Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Lamborghini Asterion Batal Dijual

Dengan konsep teknologi gabungan mesin pembakaran internal dan elektrik, Lamborghini Asterion merupakan genetik hibrida si banteng Itali ini, sayangnya mereka tidak jadi memproduksi Asterion.
Berita
Jumat, 24 Juli 2015 17:00 WIB
Penulis : Ricky Rahmadi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Alih-alih masuk ke tahap produksi masal, Asterion justru disimpan oleh Lamborghini dan tidak jadi dijual untuk khalayak umum, kenapa?

Terdapat segelintir konsumen yang tidak setuju dengan kehadiran Asterion yang memiliki tenaga 910 dk tersebut, terutama orang-orang yang mengerti mesin hibrida.

CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann menuturkan, "Karena berat baterai yang berlebih, kami melihat kesempatan untuk membuat mobil yang lebih besar dan lega."

"Mobil super-sports Lamborghini mungkin hanya dikendarai sejauh 5.000 km tiap tahunnya, bukan mobil yang dikendarai setiap hari, jadi sistem elektrik pada Lamborghini perlu ditambahkan intensitasnya untuk dapat bekerja sempurna," tambahnya.

Mesin 5.200 cc V10 milik Lamborghini Gallardo dikombinasikan dengan mesin listrik berdaya 220kW mampu menghasilkan output 910 daya kuda, merupakan pesaing dari Porsche 918, Ferrari LaFerrari, dan McLaren P1, dimana mobil-mobil ini termasuk dalam katagori hybrid-hypercar. Sedangkan tujuan dari Asterion adalah sebuah mobil turing jarak jauh yang nyaman ketimbang menjadi speed machine

"Saya yakin bahwa mobil ini tidak akan masuk tahap produksi selanjutnya dan kami tidak akan melakukannya," ujar Winkelmann. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa  ada kemungkinan bahwa nantinya bisa saja teknologi hybrid akan diaplikasikan pada mobil Lamborghini, dan akan hadir pada tipe SUV mereka pada 2018 mendatang.

Untuk sekarang, tidak akan ada mobil listrik produksi Lamborghini, tapi ketika bertemu dengan regulasi emisi yang sering kali berubah, mungkin saja hal ini akan terjadi. Lamborghini Head of Research & Development, Maurizio Reggiani menjelaskan, "Mungkin suatu hari kami akan menurunkan kapasitas mesin dan memakai turbocharger. Tapi menurut saya, teknologi plug-in (listrik) adalah pilihan yang tepat."


Tags Terkait :
Lamborghini Asterion Hybrid Hypercar
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
IMX Hub Bandung Resmi Dibuka, NMAA Siap Tembus Osaka Auto Messe 2026

IMX Hub Bandung, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) resmi dibuka.

1 hari yang lalu

Berita
Lamborghini Aventador Raffi Ahmad Pakai Cat Karya Anak Bangsa

Dalam gelaran IMX 2025, ada Lamborghini Aventador Raffi Ahmad yang dimodifikasi dan menggunakan cat spider yang membuatnya tampil memukau.

1 bulan yang lalu


Berita
Sistem 4 Wheel, Teknologi Canggih Yang Sudah Berusia Ratusan Tahun

Sebenarnya konsep konsep 4 wheel steering (4WS) ini tergolong sudah tua. Pertama kali, dipatenkan pada akhir abad 19 tepatnya pada 1893 oleh insinyur Inggris, Bramah Joseph Diplock.

4 bulan yang lalu


Berita
Komunitas Supercar Berikan Pengalaman Anak-Anak Mencoba Sensasi Supercar

Meskipun sebuah komunitas supercar, namun ISC tetap memprioritaskan kegiatan sosial.

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Celica Akan Hidup Kembali Sebagai Mobil Mid Engine

Toyota Celica mid engine baru 2026 kabarnya pakai mesin 2.0L turbo 4-silinder ramah emisi, potensi layout mid-engine beda dari Supra dan GR86.

11 jam yang lalu


Berita
Perhatikan Jadwal One Way di Tol Trans Jawa Saat Arus Balik

Jadwal one way Tol Trans Jawa arus balik Lebaran diterapkan bertahap dari KM 263 Pejagan-Pemalang hingga KM 70 Jakarta-Cikampek. Antisipasi kemacetan menuju Jabodetabek.

13 jam yang lalu


Berita
VinFast Gratiskan Langganan Baterai Selama Dua Tahun

VinFast gratiskan langganan baterai 2 tahun untuk pembelian kendaraan listrik sebelum 31 Mei 2026. Program tambahan pengisian daya gratis hingga 2029, batas 2.000 km/bulan.

14 jam yang lalu


Berita
Ban Buatan Tiongkok Paling Top Di Jalan Basah, Ini Buktinya

Tes ban Linglong Sport Master jalan basah Jerman oleh Auto Bild catat jarak pengereman terpendek 2,5 m, ungguli Michelin Pilot Sport 5 meski kalah di trek kering.

15 jam yang lalu


Berita
Belum Lama Diperkenalkan Di China, Desain BYD Atto 3 Facelift Sudah Terdaftar Di Indonesia

Desain BYD Atto 3 facelift Indonesia terdaftar di DJKI dengan nomor A00202500796. Model China Yuan Plus hadir bumper baru, ADAS God's Eye C, dan jarak 510 km CLTC.

16 jam yang lalu