Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Diesel Euro 4 Haram Tenggak Biosolar

Euro IV harus gunakan solar berkualitas
Berita
Rabu, 6 April 2022 13:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Nanti pada tanggal 12 April 2022, standar emisi baru, Euro 4 untuk mesin diesel mulai diberlakukan di Indonesia. Hal ini menyempurnakan penggunaan standar Euro 4 yang sebelumnya sudah diterapkan pada mobil berbahan bakar bensin.

Salah satu yang langsung membedakan antara standar baru ini dengan standar lama adalah asupan bahan bakar solarnya. Di mana dengan standar baru ini maka Biosolar tak lagi memenuhi persyaratan sebagai ‘minuman’ bagi mesin-mesin tersebut.

Sebagai informasi, mesin yang sudah mengantongi standar Euro 4  harus menenggak spesifikasi bahan bakar yang sesuai dengan peruntukannya yakni memiliki minimal cetane number 51 ke atas dengan kandungan sulfur 50 ppm.

Sebagai contoh produk Toyota seperti Innova diesel ataupun Fortuner Diesel dihimbau untuk menggunakan solar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

BACA JUGA

Dengan menggunakan mesin berstandar Euro 4, Dealer Technical Support Dept. Head PT TAM Didi Ahadi BBM solar sesuai dengan rekomendasi pabrikan yakni memiliki Cetane 51 ke atas dengan kadar sulfur 50 ppm.

“Jika melihat dari angka standar yang ada, maka biosolar ataupun jenis solar diluar spesifikasi tersebut terpaksa tidak bisa digunakan,” terang Didi dikutip dari CNN.

Bila pemilik mobil dengan mesin Diesel berstandar Euro 4 masih memaksakan untuk menggunakan jenis BBM yang di luar rekomendasi, maka akan menghadapi sejumlah konsekuensi. "Penurunan performa, asap putih, desibel suara mesin bertambah dan emisi gas buang menjadi lebih jelek. Lebih jauh lagi, bisa juga menggugurkan garansi ," imbuhnya Didi.

Didi mengatakan apabila menenggak solar yang tidak sesuai spek, sederet kerusakan akan menyertai. Pertama-tama yang akan terimbas adalah catalytic converter. Komponen itu diketahui bertugas sebagai alat pengendali emisi buang yang mengubah gas dan polutan beracun menjadi lebih ramah lingkungan.

Selain itu Pertamina dalam situs resminya menyampaikan bahwa menggunakan bahan bakar kualitas rendah akan membuat filter bahan bakar bekerja lebih keras dan akan memangkas umur pakainya secara signifikan.


Tags Terkait :
Diesel Euro4
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Mahindra Tidak Jualan ‘Mobil Tong Sampah’, Ini Penjelasan RMA

Sampai saat ini belum ada Mahindra Scorpio dengan standar Euro 6.

4 bulan yang lalu


Bus
Hino GB 150 L Jadi Andalan Baru Untuk Medium Bus Pariwisata

Medium bus makin jadi pilihan operator segmen AKAP, AKDP, dan Pariwisata karena efisien serta daya angkut yang membesar.

7 bulan yang lalu


Truk
GIIAS 2024: Mitsubishi Fuso ‘Aktivis’ Kendaran Niaga Ramah Lingkungan

Produk terkini semakin banyak fitur reduksi emisi

2 tahun yang lalu


Berita
Mudik Gratis Isuzu: Khusus Bagi Pengemudi Dan Keluarganya

Pertama kali dilakukan di Indonesia

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Biaya Harian Wuling Aira ev Lebih Hemat DibandingLCGC? Ini Perbandingannya dengan Honda Brio, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla

Menghitung perbandingan penggunaan harian Aira ev dengan LCGC yang ada di Indonesia saat ini. Mana yang lebih hemat?

7 jam yang lalu


Berita
Maxus Hadirkan Mifa 7, MPV Listrik Premium yang Fleksibel untuk Keluarga Modern Di GIIAS 2026

Harga Maxus Mifa 7 GIIAS 2026 ditetapkan Rp750 juta OTR Jakarta. MPV listrik premium ini menawarkan jarak tempuh 570 km dan ADAS Level 2+.

8 jam yang lalu


Berita
ICMS-GIIAS 2026: Di Indonesia Sudah Tercipta Pasar Buat BEV, HEV, Dan PHEV

Regulasi khusus yang mengistimewakan satu jenis kendaraan sudah waktunya ditinjau ulang.

8 jam yang lalu


Berita
Jetour T2 i-DM Disambut Positif, Dominasi Penjualan di GIIAS 2026

Model plug-in hybrid (PHEV) tersebut menyumbang sekitar 60-70 persen dari total penjualan T2 selama pameran berlangsung.

9 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Perkuat Layanan Purnajual di GIIAS 2026, Ada Suku Cadang Murahnya

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Daihatsu Value Parts, yakni pilihan suku cadang alternatif dengan harga lebih terjangkau.

9 jam yang lalu