Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Amankah Pasang Audio Di Mobil Listrik?

Diapstikan aman karena peranti makin canggih, dimensi mengecil, performa meningkat drastis
Berita
Senin, 17 Juni 2024 08:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Teknologi car audio makin canggih, dimensi produk mengecil


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Meski masih fluktuatif namun peminat in car enternaiment masih tetap ada. Setidaknya fans lama yang masih menginginkan hiburan selama di perjalanan lebih dari sekadar mendengarkan siaran radio ataupun musik.

Namun hal yang kini juga perlu diketahui bahwa keinginan untuk memasang peranti tambahan untuk hiburan di perjalanan juga semakin ‘simpel’. “Sekarang ukuran dan desain speaker, bahkan boks untuk subwoofer juga semakin kecil, ruang atau sudat yang ada di kabin mobil nyaris bisa dimanfaatkan semua,” buka Rokhim, penggawang CAS Audio. Ia ditemui langsung beberapa waktu lalu (9/6). 

Selanjutnya pria yang praktik di area MGK Kemayoran Jakarta Pusat itu juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak lepas dari perkembangan teknologi peranti in car entertainment yang kini lebih compact, lebih canggih, performa lebih baik, tapi konsumsi energinya juga makin efisien. 

Kalau sudah begitu, kalaupun ada opsi untuk menambahkan peranti hiburan di mobil listrik diyakini juga oleh Rokhim bukanlah halangan. 

BACA JUGA

“Secara prinsip sama saja, sistem kabel bawaan pabrik juga ternyata sama saja dengan mobil mesin biasa. Hanya saja memang tetap butuh kehati-hatian, seperti biasa, peranti lain bawaan pabrik yang ada di mobil jangan sampai terganggu,” urai pria yang pernah bertahun berkarier bagian aftersales service produk car audio merek Nakamichi yang diedarkan di Indonesia itu.

Hanya saja, pria ramah ini menyebutkan mobil listrik merek Tiongkok memang perlu perhatian lebih cermat. Baik untuk mobil mesin konvensional, terlebih mobil listrik. “Sistem perkabelan mobil-mobilnya sering tidak memakai warna deteksi yang sama dengan mobil-mobil lain yang ada,” kekehnya. 

Kondisi tersebut tentu membuatnya harus melakukan pemeriksaan ulang atas setiap jalur kabel mobil listrik merek Tiongkok. “Ada alatnya juga sih untuk memeriksa dan memastikan jalur dan fungsi kabel yang ada di mobil,” kata pria yang sudah 10 tahun bersolo karier dengan klinik car audio-nya yang dirintisnya lebih dari 10 tahun yang lalu itu.

Kondisi bagasi dengan spesifikasi kontas car audio ‘kelas menengah’, tetap fungsional 
Skema sistem car audio kelas ratusan juta, jauh lebih simpel dibandingkan skema desain sistem di 10-15 tahun lalu  

Komponen ‘2 in 1’

Rokhim kemudian menjelaskan secara khusus bahwa peranti car audio saat ini dimensinya compact karena perkembangan teknologi sudah semakin maju. “Sekitar 10-15 tahun lalu di pasaran marak power amplifier yang sudah built insignal processor, ada juga banyak beredar passive crossover untuk mendukung performa speaker, kini mayoritas produsen power amplifier yang terkenal sudah menggabungkan ketiganya dalam satu produk,” urai Rokhim sambil tertawa. 

 Secara awam,  produk itu disebut sebagai ‘digital signal processor’ atau jamak disebut DSP. Jika sebelumnya sebuah power amplifier banyak yg built in fitur DSP maka kini kebalikannya. 

Hal itu diterangkan oleh Fachrul, sales representatives dari Alpine Indonesia, ”Perkembangan terkini power amplifier sudah bisa menghasilkan daya dari komponen yang jauh lebih kecil, umumnya digabung saja ke dalam DSP,” ungkapnya yag juga ditemui di perhelatan hari jadi gerai CAS tersebut. 

Memang meski kelihatannya sederhana, namun penggabungan keduanya tetap mengedepankan performa olah sinyal secara digital yan terbaik. “Produk yang baik memang harganya tidak terlalu miring, tapi jadi minim effort untuk instalasi, bahkan tinggal taruh di bawah jok saja sudah bisa,” kata Fachrul.

Soal label harga memang bisa belasan juta Rupiah, tetapi seluruh sistem in car entertainment baru menjadi seolah produk bawaan pabrik mobil karena ringkas penataannya. 

“Karena fitur serta fungsi peranti menjadi lebih detail maka banyak produk car audio saat ini setelah disepakati ‘settinganya’ maka hampir bisa dipastikan tidak ada perubahan sampai peranti itu diganti untuk misalnya dengan sproduk yang lebih baru,” pungkas Fachrul. (EW)

Dimensi power amplifier dan DSP kini lebih kecil dibandingkan laptop sekalipun

  


Tags Terkait :
Caraudio Ev Incarentertainment
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Amankah Pasang Audio Di Mobil Listrik?

Diapstikan aman karena peranti makin canggih, dimensi mengecil, performa meningkat drastis

1 tahun yang lalu


Berita
Asia CAN Final 2025, Buktikan Tuner Audio Indonesia Mampu Bicara Di Kancah Dunia

Dunia audio sound sistem di Indonesia telah mampu berbicara di tahap internasional, salah satunya ada di ajang Asia CAN Final 2025 yang digelar di kawasan Alam Sutera, Tangerang

2 minggu yang lalu


Berita
Nakamichi Bawa Inovasi Terbaru di Dunia Car Audio Indonesia

Nakamichi hadir lewat acara “All Things New”, menghadirkan inovasi car audio cerdas dengan head unit 16/512 dan kamera 360° enam channel pertama di Indonesia.

4 minggu yang lalu


Berita
Mengenal Speaker Yang Harganya Lebih Mahal Dari Daihatsu Ayla

Tak hanya gaji + tunjangan DPR, speaker ini juga lebih mahal dari sebuah LCGC.

2 bulan yang lalu


Terkini

Berita
MG Bakal Bawa Line Up Baru Sepanjang 2026, PHEV Jadi Fokus Utama

Tidak hanya membawa line up baru. MG bakal punya beberapa pilihan powertrain untuk pasar Indonesia.

1 jam yang lalu


Berita
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Ulas Fakta Sejarah dan Kiprah di Indonesia

Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz di Indonesia ulas sejarah Benz Patent Motorwagen 1886, mobil pertama RI 1894, pabrik CKD Bogor, dan evolusi S-Class.

5 jam yang lalu


VIDEO: MG S5 EV (ASEAN NCAP)

MG S5 EV telah menjalani crash test.

Crash Test | 7 jam yang lalu


Berita
BYD Bakal Buat SPKLU Berdaya 1.500 kW

BYD akan buat fasilitas yang mampu mendukung daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere.

8 jam yang lalu


Berita
Mencoba EV Entry Level Geely Jakarta-Cibodas

Geely menggelar Extra Fun 2 You Media Drive Experience untuk membuktikan kemampuan Geely EX2 sebagai kendaraan listrik harian.

9 jam yang lalu