Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Bahan Bakar Berkualitas Tinggi Bukan Penyebab Panas Mesin

Anggapan panas berlebihan dikarenakan menggunakan bahan bakar berkualitas tidaklah benar
Berita
Rabu, 5 Oktober 2022 13:30 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Perkembangan teknologi pada mesin tentunya diikuti pula dengan perkembangan asupan bahan bakar yang digunakannya.

Guna mengejar efisiensi, mesin-mesin modern dipaksa untuk mengoptimalkan kinerjanya. Dengan kapasitas mesin yang sama atau bahkan lebih kecil, harus dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Kondisi inilah, maka pembuat bahan bakar mesin pun berlomba untuk membuat formulasi yang tepat untuk mampu menyokong  kinerja mesin-mesin modern tersebut.

Salah satu ciri mesin modern adalah kompresinya yang tinggi. Guna mencapai keselarasan kinerja dengan mesin modern yang  punya komperesi mesin tinggi, maka bahan bakar pun harus berkualitas. Dalam pengertiannya adalah harus mempunyai nilai oktan yang memadai dan punya formula khusus yang mampu memberi nilai tambah untuk durabilitas dan performa.

BACA JUGA

Salah satu contoh adalah adalah Shell V-Power Nitro+ yang dirancang untuk mobil-mobil dengan mesin bensin berteknologi tinggi, khususnya yang jamak ditemui pada mobil premium.

Selain itu pada umumnya bahan bakar Shell sudah dilengkapi teknologi Dynaflex yang memiliki kekuatan membersihkan ruang bakar hingga 80%. Selain berfungsi membersihkan ruang bakar, teknologi molekul ini pun diklaim mampu meminimalisir efek gesekan yang dapat mengurangi performa mesin.

Namun, di luar sana ternyata masih banyak yang beranggapan bahwa mesin akan cepat panas apabila menggunakan bahan bakar berkualitas.

Kita akan bahas dari pokok persoalannya terlebih dahulu.

Salah satu penyebab utama timbulnya panas tak lain karena terjadi proses pembakaran pada mesin dan ditambah dengan kompresi. Semakin tinggi kompresi maka akan berpeluang menimbulkan panas lebih tinggi. “Kompresi tinggi memiliki kompensasi punya temperatur yang lebih tinggi, namun dibayar dengan tenaga yang lebih besar,” terang Aleg Purbaya dari Workshop 365 di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur.

“Artinya dengan memanfaatkan kompresi tinggi, volume mesin lebih kecil pun mampu menelorkan daya lebih besar,” sambung insinyur mesin lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

Mesin dengan kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar yang sesuai. Dibutuhkan jenis bahan yang mampu menahan kompresi mesin tinggi dan lebih sulit terbakar. Namun dia akan terbakar tepat di mana dibutuhkan dan menjadikan tenaga yang optimal. Inilah yang menjadikan mesin efesien.

Maka mesin-mesin modern dapat menghasilkan tenaga yang besar hanya dengan mengandalkan mesin yang lebih kecil volume silindernya. Demikian halnya dengan mesin yang sudah dilengkapi dengan turbo. Kendati rasio dasar pada mesin relatif tidak terlalu tinggi, namun mesin dengan turbo dikatakan sebagai dynamic compresion ratio karena ada campur tangan udara yang dimampatkan oleh unit turbo. “Mesin turbo akan mengalami peningkatan kompresi saat mendapat semburan udara dari turbo,” beber Aleg.

Kinerja mesin dengan kompresi tinggi inilah yang lebih dominan menimbulkan panas yang relatif lebih tinggi dari mesin-mesin lawas yang umumnya punya kompresi rendah.

Jadi bukan bahan bakarnya yang menimbulkan panas yang tinggi melainkan aktifitas mesin dengan kompresi tinggi.

Anggapan panas berlebihan dikarenakan menggunakan bahan bakar berkualitas tidaklah benar.


Tags Terkait :
Hot Engine Shell V-Power
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Bahan Bakar Berkualitas Tinggi Bukan Penyebab Panas Mesin

Anggapan panas berlebihan dikarenakan menggunakan bahan bakar berkualitas tidaklah benar

3 tahun yang lalu


Berita
Merasakan Sensasi Toyota JDM Di TOKYO

Toyota ajak jurnalis rasakan mobil JDM legendaris di Jepang. Dari Supra, AE86 hingga GR Family, semuanya tunjukkan DNA sejati Toyota.

6 bulan yang lalu

Berita
Toyota Avanza FWD Akan Pakai Mesin Sienta?

Mesin 2NR-FE atau 2NR-VE?

5 tahun yang lalu


Berita
Puluhan Daihatsu Modifikasi Kumpul di Manado

Untuk yang ke-11, ajang kontes modifikasi ini digelar di Manado.

7 tahun yang lalu


Berita
Memperkenalkan Varian Paling Kencang Dari VW Polo

Volkswagen siapkan VW ID Polo GTI Clubsport 282 hp, varian paling kencang hatchback listrik dengan virtual gearbox dan limited-slip differential.

1 minggu yang lalu


Berita
IMX Hub Bandung Resmi Dibuka, NMAA Siap Tembus Osaka Auto Messe 2026

IMX Hub Bandung, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) resmi dibuka.

3 bulan yang lalu

Berita
Chery Memperkenalkan Material Baja Baru Yang Lebih Kuat Untuk Keselamatan

Industri baja China mampu menghadirkan terobosan baru dalam hal bahan baku pelat baja untuk industri otomotif.

5 bulan yang lalu


Berita
Hot Wheels Gandeng Turbo Bastard Wheel Milik Gofar Hilman, Tawarkan Diecast Paling Kalcer di IMX 2025

Hasil kolaborasi Hot Wheels dengan brand besutan Gofar Hilman menciptakan sesuatu yang menarik perhatian.

8 bulan yang lalu


Terkini

Tips
Harga BBM Mahal, Line Up Hybrid Toyota Laku Dipasaran

Penjualan Toyota hybrid meningkat karena harga BBM mahal. Toyota mencatatkan lebih dari 10.000 SPK untuk Veloz Hybrid serta tren kenaikan pada model Zenix Hybrid di tengah kenaikan harga bahan bakar.

26 menit yang lalu


Berita
Xiaomi YU7 GT Berhasil Pecahkan Rekor Nurburgring, Jadi SUV Tercepat

Xiaomi YU7 GT rekor Nurburgring SUV tercepat dengan catatan waktu 7 menit 34,931 detik di Nürburgring Nordschleife, melampaui Audi RS Q8 Performance.

6 jam yang lalu


Berita
BYD Akhirnya Terjunkan Mobil PHEV Di Indonesia, Ini Alasannya

BYD memperkenalkan M6 DM sebagai mobil PHEV pertama di Indonesia untuk menjangkau konsumen di wilayah tanpa infrastruktur EV yang merata.

7 jam yang lalu


Berita
BYD M6 DM Bakal Diterima Konsumen Juni 2026 Mendatang

BYD M6 DM pengiriman Juni 2026 akan dimulai menyusul peluncuran model PHEV di Indonesia. BYD menekankan harga kompetitif berkat integrasi vertikal.

14 jam yang lalu


Berita
Volvo EX90, SUV Listrik Paling Canggih Saat Ini

Diberi label harga Rp2,5 miliar, berisikan berbagai fitur berkendara dan keamanan yang mutakhir.

17 jam yang lalu