Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Kampas Rem Asbestos, Tidak Ramah Lingkungan Tetapi Jadi Pilihan

Hal ini sempat menjadi pembahasan Senior Investigator KNKT, terkait maraknya kejadian rem blong.
Berita
Kamis, 28 April 2022 10:45 WIB
Penulis : Benny Averdi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Kampas rem tentunya merupakan komponen penting pada perangkat pengurang laju kendaraan. Saat ini ada dua jenis kampas rem yang beredar di pasaran, yaitu yang berbahan asbestos dan non-asbestos.

Tentang bahan kampas rem ini, sempat menjadi pembahasan Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan dengan Kadishub Kota Surabaya, Tunjung Iswandaru pada sebuah podcast, seperti yang diunggah pada akun instagram @wildanknkt.

Jenis asbestos terbuat dari asbes dicampur resin, warnanya cerah, memiliki ketahanan panas antara 200 - 250o Celcius. Jenis kampas rem ini selain tidak ramah lingkungan, juga buruk dalam melakukan disipasi panas (membuang panas), sehingga lebih cepat mengalami brakefading (rem blong) saat digunakan pengereman secara maksimal.

Sementara non-asbestos terbuat dari serat kevlar dan steel fiber. Warnanya gelap dan agak mengkilat, memiliki ketahanan panas hingga 400o Celcius dan sangat bagus dlm melakukan disipasi panas.

BACA JUGA

Rem jenis ini sangat bagus digunakan utk meminimalkan risiko rem blong. Bahkan rem ini direkomendasikan oleh semua APM dan melarang penggunaan kampas jenis asbestos. Tapi di aftermarket malah lebih banyak beredar kampas rem asbestos dibandingkan non-asbestos.

Tentunya pada aftermarket lebih banyak tersedia non-asbestos, karena banyaknya permintaan. Pada umumnya perusahaan bus atau truk, lebih menggunakan kampas asbestos, meskipun harganya mahal. Karena ada anggapan rem asbestos ‘lebih pakem’ sehingga sesuai dengan karakter pengemudi yang offensive, dengan jarak sangat dekat dengan kendaraan di depannya.

Menurut Ahmad Wildan, pentingnya edukasi penggunaan kampas rem non-asbestos yang terkait dengan karakter pengemudi tersebut, sehingga perusahaan diharapkan mau melatih pengemudinya defensive driving dan menggunakan kampas rem yang ramah lingkungan dan aman.


Tags Terkait :
Rem Kampas Rem
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Daihatsu Value Part, Suku Cadang Versi Terjangkau Resmi

Daihatsu Value Part: suku cadang non ori lebih murah yang disuplai vendor Daihatsu dan disetujui prinsipal Jepang, kualitas di bawah genuine parts.

1 hari yang lalu


Truk
Ramp Check Mandiri Ala Isuzu Untuk Keamanan Masa Nataru

Demi memastikan kendaraan beroperasi dengan baik sekaligus nyaman dikendarai

1 hari yang lalu


Berita
Suku Cadang Alternatif Toyota Ini Semakin Digemari Karena Lebih Terjangkau

Suku cadang alternatif untuk mobil Toyota semakin digemari karena memiliki harga yang terjangkau. Ada apa saja?

1 hari yang lalu

Berita
Kasus Mobil Mogok Naik 40% di Musim Hujan, Layanan Darurat 24 Jam Jadi Solusi

Memasuki musim hujan, kasus mobil mogok dan gangguan kendaraan meningkat hingga 40%. Garasi.id hadir dengan layanan asisten darurat untuk membantu pengemudi.

3 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur Di Thailand. Harganya Lebih Murah Dari Fortuner

Hanya tersedia dengan mesin bensin saja

4 jam yang lalu


Berita
Toyota Produksi Lagi Dasbor Supra MK4 Melalui GR Heritage Parts

Toyota kembali memproduksi sparepart mobil lawasnya melalui GR Heritage Parts

6 jam yang lalu


Tips
Perhatikan Tanda-Tanda Munculnya Microsleep Saat Mengemudi

Paksa untuk tidur sebentar untuk memulihkan kesadaran serta konsenterasi

11 jam yang lalu


Bus
Transjakarta Tambah Jam Operasional Dini Hari Saat Arus Balik

Bus layanan khusus itu hubungkan terminal Pulo Gebang dengan terrminal pendukung di sebagian besar wilayah Jakarta

13 jam yang lalu


Berita
Perhatikan Dua Waktu Puncak Arus Balik Ke Wilayah Jabodetabek Dari Arah Timur

Bisa jadi pertimbangan untuk melakukan perjalan kembali dengan lebih leluasa.

13 jam yang lalu