Dalam waktu dekat, warga DKI Jakarta bisa menikmati layanan JakLingko, Angkot ber-AC yang nyaman dan aman, dilengkapi pintu otomatis, CCTV, maupun smart navigation.
4 tahun yang lalu
Transjakarta tetap memberlakukan pembatasan jumlah pelanggan yakni 50 persen dari kapasitas normal. Dengan ketentuan bus gandeng hanya boleh diisi maksimal 60 orang dan bus besar maksimal 30.
Transjakarta, Damri, Angkutan Bandara didorong untuk menggunakan bus dengan tenaga listrik. Serta penggunaan bus listrik melalui Program Buy The Service (BTS) di beberapa kota.
Adapun Jam operasional ini berlaku untuk seluruh layanan Transjakarta, baik Bus Rapid Transit (BRT) maupun Non Bus Rapid Transit atau Non BRT.
Pembaharuan ini sebagai tindaklanjut dari persoalan dikeluhkan pelanggan ketika pembelian tiket layanan premium Royaltrans.
Pada (7/4) telah dilakukan pengecekan dan pengenalan unit angkot berpendingin (AC Double Blower).
Dengan ongkos yang terjangkau penumpang bus Transjakarta koridor tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan layanan non-koridor tanpa kena biaya tambahan. Namun perlu diperhatikan lokasi transitnya.
Setelah dua unit bus listrik merek BYD diuji, rencananya tahun ini akan hadir sekitar 100 unit bus listrik untuk armada Transjakarta. Selain itu, ke depannya diharap pengoperasiannya sampai 80%.
Dengan adanya nota kesepahamanan ini, bertujuan untuk menjajaki studi pengembagan layanan transportasi dalam skema Jak Lingko antara MRT Jakarta dan Transjakarta.
Dalam kunjungannya, Reky Douglas Ambrauw tampak memperhatikan fasilitas dan armada bus Transjakarta yang ramah untuk disabilitas.
Untuk mengelilingi Kota Tua, pihak Transjakarta menyediakan dua layanan shuttle bus gratis, yakni GR4 dan GR5.
Bus tersebut sudah dilengkapi dengan spesifikasi bus yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan dari Transjakarta.
Untuk tetap memberi kenyamanan dan keamanan penggunanya, PT Transjakarta bersiap melakukan perbaikan dengan penggantian lantai di halte tersebut.
Pembukaan rute baru ini merupakan langkah Transjakarta untuk menerapkan Kota Pintar (smart city) yang memudahkan masyarakat terkait layanan angkutan umum yang dapat di akses dengan mudah.
Ada beberapa alternatif bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke halte Pecenongan, Juanda, Pasar Baru.