Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

UD Trucks Akan Buat Truk Tanpa Supir, Tetapi Pengemudi Di Indonesia Tak Perlu Khawatir

Teknologi ini mendukung semakin sedikitnya populasi masyarakat di Jepang, sehingga bisa mengatasi kelangkaan pengemudi truk.
Berita
Senin, 29 November 2021 14:00 WIB
Penulis : Benny Averdi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

UD Trucks dan Kobe Steel bekerja sama untuk melakukan uji coba sistem kemudi otonom di Kakogawa Works Kobe Steel, menggunakan UD Trucks Quon berteknologi mengemudi otonom Level 4.

Inisiatif ini didasari kekurangan pengemudi yang kronis di lokasi kerja penambangan baja tersebut dan untuk mempromosikan transformasi digital di lokasi manufaktur dan logistik.

Dilansir dari udtrucks.com, UD Trucks menggunakan truk heavy-duty Quon, yang dilengkapi secara khusus dengan teknologi penggerak otonom Level 4 untuk uji coba. Truk berada pada rute uji di area Kakogawa yang akan berlangsung selama paruh kedua tahun 2022.

Diketahui, Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja dalam disebabkan tingkat kelahiran yang menurun dan populasi orang lansia yang bertambah dengan cepat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jika tren saat ini terus berlanjut, populasi usia kerja diprediksi akan turun dari sekitar 74 juta pada tahun 2021, menjadi 68 juta pada tahun 2030 dan 44 juta pada tahun 2060.

BACA JUGA

Kekurangan tenaga kerja tersebut, tentunyamempengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk logistik dan industri manufaktur. Hal ini memberikan tekanan kuat pada perusahaan untuk mempertahankan tingkat output dan layanan pelanggan saat ini.

Dalam hal produksi baja, sistem kerjanya dirancang untuk beroperasi 24 jam sehari, 365 hari setahun. Namun, kekurangan pengemudi dapat memperlambat pergerakan material di dalam lokasi, yang berdampak pada operasi manufaktur secara keseluruhan.

Soal penerapan sistem otomom ini, bukan hal baru. UD Trucks telah melakukannya beberapa waktu lalu. Pada tahun 2018, UD Trucks mengumumkan roadmap inovasinya ‘Fujin & Raijin. Vision 2030’ yang bertujuan untuk memberikan berbagai solusi untuk Smart Logistics, termasuk truk yang sepenuhnya elektrik dan otonom pada tahun 2030.

Pada tahun 2019, UD Trucks dengan perusahaan Logistik Nippon Express dan koperasi pertanian Hokkaido Hokuren, mendemonstrasikan penggunaan teknologi penggerak otonom Level 4 dalam menangani produk pertanian di salah satu fasilitas pemrosesan pertanian terkemuka di Hokkaido.

Sebagian dari rute juga terjadi di jalan umum, hal ini merupakan yang pertama untuk truk heavy-duty di Jepang. Sistem mengemudi otonom telah diuji dalam kondisi yang mirip dengan  lingkungan operasi sebenarnya, sehingga dapat menunjukkan kelayakan untuk aplikasi teknologi mengemudi otonom tersebut di dunia nyata.

Pada Mei 2021, Kobe Steel merumuskan Rencana Manajemen Jangka Menengah Grup KOBELCO (FY2021-2023). Mendukung rencana ini adalah strategi DX (digital transformation) yang bertujuan untuk memperkuat dan mempercepat pengembangan teknologi dan aplikasi bisnis di bidang ICT dan AI. Teknologi digital akan menjadi pusat transformasi untuk memberikan solusi bagi pelanggan dan masyarakat.

UD Trucks dan Kobe Steel kini memulai langkah selanjutnya dalam menguji teknologi otonom, dalam upaya memaksimalkan efisiensi dan mengatasi kekurangan pengemudi.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan meletakkan dasar bagi perubahan positif dalam menjadikan logistik lebih cerdas, lebih baik bagi masyarakat dan keuntungan lebih baik bagi perusahaan.

Namun, pengemudi truk di Indonesia tak perlu khawatir, karena teknologi ini tentunya belum akan diterapkan dalam waktu dekat di tanah air.


Tags Terkait :
UD Trucks Otonom
B

Benny Averdi

Penulis

Sejak tahun 2000 mengawali karir sebagai jurnalis di bidang otomotif roda 4. Meski juga menyenangi hal tentang roda 2 da...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Isuzu Krawang Plant Sudah Produksi 300.000 Unit Sejak 2015

Jumlah produksi tahunan sudah mencapai 45 ribu unit.

4 hari yang lalu


Truk
2025 Penuh Tantangan, UD Trucks Indonesia Tutup Tahun dengan Langkah Strategis

Di tengah tantangan tersebut, UD Trucks Indonesia menutup tahun 2025 dengan sejumlah langkah transformasi strategis, termasuk di 2026 nanti.

7 bulan yang lalu


Berita
UD Trucks Dukung Penuh Modifikasi Karoseri Zero ODOL 

Penjabaran aturan modifikasi karoseri

2 tahun yang lalu


Truk
Membaca Kode Dari Truk : Tiap Huruf Mengandung Makna Tersendiri

Truk memiliki berbagai varian yang terbagi dalam beberapa tipe. Masing-masing ditandai dengan huruf dan angka, kali ini akan dibahas kode dari truk UD Trucks.

4 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mobil Misterius Gazoo Racing Ini Hadirkan Spekulasi Kelahiran Kembali Toyota MR2

Spesifikasi Toyota MR2 generasi baru Gazoo Racing masih dirahasiakan. Prototipe mid-engine ini memunculkan spekulasi kehadiran model sport dengan sistem AWD dan mesin 2.0 liter.

7 jam yang lalu


Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

8 jam yang lalu


Tips
Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

Benarkah nitrogen mampu menjaga tekanan ban lebih stabil? Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

9 jam yang lalu


Berita
Brand ‘O’ Siap Debut di Indonesia, Diduga Omoda O4 Meluncur 27 Juli 2026

Brand O dari Chery akan debut di Indonesia. Peluncuran Omoda O4 27 Juli 2026 Indonesia dijadwalkan dengan desain futuristis untuk konsumen muda.

9 jam yang lalu


Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

11 jam yang lalu