Ada beberapa yang sudah dilakukan investasi dari foreign yang baru masuk. Sekitar dua tahun yang lalu, itu joint venture (JV) antara LG dan Hyundai. HSBC juga men-support transaksi tersebut. Itu masuk sebagai one of the first battery cell yang manufacturing di Indonesia," kata Riko, seperti dikutip dari Antara.

Di sisi lain, Riko mengatakan bahwa HSBC juga mendukung berbagai sektor yang termasuk dalam rantai pasok kendaraan listrik. Beberapa pemain lain yang telah mendapat dukungan dari perusahaan seperti SGMW Multifinance Indonesia, VinFast, hingga Bluebird.

"Kami percaya supply chain ini benar-benar end to end. Jadi, kita tidak bisa masuk, misalnya di baterai saja. Kita mesti masuk di tiap supply chain-nya. Nanti kita lihat mana yang menjadi sort of like priority growth-nya. Tapi, sekarang kita masuk di masing-masing supply chain-nya," kata Riko.

Mengingat pentingnya percepatan penetrasi EV di Indonesia, Riko mengingatkan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah harus terus diperkuat.

Dia menambahkan investor juga memerlukan peran perbankan untuk menghubungkan dengan pemerintah dan rantai pasok industri. Oleh sebab itu, pihaknya mengambil bagian dalam peran tersebut.

"Ini adalah suatu kesempatan besar yang sedang diperjuangkan Indonesia, fokus untuk menjadikannya ke tahap berikutnya (dalam percepatan penetrasi EV). Tetapi ini juga akan menjadi journey semua stakeholder, termasuk bank dan HSBC mencoba untuk mengembangkan ini. Dan, ini sesuatu yang tidak mudah," pungkas Riko.(EW)


Tags Terkait :
Hyundaimobilindonesia Hmid Hyundai Indonesia Hsbc Kona Ev Creta Iims 2024
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Pertumbuhan Mobil Listrik Indonesia Makin Cepat

Peran insentif sangat pentin

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Ford Patenkan Teknologi Mobil Parkir Dapat Bergerak Menghindari Tabrakan

Ford patenkan teknologi mobil parkir otonom hindari tabrakan. Sistem sensor deteksi objek bergerak, beri peringatan, lalu pindah posisi otomatis jika perlu.

3 jam yang lalu


Berita
Uji Emisi Gratis Di SPBU Pertamina Area Jakarta-Tangerang

Uji emisi gratis SPBU Pertamina Jakarta Tangerang digelar di 14 lokasi Jabodetabek. Tahap pertama 9-10 Mei 2026, cukup tunjukkan akun MyPertamina.

4 jam yang lalu


Komparasi
Komparasi Spesifikasi Wuling Eksion vs Toyota Kijang Innova Zenix

Komparasi spesifikasi Wuling Eksion vs Toyota Innova Zenix: dimensi kabin lebih lega Eksion, hybrid TNGA matang Zenix, efisiensi untuk MPV keluarga.

5 jam yang lalu


Berita
Melihat Sejarah Honda Accord Yang Sudah Berusia Setengah Abad

Sejarah 50 tahun Honda Accord: Debut 1976 sebagai global sedan setelah Civic, evolusi dari hatchback hingga generasi ke-10, terjual 25 juta unit di 160 negara.

5 jam yang lalu


Berita
Ini Dia Hyundai Ioniq Yang Dirancang Khusus Untuk Pasar Tiongkok

Dominasi mobil keluarga elektrifikasi di Indonesia semakin menarik untuk dibahas.

7 jam yang lalu