Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Sudah Kodratnya Mesin Diesel Kasar, Ini Sebabnya

Berhasil dihaluskan dengan kehadiran teknologo Common rail, namun tetap saja masih kasar
Berita
Minggu, 12 Januari 2020 14:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Saat ini mesin diesel banyak digunakan pada sektor industri ataupun transportasi masal. Jika dibandingkan dengan mesin bensin, mesin yang ditemukan oleh Rudolf Christian Karl Diesel memiliki berbagai keunggulan di antaranya adalah penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, torsi besar dan perawatan yang lebih enteng.

Namun demikian, sayangnya penenggak solar ini dikenal dengan suara mesinnya yang kasar serta getaran yang lebih keras dibandingkan dengan mesin bensin.

“Mesin diesel membutuhkan kompresi yang jauh lebih besar dari mesin bensin untuk bekerja. Besaran kompresinya antara 15 : 1 hingga 22 : 1 untuk menghasilkan tekanan hingga 40 bar,” terang Arvin Sumbung, Service Marketing Departemen PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

“Kompresi tinggi merupakan kunci dasar kinerja mesin diesel, karena kompresi yang tinggi akan membakar solar yang disemprotkan ke dalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran pada mesin diesel,” sambungnya.

Kompresi tinggi yang menjadikan mesin diesel lebih kasar dibandingkan dengan mesin bensin. Sebagai bandingan, sebuah mesin bensin yang hanya memiliki kompresi dari 8 hingga 14 bar saja.

Kehadiran teknologi common rail memberikan perubahan besar yang menjadikan suara mesin jadi lebih halus. Pada mesin bercommon rail, solar disemprotkan ke dalam mesin partikel lebih kecil dengan tekanan yang sangat tinggi.  

“Tekanan ini dinaikkan dulu di komponen common railnya baru disemprotkan oleh injector. Hasilnya solar yang masuk ke mesin sudah seperti pengabutan atau sangat halus,” papar Arvin lebih lanjut. “Ledakan yang terjadi menjadi banyak tapi kecil-kecil. Pada mesin diesel konvensional, partikel solarnya lebih besar jadi getaran dan ledakannya juga lebih besar. Hal itulah yang menyebabkan diesel common rail lebih halus dibandingkan diesel konvensional,” tutupnya.


Tags Terkait :
Mesin Diesel Truk
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Pikap
Mitsubishi Sanggup Partisipasi Penuhi Kebutuhan Pikap Untuk KopDes Merah Putih

Mitsubishi menyatakan sanggup penuhi kebutuhan Kopdes apabila dilibatkan

1 hari yang lalu

Truk
Hino Sumbangkan Mesin Dan Komponen Berstandar Euro 4 Ke Kampus-Kampus

Bagian dari link and match di perguruan tinggi nasional.

1 hari yang lalu


Bus
Sopir Bus Hasil Didikan Sekolah Mengemudi Beda Karakternya

Tidak hanya sekadar lebih tahu soal teknis mengemudi bus. Tapi mengerti mengontrol emosi di jalan.

4 hari yang lalu


Bus
Ini Barisan Bintang Isuzu Di JMS 2025

Semua bertema inovasi teknologi masa depan untuk hari ini.

3 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Mahindra Tidak Jualan ‘Mobil Tong Sampah’, Ini Penjelasan RMA

Sampai saat ini belum ada Mahindra Scorpio dengan standar Euro 6.

6 jam yang lalu


Berita
Tebar Jaringan Dealer, Jaecoo Mulai Rambah Wilayah Banten

Jaringan dealer di Banten ini merupakan gerai ke 25 dari 80 dealer di sepanjang 2026

8 jam yang lalu


Berita
Hyundai Tucson Ikuti Langkah Santa Fe, Gunakan Desain Kotak

Next gen Tucson punya desain bergaris tegas dan mengkotak laksana Santa Fe.

9 jam yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga HYUNDAI Terbaru (Maret 2026)

Hyundai menjadi salah produsen asal Korea Selatan yang tengah serius menggarap pasar otomotifnya di Indonesia.

10 jam yang lalu


Berita
Kementerian ESDM: Jangan Panic Buying Dalam Membeli BBM

Stok BBM nasional 20 hari lebih karena daya tampung kilang bukan kemampuan dalam menyediakan BBM

11 jam yang lalu