Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

CATL Memproduksi Baterai Super Canggih, Bisa Digunakan di Iklim -40°C

Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL) baru saja memproduksi baterai yang canggih. Simak keunggulannya
Berita
Minggu, 27 Oktober 2024 19:02 WIB
Penulis : Ahmad Biondi
Baterai Freevoy. Foto : catl.com


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL) yang merupakan perusahaan pembuat baterai untuk mobil PHEV, baru saja memproduksi baterai canggih yang diberi nama Freevoy.

Seperti dilansir Carnewschina pada Jumat (25/10) waktu setempat, ada dua mobil yang akan menggunakan baterai canggih ini sebagai permulaan, mereka adalah Avatr 07 dan Neta L.

Sebelumnya, CATL menyelenggarakan upacara peluncuran baterai Freevoy yang dibuat untuk kendaraan plug-in hybrid. Paket ini mendukung pengisian daya DC cepat 4C dan menyediakan jarak tempuh listrik lebih dari 400 km.

Setelah seremoni peluncuran, Avatr dan Neta mengumumkan bahwa produk extended range electric vehicle (EREV) terbaru mereka telah mengadopsi baterai Freevoy.

BACA JUGA

Neta L EREV dengan baterai Freevoy memasuki pasar Tiongkok pada tanggal 2 Agustus seharga 154.800 – 189.300 yuan (21.750 hingga 25.800 dolar AS) atau sekitar Rp 340 juta hingga Rp 403 juta.

Menurut pengumuman tersebut, hanya Neta L trim teratas yang mengadopsi paket Freevoy. Diketahui, paket ini merupakan paket NMC terner dengan kapasitas 43,9 kWh, yang bagus untuk jarak tempuh listrik sejauh 310 km (CLTC).

Neta L salah satu mobil yang menggunakan baterai Freevoy. Foto : Doc Neta

Adapun jarak tempuh gabungan Neta L diperkirakan mencapai 1.160 km, di mana baterainya dapat diisi 30-80 persen dalam waktu 19 menit.

Avatr 07 diluncurkan di Tiongkok pada tanggal 26 September dengan kisaran harga antara 219.900 – 289.900 yuan (30.850 – 40.700 dolar AS) atau sekitar Rp482 juta hingga Rp636 juta.

Varian EREV dari crossover ini memiliki baterai LFP berkapasitas 39,05 kWh untuk jarak tempuh listrik 230 km (CLTC). Jarak tempuh gabungan mencapai 1.152 km. Paket ini mengisi daya dari 30 hingga 80 persen dalam waktu 15 menit.

Dari pengumuman ini, publik dapat melihat bahwa baterai Freevoy dari CATL dapat menggunakan berbagai varian kimia.

Baterai ini juga mengadopsi lapisan pelindung berskala nano dan menggunakan teknologi partikel keadaan tereksitasi beraktivitas tinggi. Baterai Freevoy menggunakan teknologi NP2.0 dengan isolasi asap aktif.

Fitur utama dari paket ini adalah integrasi teknologi ion natrium yang memungkinkan pelepasan baterai pada suhu -40°C dan pengisian daya pada suhu -30°C. (AB)


Tags Terkait :
Baterai Baterai Freevoy Mobil Listrik Spesifikasi Mobil Listrik Harga Mobil Listrik Fitur Utama Mobil Listrik
A

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
CATL Rilis Enam Baterai, Bisa Tembus 1.000 KM

CATL merilis enam baterai baru termasuk Shenxing Superfast Charging gen-3 yang isi daya 10-90% dalam 6 menit 27 detik, capai jarak 1.000 km.

1 bulan yang lalu


Berita
Freelander Terlahir Kembali. Langsung Didapuk Jadi Mobil Canggih Dengan Off-road Handal

Freelander reborn peluncuran 2024: JV JLR-Chery hadirkan brand independen dengan SUV Concept 97 berteknologi off-road canggih dan NEV.

2 bulan yang lalu


Berita
CATL Memproduksi Baterai Super Canggih, Bisa Digunakan di Iklim -40°C

Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL) baru saja memproduksi baterai yang canggih. Simak keunggulannya

1 tahun yang lalu


Berita
Ancaman Mobil Hybrid, CATL Bikin Baterai Dengan Range 1.500 Km!

Tidak bisa dipungkiri bahwa kini Cina memiliki teknologi yang sangat unggul di dunia mobil listrik.

1 tahun yang lalu


Berita
Begini Prediksi Spesifikasi Freelander 8 Yang Dikembangkan Oleh Chery

Spesifikasi Freelander 8 Chery dari dokumen MIIT: panjang 5.118 mm, wheelbase 3.040 mm, platform EREV 800V CATL, LiDAR Huawei ADS V4.1, Snapdragon 8397.

3 minggu yang lalu


Berita
Komparasi Spesifikasi Penggerak Chery Tiggo 8 CSH vs Geely Starray EM-i vs DFSK E5 Plus

Persaingan SUV elektrifikasi di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya sejumlah model plug-in hybrid (PHEV).

2 jam yang lalu


Berita
Setelah Hong Kong, Indonesia Kebagian Meluncurkan DFSK E5 Plus

DFSK meluncurkan DFSK E5 Plus setir kanan di Hongkong, mobil ini diprediksi segera diedakan untuk pasar Indonesia.

19 jam yang lalu


Berita
All New Nissan Evalia Adopsi Teknologi PHEV dan Diluncurkan Akhir Tahun Ini

All New Nissan Evalia PHEV peluncuran dijadwalkan kuartal keempat tahun ini di China dengan powertrain plug-in hybrid 1.500 cc.

20 jam yang lalu


Terkini

Berita
Harga Pertamax Bulan Depan Berpotensi Turun Lagi

Potensi itu tidak lepas dari munculnya tren harga minyak dunia yang juga mulai melandai dan diperkirakan akan berlangsung sampai Desember 2026.

7 menit yang lalu


Berita
Komparasi Spesifikasi Penggerak Chery Tiggo 8 CSH vs Geely Starray EM-i vs DFSK E5 Plus

Persaingan SUV elektrifikasi di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya sejumlah model plug-in hybrid (PHEV).

2 jam yang lalu


Berita
Begini Wujud Resmi Geely Galaxy Cruiser 700

Geely kembali memperlihatkan wujud terbaru dari SUV off-road plug-in hybrid mereka, Galaxy Cruiser 700,

5 jam yang lalu


Berita
Setelah Hong Kong, Indonesia Kebagian Meluncurkan DFSK E5 Plus

DFSK meluncurkan DFSK E5 Plus setir kanan di Hongkong, mobil ini diprediksi segera diedakan untuk pasar Indonesia.

19 jam yang lalu


Tips
Pentingnya Cek Tekanan Angin Ban Secara Rutin

Pentingnya cek tekanan angin ban secara rutin untuk menjaga keselamatan dan efisiensi berkendara. Ketahui risiko tekanan angin rendah seperti boros BBM hingga potensi pecah ban.

19 jam yang lalu