Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Komponen ini Wajib Diganti Saat Mobil Hybrid Sentuh 40.000 KM

Benda tersebut merupakan sebuah komponen yang bertugas mendinginkan modul baterai.
Berita
Kamis, 10 Oktober 2019 14:00 WIB
Penulis : Danu P Dirgantoro


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Toyota tampak rajin merilis mobil dengan opsi mesin hybrid untuk ditawarkan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu tantangan PT Toyota Astra Motor (TAM) dengan mobil listriknya tersebut bukan cuma dalam menjualnya.

Tapi yang perlu diketahui dan diedukasi ke konsumen adalah sisi perawatannya. Pada dasarnya, perawatan mobil hybrid tak jauh berbeda dengan mobil konvensional. Namun ada yang pembeda tentunya. Selain baterai, ternyata ada satu komponen yang harus diperhatikan penggunanya.

Benda tersebut merupakan sebuah komponen yang bertugas mendinginkan modul baterai. Wujudnya seperti filter udara dan masuk kategori komponen fast moving.

Faozan Saptadi yang menjabat Kepala Bengkel resmi Toyota Auto2000 Banyuwangi, Jawa Timur menyebut komponen pendingin baterai tersebut wajib diganti tiap 40 ribu kilometer. Dari pantauan kami di bengkel resmi Toyota Auto2000 Banyuwangi (9/10), harga komponen ini hanya Rp 60 ribu.

Foto: Soni

Faozan menyebut bahwa sejatinya biaya servis mobil hybrid dengan varian non-hybridnya kurang lebih sama. Hanya saja, komponen filter pendingin baterai ini jadi pembeda, pemilik varian hybrid harus tambah Rp 60 ribu.

Mobil listrik Toyota Indonesia yang bermesin hybrid sendiri saat ini adalah C-HR, Altis, Camry dan Alphard. Nama pertama kini dijual seharga Rp 523 jutaan OTR Jakarta. C-HR Hybrid bukan saja tercatat sebagai mobil hybrid termurah Toyota Indonesia, tapi juga mobil hybrid termurah seantero Indonesia.

"Minat masyarakat terhadap mobil elektrifikasi semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan sosialisasi kebijakan pengembangan industri mobil elektrifikasi yang dilakukan pemerintah, peningkatan minat masyarakat itu tentu juga tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan hidup. Dan yang tidak kalah penting, pengetahuan konsumen terhadap mobil elektrifikasi juga semakin luas,” kata Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM.


Tags Terkait :
Mobil Listrik Hybrid Toyota
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Inilah Bukti Brand China Menguasai Pasar Mobil Listrik

Lebih dari 70% mobil listrik di dunia merupakan merek asal China.

1 tahun yang lalu


Berita
VinFast Berencana Hengkang Dari Thailand

VinFast dikabarkan bakal hengkang dari Thailand.

1 tahun yang lalu


Berita
Inilah Deretan Merek Mobil yang Konfirmasi Hadir di IIMS 2026

IIMS 2026 dihadiri puluhan merek mobil global. Simak daftar lengkap brand yang tampil dan berbagai inovasi yang akan dibawa ke pameran ini.

1 hari yang lalu

Berita
Perang Harga Antarmobil Cina Terjadi Lagi Di GIIAS 2024

Pada ajang GIIAS 2024 ini, berbagai merek-merek Cina kembali melakukan perang harga.

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Catat Waktu Diskon Tarif Tol Untuk Hindari Macet Arus Balik

Diskon untuk menekan penumpukan arus kendaraan di jalur tol.

12 jam yang lalu


Berita
Hyundai Punya Program Sewa Pakai Bagi Konsumen Perorangan

Banyak pilihan model mulai dari EV sampai ICE.

13 jam yang lalu


Tips
Awas Jika Ada Bunyi Yang Aneh Di Kaki-Kaki Mobil Anda

Pemeriksaan kaki-kaki secara cermat wajib dilakukan secara berkala.

14 jam yang lalu


Berita
Belum Diumumkan Kapan Peluncurannya, Wuling Geber Persiapan Produksi Eksion

Wuling tengah persiapkan produksi Eksion secara lokal.

15 jam yang lalu


Tips
Waspada, Ini Wilayah Lelah Yang Rawan Kecelakaan Di Tol Trans Jawa

Ingat, microsleep tanda awal kelelahan ringan tapi bisa mematikan dampaknya

1 hari yang lalu