OTODRIVER - Nissan Australia mengonfirmasi kehadiran Navara Pro Plug-in Hybrid (PHEV) pada 2027. Model ini menjadi pikap pertama Nissan di Australia yang mengusung teknologi plug-in hybrid sekaligus kendaraan elektrifikasi pertama di segmen tersebut untuk pasar setempat.
Dalam keterangan resminya, Nissan menyebut Australia dan Selandia Baru akan menjadi pasar pertama yang mendapatkan Navara PHEV dengan konfigurasi setir kanan. Sementara itu, Filipina juga akan memasarkan model ini, tetapi menggunakan setir kiri.

Navara Pro PHEV sejatinya merupakan nama lain dari Nissan Frontier Pro yang dipasarkan di China. Model tersebut dikembangkan melalui kerja sama Nissan dan Dongfeng, serta memiliki banyak kesamaan dengan Dongfeng Z9.
Meski demikian, Navara Pro PHEV untuk pasar Australia dan Selandia Baru memiliki perbedaan pada sektor dapur pacu. Jika Frontier Pro mengandalkan mesin bensin 1.500 cc turbo, Navara Pro PHEV dibekali mesin 2.000 cc turbo.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis delapan percepatan yang terintegrasi dengan motor listrik. Tenaga kemudian disalurkan ke seluruh roda melalui sistem penggerak empat roda atau 4WD. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan awal sebesar 408 PS atau sekitar 402 hp, dengan torsi puncak mencapai 800 Nm.
Sebagai perbandingan, Frontier Pro menggunakan mesin bensin 1.500 cc turbo yang menghasilkan tenaga 143 PS dan torsi 220 Nm. Mesin tersebut didukung motor listrik bertenaga 212 PS dengan torsi 350 Nm, serta transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) empat percepatan. Total output sistemnya mencapai 435 PS dan torsi 800 Nm.
Selain mendukung kemampuan merayap pada medan off-road berat melalui gigi rendah, transmisi ini juga dirancang untuk menjaga putaran mesin tetap rendah ketika melaju di jalan tol demi meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan jarak jauh.
Pengemudi dapat memilih empat mode berkendara, yakni Eco, Standard, Sport, dan Slippery. Tersedia pula tujuh mode medan, meliputi Standard, Deep Snow, Mud, Sand, Rock, Wading, dan Expert. Masing-masing mode akan menyesuaikan karakter penyaluran tenaga, kemudi, serta kontrol traksi sesuai kondisi jalan.
Sayangnya, Nissan belum mengungkapkan kapasitas baterai yang digunakan pada Navara Pro PHEV untuk pasar Australia. Sebagai gambaran, Frontier Pro di China menggunakan baterai jenis Nickel Manganese Cobalt (NMC) berkapasitas 33 kWh. Baterai tersebut memungkinkan mobil melaju sejauh 131 km dalam mode listrik murni, dengan jarak tempuh gabungan mencapai 1.050 km berdasarkan standar NEDC.
Navara Pro PHEV juga akan dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L), yang memungkinkan energi dari baterai digunakan untuk menyuplai perangkat listrik eksternal. Fitur ini berpotensi berguna untuk mendukung aktivitas di lokasi proyek maupun kegiatan luar ruang.
Menariknya, Nissan Australia juga menyiapkan garansi tambahan selama 10 tahun atau 300.000 km untuk Navara Pro PHEV. Garansi tersebut akan berlaku ketika pikap elektrifikasi ini mulai dipasarkan pada 2027. (AW)











