Langsung ke konten

Toyota Ancang-Ancang Perkenalkan Hilux FCEV di 2028

Toyota Hilux FCEV disinyalir pakai teknologi dari Mirai

Berita Kamis, 17 September 2026 12:30 WIB
Berita - Toyota Ancang-Ancang Perkenalkan Hilux FCEV di 2028
Hilux FCEV (Foto :Carscoops)
Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Toyota memegang prinsip Multi Pathway dengan konsisten. Pabrikan berlabel Three Ovals ini pun dikenal menjadi salah satu pabrikan yang paling agresif dalam mengembangkan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Setelah beberapa tahun menguji prototipe, Toyota akhirnya memastikan Hilux Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) akan masuk produksi pada 2028 untuk pasar Eropa.

Menurut laporan Nikkei Asia, pengumuman ini disampaikan Toyota pada pameran IAA Transportation di Hannover, Jerman, dengan target utama konsumen korporat seperti perusahaan leasing kendaraan, bukan pembeli ritel pada umumnya.

Mengutip Carscoops, Toyota bahkan sudah memperlihatkan teaser pertama Hilux FCEV. Dari gambar gelap tersebut terlihat desain DRL-nya yang tersegmentasi. Detail lainnya masih dirahasiakan, termasuk apakah fascia depan akan mengadopsi grille tertutup seperti Hilux BEV.

Toyota sudah menetapkan target awal berupa jarak tempuh lebih dari 400 km berdasarkan WLTP dan kemampuan menarik beban hingga 2.500 kg. Media otomotif autonext mencatat, angka tarik ini justru sejajar dengan Hilux BEV di 1.600 kg pada jarak tempuh 257 km, dan malah menyamai kapasitas tarik pikap plug-in hybrid BYD Shark. Sebagai pembanding, Hilux diesel reguler masih unggul jauh dengan kapasitas tarik 3.500 kg.

Menggunakan Teknologi Fuel Cell Mirai

Hilux hidrogen sebenarnya sudah dikembangkan Toyota sejak 2022. Proyek ini dilakukan Toyota Manufacturing UK bersama sejumlah mitra teknis di Inggris dan mendapatkan dukungan pemerintah melalui Advanced Propulsion Centre. Toyota UK sendiri, seperti dikutip gasworld, menyebut proyek Hilux FCEV ini sebagai bukti lanjutan komitmen perusahaan mewujudkan potensi hidrogen sekaligus mendorong perluasan ekosistem hidrogen di Eropa.

Foto - Toyota Ancang-Ancang Perkenalkan Hilux FCEV di 2028
Prototipe Hilux FCEV (Foto : Carscoops)

Prototipe pertamanya sudah diperlihatkan pada 2022 itu juga. Menurut AUTOJOSH, Toyota kemudian membangun 10 unit prototipe pada 2024 untuk pengujian di Inggris, masing-masing memakai tiga tangki hidrogen yang terintegrasi ke sasis, baterai yang dipasang di bagian belakang, serta motor listrik bertenaga 180 hp dan torsi 300 Nm.

Jika mengacu pada model prototipe yang sudah ada, nampaknya Hilux FCEV mengasup teknologi fuel cell dari Mirai. Autonext bahkan menyebut prototipe tersebut memakai tangki bertekanan 700 bar yang sama seperti dipakai Mirai, meski Toyota belum memastikan apakah versi produksi 2028 nanti tetap mempertahankan spesifikasi tangki yang sama. Hidrogen disimpan dalam tiga tangki bertekanan tinggi dengan kapasitas total 7,8 kg. Fuel cell-nya terdiri dari 330 sel, sementara motor listrik yang menggerakkan roda belakang menghasilkan 134 kW atau sekitar 182 PS, dengan torsi maksimum 300 Nm.

Toyota juga memasang baterai lithium-ion sebagai penyimpan listrik yang dihasilkan fuel cell. Baterai tersebut ditempatkan di bagian belakang, di atas area tangki hidrogen. Dengan konfigurasi tersebut, prototipe Hilux FCEV pernah ditargetkan memiliki jarak tempuh hingga 600 km. Angka ini bahkan lebih jauh dibanding target 400 km yang kini diumumkan Toyota untuk versi produksi.

Kenapa Bisa Berbeda?

Kemungkinan besar karena angka 600 km merupakan target prototipe, sedangkan 400 km merupakan target untuk kendaraan produksi yang harus memenuhi standar WLTP. Autonext mencatat, Toyota sengaja masih menutup rapat detail teknisnya—tidak ada kapasitas tangki, output motor, bobot, maupun payload yang diungkap—sehingga angka-angka tersebut masih berstatus target, bukan data final. Jadi, spesifikasi prototipe belum bisa dianggap sebagai spesifikasi model 2028.

Menarik Tapi Ada Tantangan Besar

Salah satu kelebihan utama FCEV dibanding BEV adalah waktu pengisian energinya. Hidrogen dapat diisi dalam waktu sekitar lima menit, sehingga secara konsep lebih cocok untuk kendaraan komersial yang membutuhkan waktu operasi tinggi. Namun, ada satu masalah besar, yakni infrastrukturnya. Data European Hydrogen Observatory yang dikutip Carscoops mencatat terdapat 179 stasiun pengisian hidrogen yang beroperasi di Eropa dan Inggris. Artinya, keunggulan waktu pengisian tersebut baru terasa jika pengguna memang mempunyai akses ke stasiun hidrogen.

Menariknya, laporan Yahoo Finance/GuruFocus menyebut Toyota tidak hanya berhenti di jalur produksi biasa. Sebelum resmi dijual, teknologi hidrogen Hilux ini rencananya bakal diuji lebih dulu di ajang Reli Dakar mulai Januari 2027, sebagai etalase ketahanan dan performa sebelum benar-benar diserahkan ke konsumen korporat. Peluncuran ini juga sejalan dengan target besar Toyota Professional yang membidik penjualan 200.000 unit kendaraan komersial ringan di Eropa pada 2030, naik dari sekitar 165.000 unit pada 2026, sekaligus mengerek pangsa pasar dari 6-7 persen menjadi 8 persen.

Kita tunggu saja tanggal mainnya.(SS)

#toyota #hilux #fcev

Suryo Sudjatmiko
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.