Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Perbedaan Mengendarai Avanza Baru dan Lama, Begini Rasanya! (Part 2/2)

Sekarang saatnya menjajal tipe 1.5 Dual VVTi. Tapi kenapa kami merasa mesin lama justru lebih responsif?
Berita
Sabtu, 15 Agustus 2015 09:00 WIB
Penulis : Handi Cahyono


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Part 2

Setelah puas keliling kota Semarang menggunakan Avanza 1.3 G Manual, hari berikutnya kami menggunakan seri 1.5 G Manual. Tidak seperti 1.3 baru yang tenaganya terdongkrak 4 dk, mesin 2NR-FE 1500 cc ini tidak mengalami kenaikan tenaga dan torsi, namun angka maksimalnya bisa diraih pada putaran mesin 200 rpm lebih rendah.

Hari kedua pengetesan rute yang ditempuh lebih jauh daripada hari sebelumnya. Kali ini lokasi yang dituju adalah museum kereta api Ambarawa dilanjutkan ke Candi Gedong Songo dan Pondok Kopi yang terletak di dataran tinggi. Dari Semarang akan melintasi jalan tol luar kota melewati daerah perbukitan Grabag dan Salatiga. Sengaja dipilih rute memutar sekalian untuk benar-benar merasakan sensasi berkendara mini MPV andalan Toyota ini.

Ketika melaju di atas tol, kami baru merasakan bahwa kerja keras desainer enginering Toyota benar-benar menghasilkan kendaraan yang diharapkan keluarga Indonesia. Ubahan pada suspensi dan sistem peredaman yang baik membuat handling menjadi lebih mantap. Kendaraan tetap stabil dan minim getaran meski melintasi garis-garis speed-trap, seakan-akan speed-trap tersebut tidak berguna untuk menyadarkan pengemudi yang sedang mengantuk. 

BACA JUGA

Masih seputar kemudi, ada fitur baru yang mirip pada kendaraan Eropa, yaitu lampu sein tiga kali kedip yang berfungsi sebagai sinyal pindah jalur. Caranya cukup mengoperasikan tuas lampu sein tanpa harus menekan sampai penuh.

Bosan berpencar kami ingin segera menyusul rombongan tim lain yang berada di depan. Nah, di sini ternyata kami menemukan kelemahan Avanza. Susah menyalip! Injakan pedal gas tidak singkron dengan torsi yang dikeluarkan, semburan tenaga baru terasa ketika putaran mesin masuk di angka 3.500 rpm. Bahkan ketika kecepatan menyentuh 80 km/h terasa sekali tenaga menjadi kendur, dan kami harus menginjak gas lebih dalam untuk berusaha menaikkan tenaga mencapai kecepatan 120 km/h pada rpm di atas 4.000.

Ketika kami minta penjelasan kepada Iwan Abdurachman, selaku Technical Manager TAM mengatakan, bahwa Avanza terbaru ini menggunakan teknologi drive by wire, selayaknya mobil-mobil modern masa kini. Yang bertujuan untuk peningkatan efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang. Tidak seperti model lama yang masih menggunakan kabel gas, pada model terbaru ini pedal gas akan disambungkan dengan modul rangkaian listrik yang akan menentukan besarnya semprotan bahan bakar untuk mesin secara computerized.

Lalu mengapa model lama dirasa lebih responsif dan gas-nya lebih spontan, karena Avanza yang lama suplai semprotan bahan bakar tidak ditentukan oleh ECU, melainkan oleh besar kecilnya jarak kabel gas yang dihubungkan dengan pedal. Meski BBM lebih boros, dorongan tenaga langsung terasa di awal.  

Namun Iwan menampik, "Memang kalau adu akselerasi pada jarak 400 meter Avanza baru kalah loncatan awal dibanding Avanza model lama, tapi saat finish, Avanza baru akan unggul karena tenaga lebih besar."

Ketika antre di tanjakan curam menuju areal Pondok Kopi pun kami mengalami kejadian serupa. Driver lain yang terbiasa dengan menginjak gas tidak terlalu dalam, ketika di tanjakan sering mengalami mesin mati dikarenakan tenaga kurang. Jadi untuk Avanza baru ini kita memang butuh penyesuaian. Jangan takut mobil menjadi boros, kalau butuh tenaga lebih, tekan saja pedal gas dalam-dalam sampai torsi yang diinginkan tercapai.

