BUS-TRUCK - Kebutuhan akan kendaraan listrik di segmen niaga meski tak selancar kendaraan penumpang, namun trennya terus meningkat.
Di area Tiongkok dan juga wilayah Eropa serta Amerika Serikat boleh disebut sebagai duet penyedot kendaraan listrik dunia. Umumnya didorong oleh kebutuhan operasional di bidang logistik, konstruksi, dan juga pertambangan.
Sebagai salah satu produsen truk listrik global, Volvo sampai saat ini telah mengirimkan tak kurang dari 5.000 unit truk listrik dengan berbagai model serta varian ke para operatornya.
Ribuan truk itu terkirim setidaknya ke 50 negara dengan delapan model truk listrik yang saat ini tersedia.
Volvo sendiri mulai memasarkan truk listrik sejak tahun 2019, ada catatan seluruh armada yang saat ini beroperasi sudah menempuh jarak sampai 170 juta kilometer.
Hal itu menjadikan Volvo sebagai salah satu jenama terpenting dalam dunia kendaraan niaga tanpa energi fosil.
Dalam keterangan resminya, President Volvo Trucks, Roger Alm, menyebutkan bahwa selama perjalanan pihaknya memasarkan truk tanpa bahan bakar minyak itu tak sedikit dari operator yang kemudian melakukan penambahan jumlah armada dengan versi listrik juga.
Baca juga: Ini Alasan Volvo Trucks Hanya Rilis Tipe Tractor Head Listrik di Indonesia
Baca juga: Michelin Siap Hadapi Era Kendaraan Listrik, Seluruh Ban Sudah Kompatibel Untuk EV
Barisan model truk listrik Volvo saat ini adalah; Volvo FL Electric, Volvo FE Electric, Volvo FM Electric, Volvo FM Low Entry, Volvo FMX Electric, Volvo FH Electric, Volvo FH Aero Electric, dan Volvo VNR Electric.
Pilar dari filosofi Volvo untuk target nol emisi di tahun 2024 juga mendorong pabrikan asal Swedia ini terus menciptakan truk ramah lingkungan.
Pertama lewat produk bertenaga listrik, kedua yang mengonsumsi hidrogen, dan selain kontinyu mengembangkan truk tenaga listrik, Volvo juga konsisten mengembangkan truk berbahan bakar ramah hidrogen, serta yang bisa diisi bahan bakar dari biogas, serta biodiesel maupun HVO (Hydrotreated Vegetable Oil). (EW)
