OTODRIVER - Potensi kemacetan di jalur utama arus balik menuju wilayah Jabodetabek dalam sepekan ini masih didominasi oleh jalur tol Trans Jawa.
Terutama yang berada di kawasan Kabupaten dan Kota Semarang hingga wilayah Kabupaten Subang.
Berdasarkan data yang terkumpul hingga menjelang akhir pekan ini (27/3), PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat ada pergerakan 2,3 juta kendaraan sudah masuk daerah Jakarta.
Hal tersebut diutarakan oleh Direkur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantoro di di Posko Command Center Korlantas Polri KM 29 Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dari angka dua jutaan unit kendaraan tersebut, masih menurut Rivan yang dikutip dari Antara, porsinya sudah mencapai 69 persen dari keseluruhan kendaraan yang keluar Jakarta saat sesi arus mudik pekan lalu.
Untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan diterangka lagi olehnya bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas one way akan diberlakukan dengan mempertimbangkan jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta.
Kondisi tersebut didasarkan pada data volume kendaraan menuju wilayah Jakarta yang telah terlihat pada periode tanggal 24-26 Maret.
Dan khusus tanggal 29 Maret nanti diperkirakan akan ada volume kendaraan sebesar 200-250 ribu kendaraan yang akan melintasi tol Trans Jawa menuju arah barat.



Kebijakan one way hingga tol Jakarta-Cikampek
Sementara itu pengelola Tol Cikopo-Palimanan (Astra Tol Cipali), Jawa Barat, menyebut penerapan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di ruas tol tersebut dilakukan secara bertahap guna menjaga kelancaran arus balik Lebaran menuju Jakarta.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo, dalam keterangan resminya (27/3) menyebutkan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Korlantas Polri.
Rekayasa lalu lintas satu arah diberlakukan dari KM 263 ruas tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 ruas tol Jakarta-Cikampek.
Khusus di ruas tol Cipali, penerapannya dilakukan dalam tiga tahap, yakni KM 132 hingga KM 70 mulai pukul 08.47 WIB sebagai tahap pertama.
Tahap kedua, dilanjutkan dari KM 169 hingga KM 132 mulai pukul 09.27 WIB, seiring peningkatan volume kendaraan menuju Jakarta.
Selanjutnya tahap ketiga, diberlakukan dari KM 188 hingga KM 169 pada pukul 10.08 WIB sehingga seluruh ruas hingga Palimanan masuk skema one way.
Sebelum pelaksanaan rekayasa, petugas telah melakukan sterilisasi jalur dan area istirahat sejak pukul 08.00 WIB.
Ardam mengemukakan, berdasarkan data pada Jumat periode pukul 00.00 hingga 14.00 WIB, arus kendaraan menuju Jakarta terpantau meningkat namun tetap lancar kondisinya.
Dipungkaskan, pengguna jalan untuk tidak berpindah jalur maupun menggunakan putar balik, selama rekayasa one way berlangsung.
Pengguna jalan diminta menjaga kondisi fisik dan kendaraan, serta dapat keluar melalui gerbang tol terdekat jika perlu berganti jalur tanpa dikenakan tarif tambahan. (EW)