Perbedaan Mengendarai Avanza Baru dan Lama, Begini Rasanya! (Part 1/2)


Tags Terkait :
Avanza Baru Test Drive Toyota Grand New Avanza
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Inilah Deretan Mobil Baru Yang Dapat Dicoba di GIIAS Surabaya dan Ketahui Cara Daftarnya

GIIAS Surabaya berlangsung hingga Minggu, 12 Desember ini. Untuk yang ingin datang dan mencoba deretan mobil terbaru, ketahui persyaratan berikut ini.

3 tahun yang lalu


Berita
GIIAS Surabaya 2021, Diikuti Puluhan Pelaku Industri Otomotif

GIIAS Surabaya kembali digelar dengan puluhan produk dan peserta pameran

3 tahun yang lalu


Berita
Xenia Bermesin 1.500 CC Bukan Untuk Menyerang LMPV Lain

Daihatsu Xenia bermesin 1.500 cc merupakan varian baru yang diluncurkan pada Januari 2019 lalu.

6 tahun yang lalu


Berita
Penjualan Xenia Facelift Ternyata di Luar Ekspektasi Daihatsu

Walau mendapati penjualan positif dalam waktu singkat, namun varian mesin 1.500 cc masih belum jadi favorit.

6 tahun yang lalu


Berita
Wuling Mulai Rilis Harga Confero S. Termurah Rp 130 Jutaan

Wuling tahun lalu mengklaim bisa menjual mobil mereka di Rp 150 jutaan. Kini malah lebih murah lagi.

8 tahun yang lalu


Berita
GIIAS Surabaya Auto Show : Cicilan Rp 1 Juta Sampai Hadiah Mobil Selama Pameran

Pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara kini hadir juga di Surabaya, Jawa Timur. Berbagai program menarik bisa Anda temui selama pameran.

9 tahun yang lalu


Berita
Perbedaan Mengendarai Avanza Baru dan Lama, Begini Rasanya! (Part 2/2)

Sekarang saatnya menjajal tipe 1.5 Dual VVTi. Tapi kenapa kami merasa mesin lama justru lebih responsif?

10 tahun yang lalu


Berita
Perbedaan Mengendarai Avanza Baru dan Lama, Begini Rasanya! (Part 1/2)

Layakkah mobil ini dinamai Grand New jika dilihat dari rasa berkendaranya. Kami diberi kesempatan menjajalnya dalam jarak jauh.

10 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Xpeng Siapkan Mekanik Terbang Untuk Wilayah Yang Belum Ada Dealer

Bagian dari komitmen penuh untuk menghadirkan standar kenyamanan memilik Xpeng

8 jam yang lalu


Berita
Jaecoo Akan Beri Sanksi Tegas Bagi Yang Lakukan Mark Up Harga J5

Jaecoo Indonesia siapkan sanksi tegas mark up harga Jaecoo J5 bagi dealer. Pemesanan capai 15.000 unit hingga Maret 2026 akibat tingginya minat.

14 jam yang lalu


Berita
Jeep Ajukan Paten Untuk Penempatan Winch Pada SUV EVnya

Winch dengan penempatan unik ini rencananya akan diperkenalkan pada Jeep Recon Trail Rate

15 jam yang lalu


Berita
Hadir Tahun Ini Juga, Jetour T2 PHEV Bakal Dibanderol Rp 150 Juta Lebih Mahal

Harga Jetour T2 PHEV Indonesia indikatif Rp 838 juta, hadir semester II 2026. Lebih mahal Rp 150 juta dari varian AWD Rp 588 juta, spesifikasi 1.5L turbo PHEV 385 PS.

15 jam yang lalu


Berita
Maxus Buka Dealer Besar Di Jaksel, Fasilitasi Konsumen Premium

Maxus membuka dealer terbesar mereka. Terletak di kawasan strategis TB Simatupang.

16 jam yang lalu