Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Syuting Top Gear Kena Masalah di Norwegia, Apa Penyebabnya?

Acara tersohor Top Gear dikabarkan mendapatkan masalah saat syuting di Norwegia. Mereka dikabarkan melampaui batas kecepatan yang diizinkan secara khusus kepada mereka.
Berita
Selasa, 27 Juni 2017 09:00 WIB
Penulis : Hariawan Arif


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Tayangan Top Gear memang sudah memiliki izin dalam membuat video di Norwegia. Namun baru-baru ini dikabarkan izin tersebut dicabut karena saat proses perekaman ada adegan berkendara dengan kecepatan lebih dari 151 mph atau sekitar 243 km/jam dalam sebuah terowongan.

Menurut yang dikabarkan Carscoops (25/6), kepolisian setempat sudah memberikan dispensasi izin untuk mereka berkendara mencapai kecepatan 87 mph atau sekitar 140 km/jam untuk syuting di terowongan Laut Atlantik di negara itu. Namun menurut sebuah perangkat sensor yang ada di dalam terowongan tersebut, salah satu mobil terekam berkendara mencapai 105-112 mph (168-180 km/jam) dan yang lain mencapai 151 mph (243 km/jam).

Norwegia memang terkenal sangat ketat kepada orang-orang yang tidak patuh pada aturan batasan kecepatan. Apabila ada pengemudi yang melebihi batas hingga berselisih 25 mph, mereka bisa mendapatkan denda sebesar 1.300 Dolar AS (sekitar Rp 17 jutaan) dan ditambah enam bulan kurungan penjara.

Sempat dikabarkan dua host mereka yaitu Matt LeBlanc dan Chris Harris terlibat dalam pelanggaran itu. Namun pihak Top Gear berkilah bahwa keduanya tidak melakukan tuduhan tersebut.

"Saat Top Gear sedang syuting di beberapa bagian jalan yang ditutup di daerah itu pada sore hari yang sama, kami sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan polisi mengenai masalah ini. Baik Matt LeBlanc maupun Chris Harris tidak melakukan syuting itu, atau di daerah tersebut, pada saat dugaan pelanggaran ini terjadi,” ucap salah satu pihak produksi Top Gear.

Menurut pihak kepolisian Norwegia, mereka akan melakukan investigasi apakah pelanggaran ini dilakukan sesaat sedang syuting ataupun sebelum izin syuting yang telah disepakati. “Ini wajar untuk menyelidiki apakah pelanggaran batas kecepatan ini telah dilakukan pada periode ketika jalan telah ditutup dan telah digunakan untuk pembuatan film,” menurut Inspektur Polisi Anne Berit Lian.


Tags Terkait :
Top Gear
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Dengan Sentuhan Nostalgia, Jeep Indonesia Segera Hadirkan Edisi Terbatas JL Wrangler Whitetop

Edisi khusus Wrangler Whitetop akan hadir di Indonesia sekitar April 2026

1 hari yang lalu


Berita
Nissan R36 GT-R Belum Akan Berwujud Sebuah EV

Mantan Product Planning GT-R, Hiroshi Tamura berpendapat bahwa R36 belum akan sepenuhnya mobil listrik murni

2 bulan yang lalu


Berita
FIRST DRIVE: Ferrari 12 Cilindri, V12 Bertenaga Yang Tetap Nyaman di Jalan Raya

Ferrari 12 Cilindri merupakan supercar bermesin V12 yang dirancang khusus untuk tetap nyaman digunakan sehari-hari.

1 tahun yang lalu

Berita
Nissan Silvia Bakal Terlahir Kembali Sebagai Sebuah EV?

Akan menjadi kompetitor Toyota 86 dan Honda Prelude

1 tahun yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

4 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

5 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

6 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

7 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

9 jam yang lalu