Dalam waktu dekat, warga DKI Jakarta bisa menikmati layanan JakLingko, Angkot ber-AC yang nyaman dan aman, dilengkapi pintu otomatis, CCTV, maupun smart navigation.
4 tahun yang lalu
Transjakarta tetap memberlakukan pembatasan jumlah pelanggan yakni 50 persen dari kapasitas normal. Dengan ketentuan bus gandeng hanya boleh diisi maksimal 60 orang dan bus besar maksimal 30.
Damri menyiapkan transportasi terintegrasi dari Yogyakarta International Airport (YIA) dan Hotel Inna Malioboro menuju lokasi KSPN. Ke depannya, rute ke Candi Borobudur juga disiapkan.
Transjakarta, Damri, Angkutan Bandara didorong untuk menggunakan bus dengan tenaga listrik. Serta penggunaan bus listrik melalui Program Buy The Service (BTS) di beberapa kota.
Adapun Jam operasional ini berlaku untuk seluruh layanan Transjakarta, baik Bus Rapid Transit (BRT) maupun Non Bus Rapid Transit atau Non BRT.
DFSK menyiapkan layanan darurat (emergency service) yang akan siap siaga selama Idul Fitri 1442 H melayani para konsumen yang mengalami kendala di jalan raya.
Pembaharuan ini sebagai tindaklanjut dari persoalan dikeluhkan pelanggan ketika pembelian tiket layanan premium Royaltrans.
Bus ini hanya mengangkut 22 penumpang saja dengan konfigurasi seat 1-1 atas-bawah tipe suites class.
Pada (7/4) telah dilakukan pengecekan dan pengenalan unit angkot berpendingin (AC Double Blower).
Dengan ongkos yang terjangkau penumpang bus Transjakarta koridor tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan layanan non-koridor tanpa kena biaya tambahan. Namun perlu diperhatikan lokasi transitnya.
Setelah dua unit bus listrik merek BYD diuji, rencananya tahun ini akan hadir sekitar 100 unit bus listrik untuk armada Transjakarta. Selain itu, ke depannya diharap pengoperasiannya sampai 80%.
Dengan adanya nota kesepahamanan ini, bertujuan untuk menjajaki studi pengembagan layanan transportasi dalam skema Jak Lingko antara MRT Jakarta dan Transjakarta.
Dalam kunjungannya, Reky Douglas Ambrauw tampak memperhatikan fasilitas dan armada bus Transjakarta yang ramah untuk disabilitas.
Untuk mengelilingi Kota Tua, pihak Transjakarta menyediakan dua layanan shuttle bus gratis, yakni GR4 dan GR5.
Bus tersebut sudah dilengkapi dengan spesifikasi bus yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan dari Transjakarta.