OTODRIVER - Tesla Model Y L mulai diperkenalkan secara bertahap di pasar setir kanan, dan pekan ini menjalani debut ASEAN di ajang Bangkok International Motor Show (BIMS).
Model ini sudah mendekat ke Indonesia setelah sebelumnya hadir di Cina dan juga Australia.
Seperti di Australia, Model Y L hanya ditawarkan dalam varian Premium AWD. Dibandingkan Tesla Model Y Premium standar, dimensinya lebih panjang 177 mm (menjadi 4.969 mm) dan lebih tinggi 44 mm (1.668 mm), dengan wheelbase melar 149 mm hingga 3.040 mm.

Masuk ke kabin, bangku baris kedua kini diganti model captain seat dengan armrest elektrik, lengkap dengan fitur pemanas dan ventilasi. Konfigurasinya pun berubah menjadi 2-2-2. Kursi baris ketiga juga dibuat lebih proper (sudah pakai headrest) dibanding versi tujuh penumpang (2-3-2) yang saat ini hanya tersedia di AS dan Eropa. Selain itu, dimensi bodi yang lebih besar membuat kapasitas bagasi maksimal meningkat jadi 2.539 liter, dari sebelumnya 2.138 liter.
Fitur baru lainnya termasuk jok depan dengan pengaturan elektrik yang lebih lengkap, sudah dilengkapi pemanas, ventilasi, serta penopang paha yang bisa diperpanjang.
Suspensi kini memakai adaptive dampers (sebelumnya hadir di varian Performance) menggantikan shock absorber standar. Sistem audio juga ditingkatkan dari 15 speaker menjadi 18 speaker, tetap dengan subwoofer.
Selebihnya, Model Y L masih mempertahankan fitur khas Model Y Premium seperti trim interior berbahan tekstil, jok kulit sintetis, layar infotainment 16 inci, layar 8 inci untuk penumpang baris kedua, panoramic glass roof, dual wireless charger Qi, ambient lighting, delapan kamera eksterior (masih tanpa tampilan 360 derajat penuh), serta bagasi belakang dengan bukaan hands-free.
Selain ruang kabin dan jumlah kursi yang bertambah, Model Y L juga dibekali baterai NMC berkapasitas lebih besar, yakni 82 kWh. Hasilnya, jarak tempuh mencapai 681 km (WLTP), meningkat dari 629 km pada Model Y Premium AWD.
Motor listrik ganda dengan tenaga 462 PS (340 kW) memungkinkan akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,0 detik (lebih lambat 0,2 detik dari versi standar), dengan kecepatan maksimum 201 km/jam.
Meski sudah mendekat ke Indonesia, namun tampaknya model ini sedikit mustahil untuk hadir di Indonesia. Mengingat salah satu importir umum yang dahulu mendatangkan mobil ini ke Indonesia yakni Prestige tak lagi menghadirkan Tesla ke Indonesia. (AW)










